KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI NANYIAN SUNYI KARYA ESTER HALUK
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur fisik puisi dan muatan kritik sosial dalam lima puisi pilihan dari antologi Nyanyian Sunyi karya Ester Haluk, yaitu Nyanyian Sunyi Mambefor, Sejarah Yang Gelap, Anda Bisa, Menjadi Papua, dan Bayi Buye Papua!. Menggunakan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan teori struktur puisi dan sosiologi sastra, penelitian ini menemukan bahwa puisi-puisi Ester Haluk menggunakan bahasa yang sederhana namun padat makna, pencitraan yang nyata, dan bahasa kiasan yang kuat untuk mengangkat tema penindasan, eksploitasi, perampasan hak, serta semangat perjuangan rakyat Papua. Kritik sosial yang disampaikan meliputi aspek politik, ekonomi, hukum, budaya, dan pelanggaran hak asasi manusia, yang pada akhirnya menegaskan bahwa sastra berperan sebagai sarana menyuarakan suara mereka yang terpinggirkan dan memperjuangkan keadilan.
Article Details
Section
Articles
How to Cite
KRITIK SOSIAL DALAM KUMPULAN PUISI NANYIAN SUNYI KARYA ESTER HALUK. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.2238/85xcms11
References
Damono, S.D. (1978). Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Hawkes, T. (1978). Structuralism and Semiotics. London: Methuen & Co.
Nurhadi, A. (2017). Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi Potret Pembangunan Karya W.S. Rendra. Jurnal Cakrawala Linguista, 2(1), 47-58.
Pratiwi, A., dkk. (2018). Kritik Sosial dalam Kumpulan Puisi W.S. Rendra. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 112-124.
Waluyo, H.J. (1991). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.