TRADISI LABUHAN DI PANTAI NGLIYEP DESA KEDUNGSALAM, KECAMATAN DONOMULYO, KABUPATEN MALANG (KAJIAN FOLKLOR)

Main Article Content

Mokhamad Khoirul Ardiansyah
Sukarman

Abstract

Tradisi Labuhan di Pantai Ngliyep merupakan salah satu folklor setengah lisan yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada leluhur, sekaligus harapan agar kehidupan senantiasa aman, tenteram, dan terhindar dari mara bahaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asal mula, tata laku, ubarampe dan makna simboliknya, fungsi, perubahan, serta upaya pelestarian Tradisi Labuhan di Pantai Ngliyep (selanjutnya disingkat TLPN). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklor, mengacu pada konsep folklor Danandjaja, konsep simbol Turner, konsep fungsi Bascom, konsep perubahan kebudayaan Maran, dan konsep pelestarian Sendjaja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci dan informan pendukung, serta studi dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TLPN berasal dari peristiwa pageblug (wabah penyakit) yang melanda Desa Kedungsalam pada tahun 1913 Masehi, yang mendorong Eyang Atun dan Eyang Tholib bersemadi di Gunung Kombang hingga memperoleh wangsit untuk menyelenggarakan upacara labuhan. Tata laku TLPN terbagi atas tiga tahap, yaitu tata siyaga (persiapan), tata laksana (pelaksanaan inti), dan tata wasana (penutup). Ubarampe dalam TLPN terdiri atas ubarampe yang dilarung ke laut dan ubarampe pendukung, yang masing-masing mengandung makna simbolik berkaitan dengan rasa syukur, kepasrahan, dan permohonan keselamatan. TLPN memiliki sembilan fungsi, meliputi empat fungsi menurut Bascom (sistem proyeksi, pengesahan pranata budaya, pendidikan, dan kontrol sosial) serta lima fungsi tambahan (sosial, kultural budaya, ekonomi, pariwisata, dan religi). Perubahan TLPN dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, teknologi, penemuan baru, serta difusi budaya luar. Upaya pelestarian TLPN dilakukan melalui culture knowledge (pengarsipan dan pembelajaran) serta culture experience (peningkatan partisipasi dan pemanfaatan budaya digital).

Article Details

Section

Articles

How to Cite

TRADISI LABUHAN DI PANTAI NGLIYEP DESA KEDUNGSALAM, KECAMATAN DONOMULYO, KABUPATEN MALANG (KAJIAN FOLKLOR). (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(4). https://doi.org/10.2238/crgraa89

References

Adhitama, S. (2011). Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi labuhan (Larung sesaji) di pantai Ngliyep desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Repository Universitas Negeri Malang.

Bungin, B. (2007). Penelitian kualitatif (Edisi ke-2). Kencana.

Creswell, J. W. (2015). Penelitian kualitatif & desain riset: Memilih di antara lima pendekatan. Pustaka Pelajar.

Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.

Danandjaja, J. (1994). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Grafiti.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng dan lain-lain. Grafiti.

Endraswara, S. (2022). Metodologi penelitian folklor: Konsep, teori, dan aplikasi. Ombak.

Hidayat, F. (2010). Antropologi sakral. IPS Press.

Humaeni, A., Purwanti, E., Awaliyah, A., & Romi. (2021). Sesajen: Menelusuri makna dan akar tradisi sesajen masyarakat Muslim Banten dan masyarakat Hindu Bali. LP2M UIN SMH Banten.

Koentjaraningrat. (1979). Pengantar ilmu antropologi. Aksara Baru.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.

Koentjaraningrat. (1987). Pengantar hukum adat kebudayaan mentalis dan pembangunan. Gramedia.

Liyanara, F. (2018). Perubahan budaya larung sesaji dalam perspektif kearifan lokal di Pantai Ngliyep Desa Kedungsalam Malang Jawa Timur. Repository Universitas Brawijaya.

Maran, R. R. (2000). Manusia dan kebudayaan dalam perspektif ilmu budaya dasar. Rineka Cipta.

Nahak, H. M. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76.

Purnomo, E. J. (2023). Nilai-nilai historis dan sosiologis Tradisi Labuhan Pantai Ngliyep dalam penguatan kebudayaan Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang [Disertasi doktoral, Universitas Negeri Malang].

Raco, J. R. (2010). Metode penelitian kualitatif: Jenis, karakteristik dan keunggulannya. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Radjijati, S. A. (1997). Upacara tradisional Labuhan di Pantai Ngliyep Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Bagian Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Jawa Timur.

Sudikan, S. Y. (2001). Metode penelitian kebudayaan. UNESA Unipress dan Cipta Wacana.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.