VARIASI FONOLOGIS DAN LEKSIKAL BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS DI DESA SEKURA, PARIT RAJA, DAN SARANG BURUNG USRAT, KABUPATEN SAMBAS: KAJIAN DIALEKTOLOGI KOMPARATIF SINKRONIS

Main Article Content

Indri Agustin
Patriantoro
Dedy Ari Asfar

Abstract

Bahasa Melayu Sambas merupakan bahasa daerah dominan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, tetapi dalam praktiknya tidak digunakan secara seragam di seluruh wilayah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan variasi fonologis dan leksikal bahasa Melayu dialek Sambas di Desa Sekura (Kecamatan Teluk Keramat), Desa Parit Raja (Kecamatan Sejangkung), dan Desa Sarang Burung Usrat (Kecamatan Jawai). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kerangka komparatif sinkronis. Data berupa 200 kosakata dasar Morris Swadesh yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan perekaman dari sembilan informan (tiga orang per desa) yang dipilih secara purposif. Analisis dilakukan melalui transkripsi, klasifikasi, analisis, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan 59 butir variasi fonologis yang meliputi perubahan vokal, perubahan konsonan, geminasi, penghilangan bunyi, penambahan bunyi, dan perubahan diftong, serta 17 butir variasi leksikal. Pola yang menonjol adalah korespondensi [a] ~ [o]/[ɔ], [ai] ~ [oi], dan [au] ~ [ow] pada tuturan Sekura, sedangkan Parit Raja dan Sarang Burung Usrat identik pada 44 dari 59 butir fonologis. Secara leksikal, Sekura dan Sarang Burung Usrat memakai leksem yang sama pada 16 dari 17 butir, sedangkan Parit Raja memakai leksem berbeda. Pembacaan kritis menunjukkan bahwa pola tersebut tidak dapat dijelaskan oleh faktor geografis semata, tetapi juga oleh perbedaan usia dan pendidikan informan serta cara pencatatan data.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

VARIASI FONOLOGIS DAN LEKSIKAL BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS DI DESA SEKURA, PARIT RAJA, DAN SARANG BURUNG USRAT, KABUPATEN SAMBAS: KAJIAN DIALEKTOLOGI KOMPARATIF SINKRONIS. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 14(2). https://journal.cib.institute/index.php/argopuro/article/view/5128

References

Achmad, H. P., & Krisanjaya. (2014). Hakikat fonologi. Dalam Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.

Alek. (2018). Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga.

Ayatrohaedi. (1983). Dialektologi: Sebuah Pengantar. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Chaer, A. (2007). Kajian Bahasa: Struktur Internal, Pemakaian, dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Chambers, J. K., & Trudgill, P. (1998). Dialectology (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.

Fanggidae, Y. M., & Boimau, S. (2023). Nilai tuturan dalam tahapan perkawinan adat masyarakat Desa Suelain Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 16(1), 101. https://doi.org/10.30651/st.v16i1.16294

Gao, Y., & Liu, W. (2025). Minority identity and social structures shape diffusion dynamics of minority languages: A combined macro and micro approach. Royal Society Open Science, 12(4), 250011. https://doi.org/10.1098/rsos.250011

Kartikasari, dkk. (2018). Kajian Dialektologis Perbedaan Leksikal dan Perbedaan Fonologis. Surabaya: UWKS Press.

Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik (Edisi keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lihawa, K. (2024). Leksikon dan Nilai-Nilai Budaya dalam Ritual Momeqati. Sleman: Deepublish.

Mahsun. (2017). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode, dan Tekniknya. Depok: PT RajaGrafindo Persada.

Mardinan, D. I. N. (2019). Variasi kata 'bagaimana' dalam bahasa Jawa di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 14(3), 398–404. https://doi.org/10.14710/nusa.14.3.398-404

Muslich, M. (2012). Fonologi Bahasa Indonesia: Tinjauan Deskriptif Sistem Bunyi Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Naschah, A. F., & Rahmawati, D. (2020). Variasi dialek Yogyakarta–Purworejo pada channel YouTube 'Pak Bhabin Polisi Purworejo' (Sebuah kajian sosiodialektologi). Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya, 1(1), 48–68. https://doi.org/10.22515/tabasa.v1i1.2586

Norahim, N., & Bandan, C. V. (2023). Kajian awal kekerabatan bahasa Remun dan Iban Undop. Journal of Borneo-Kalimantan, 9(1), 13–25. https://doi.org/10.33736/jbk.5143.2023

Patriantoro. (2025). Comparative phonology of Malay languages in West Kalimantan Province: A dialectological study. Indonesian Journal of EFL and Linguistic, 10(2).

Purwaningrum, P. W., & Pangestu, M. (2021). Variasi dialek dalam budaya Jawa di Kabupaten Tangerang (Sebuah kajian dialektologi). Jurnal Sastra Indonesia, 10(1), 9–15. https://doi.org/10.15294/jsi.v10i1.44383

Sirulhaq, A. (2019). Standardisasi bahasa Sasak dan problem pembelajarannya. Mabasan, 6(1), 26–30. https://doi.org/10.26499/mab.v6i1.219

Souza, E. M. P. D. (2021). A variação linguística no português falado em municípios do nordeste paraense. Revista GTLex, 6(2), 523–553. https://doi.org/10.14393/Lex12-v6n2a2021-7

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.