PENGEMBANGAN PENGGARAPAN TEATER BERBAHASA JAWA NASKAH “BECIK NITIK ALA PILARA” KARYA M. AHMAD JALIDU

Main Article Content

Sherin Devita Sari
Arif hidajad

Abstract

Permasalahan sosial merupakan isu kompleks yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, khususnya di lingkungan kumuh perkotaan. Penciptaan karya penyutradaraan ini bertujuan untuk merefleksikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi kelompok marginal, seperti perjudian, prostitusi, kemiskinan, kesenjangan sosial, dan diskriminasi akibat kesalahan yang pernah dilakukan pada masa lalu, melalui pementasan naskah “Becik Nitik Ala Pilara” karya M. Ahmad Jalidu. Metode penciptaan menggunakan pendekatan penyutradaraan Bertolt Brecht, khususnya konsep Verfremdungseffekt (efek keterasingan), yang mengarahkan aktor untuk menampilkan tokoh secara sadar dan membangun interaksi langsung dengan penonton. Pendekatan ini bertujuan menciptakan jarak kritis agar penonton tidak larut secara emosional, melainkan didorong untuk merefleksikan realitas sosial yang dipertunjukkan. Proses penciptaan dilakukan melalui tahap pra-penggarapan (pemilihan dan analisis naskah, observasi, casting, penyamaan persepsi) dan tahap penciptaan (bedah naskah, olah tubuh, olah vokal, olah pikiran, reading, dramatic reading, dan eksplorasi) yang disempurnakan melalui dua tahap evaluasi. Hasil pementasan menunjukkan bahwa permasalahan sosial tidak semata-mata bersumber dari individu, melainkan dari ketidaksetaraan ekonomi dan keterbatasan akses terhadap kesempatan sosial yang adil. Rekontekstualisasi latar naskah dari Yogyakarta ke Surabaya, penggunaan dialek Jawa Suroboyoan, serta penerapan gestus sosial pada aktor terbukti efektif memperkuat kedekatan kultural pertunjukan dengan penonton. Dengan demikian, penciptaan ini menegaskan pentingnya kesadaran kritis sebagai langkah awal dalam memahami dan merespons permasalahan sosial secara kolektif melalui medium teater.
Kata Kunci: penyutradaraan Brechtian, teater berbahasa Jawa, kritik sosial, kelompok marginal, Becik Nitik Ala Pilara.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PENGEMBANGAN PENGGARAPAN TEATER BERBAHASA JAWA NASKAH “BECIK NITIK ALA PILARA” KARYA M. AHMAD JALIDU . (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.2238/spngvv86

References

Anirun, S. (2002). Menjadi sutradara. STSI Press.

Awuy, T. F. (1999). Teater Indonesia: Konsep, sejarah, problema. Dewan Kesenian Jakarta.

Brecht, B. (1964). Brecht on theatre: The development of an aesthetic (J. Willett, Ed. & Trans.). Hill and Wang.

Brecht, B. (1967a). A short organum for the theatre. Hill and Wang.

Brecht, B. (1967b). The Messingkauf dialogues. Methuen.

Harymawan, R. M. A. (1988). Dramaturgi. Rosda Karya.

Hasanudin. (2009). Drama karya dalam dua dimensi. Angkasa.

Jalidu, M. A. (t.t.). Becik Nitik Ala Pilara [Naskah drama].

Nazhiifah, R. U., Saddhono, K., & Said, D. P. (t.t.). Analisis nilai moral dalam naskah drama Becik Nitik Ala Pilara karya M. Ahmad Jalidu. Sabdasastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 7(1), 111–131.

Pavis, P. (1982). Languages of the stage: Essays in the semiology of theatre. Performing Arts Journal Publications.

Pavis, P. (1998). Dictionary of the theatre: Terms, concepts, and analysis. University of Toronto Press.

Sumardjo, J. (1991). Perkembangan teater modern dan sastra drama Indonesia. Citra Aditya Bakti.

Sudjiman, P. (1990). Memahami cerita rekaan. Pustaka Jaya.

Waluyo, H. J. (2006). Drama: Naskah, pementasan, dan pengajarannya. UNS Press.

Willett, J. (1964). The theatre of Bertolt Brecht: A study from eight aspects. Methuen.

Yudiaryani. (2002). Panggung teater dunia: Perkembangan dan perubahan konvensi teater. Pustaka Gondho Suli.

Yudiaryani. (2019). Melacak jejak pertunjukan teater: Sejarah, gagasan, dan produksinya. BP ISI Yogyakarta.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.