KONFLIK KEKUASAAN DALAM NOVEL KOLONI KARYA RATIH KUMALA: ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN

Main Article Content

Azadewi Malindo Puteri

Abstract

Penelitian ini mengkaji konflik kekuasaan dalam novel Koloni (2025) karya Ratih Kumala dengan menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Novel fabel yang menghadirkan koloni semut api sebagai medium satire ini merespons isu-isu kontemporer Indonesia, terutama proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), praktik penggusuran, dan menguatnya kecenderungan otoritarianisme pascareformasi. Penelitian bertujuan (1) mendeskripsikan struktur konflik kekuasaan dalam novel sebagai totalitas bermakna, (2) merekonstruksi pandangan dunia (vision du monde) subjek kolektif yang diekspresikan melalui teks, dan (3) menjelaskan hubungan homologis antara struktur teks dan struktur sosial-politik Indonesia kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naratif dengan data primer berupa teks novel Koloni dan data sekunder berupa wawancara serta artikel resensi pengarang. Data dikumpulkan melalui teknik baca dialektik yang mengacu pada hermeneutic circle Goldmann dan dianalisis menggunakan metode dialektik yang menggerakkan pemahaman (comprehension) dan penjelasan (explanation) secara simultan, diperkuat dengan integrasi teori hegemoni Gramsci, relasi kuasa Foucault, serta arena dan habitus Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur konflik kekuasaan dalam novel dibentuk oleh enam tokoh utama, sistem kasta yang kaku, alur eksposisi-komplikasi-klimaks-resolusi, serta tiga latar (hutan yang digusur, sarang bawah tanah, jalur feromon) yang saling terkait secara koheren. Pandangan dunia kolektif yang direkonstruksi mencakup penolakan terhadap monopoli kekuasaan, keberpihakan pada kelompok terpinggirkan, dan kesadaran ekologis kritis. Hubungan homologis ditemukan pada tiga level: mikro (relasi antartokoh), meso (struktur institusi koloni), dan makro (kritik terhadap otoritarianisme dan eksploitasi ruang hidup), yang mengarah pada identifikasi subjek kolektif berupa kelompok kritis intelektual organik, aktivis lingkungan, dan kelas menengah urban yang teralienasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Koloni bukan sekadar fabel hiburan, melainkan fakta kemanusiaan (fait humain) yang menghomologikan kegelisahan kolektif terhadap ketimpangan struktural, kekuasaan otoriter, dan krisis ekologis di Indonesia kontemporer.
Kata kunci: strukturalisme genetik; konflik kekuasaan; homologi; pandangan dunia; novel Koloni

Article Details

Section

Articles

How to Cite

KONFLIK KEKUASAAN DALAM NOVEL KOLONI KARYA RATIH KUMALA: ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK LUCIEN GOLDMANN. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.2238/9z4ggy54

References

Agustin, D. (2025). Pandangan dunia dalam karya sastra: Perspektif strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Jurnal Kajian Sastra dan Budaya, 13(1), 45–62.

Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. (2017). Pengkajian sastra: Teori dan aplikasi. CV Djiwa Amarta Press.

Ali, M. (2025). Konsep totalitas dalam strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Jurnal Filsafat dan Teori Sosial, 9(2), 112–130.

Bahtiar, A., & Arwadi. (2020). Pandangan dunia dalam webtoon Sekotengs: Kajian strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 8(1), 23–40.

Bourdieu, P. (1998). Arena produksi kultural: Sebuah kajian sosiologi budaya (Y. Santoso, Terj.). Kreasi Wacana. (Karya asli diterbitkan 1971)

Bourdieu, P. (2016). Arena politik (S. Rahayu & L. Indrawati, Terj.). Kreasi Wacana. (Karya asli diterbitkan 2000)

Budiardjo, M. (2015). Dasar-dasar ilmu politik. Gramedia Pustaka Utama.

Damono, S. D. (1978). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Eagleton, T. (2006). Marxism and literary criticism. Routledge.

Endraswara, S. (2011). Metodologi penelitian sastra: Epistemologi, model, teori, dan aplikasi. CAPS.

Endraswara, S. (2013). Teori kritik sastra: Prinsip, filosofi, dan penerapan. CAPS.

Faruk. (2013). Strukturalisme genetik dan epistemologi sastra. Pustaka Pelajar.

Faruk. (2019). Metode penelitian sastra: Sebuah penjelajahan awal. Pustaka Pelajar.

Foucault, M. (1980). Power/knowledge: Selected interviews and other writings 1972–1977 (C. Gordon, Ed. & Terj.). Pantheon Books.

Foucault, M. (1995). Discipline and punish: The birth of the prison (A. Sheridan, Terj.). Vintage Books. (Karya asli diterbitkan 1975)

Garrard, G. (2012). Ecocriticism (2nd ed.). Routledge.

Goldmann, L. (1977). Cultural creation in modern society. Telos Press.

Goldmann, L. (1981). Method in the sociology of literature (W. Q. Boelhower, Terj.). Basil Blackwell.

Gramsci, A. (1971). Selections from the prison notebooks (Q. Hoare & G. N. Smith, Ed. & Terj.). International Publishers.

Haryatmoko. (2016). Membongkar rezim kepastian: Pemikiran kritis post-strukturalis. Kanisius.

Iswanto, B. (2017). Sosiologi sastra sebagai pendekatan interdisipliner. Jurnal Ilmu Budaya, 5(2), 87–99.

Kumala, R. (2025). Koloni. Gramedia Pustaka Utama.

Kusuma, S. S. K., & Sudikan, S. Y. (2023). Relasi kuasa dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala: Analisis wacana kritis Michel Foucault. Jurnal Sapala, 10(3), 24–34.

Laurenson, D., & Swingewood, A. (1972). The sociology of literature. MacGibbon and Kee.

Mardiana, W. (2021). Relasi kuasa dan pengetahuan dalam perspektif Michel Foucault: Sebuah telaah kritis. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 8(1), 45–58.

Milati, O. N. S. A. (2022). Analisis struktural genetik Lucien Goldmann pada cerpen “Perempuan yang Dicintai Suamiku” karya Fataty Maulidiyah [Skripsi S-1, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung].

Nani, A. (2025). Analisis strukturalisme genetik dalam novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Jurnal Kajian Sastra, 11(2), 98–115.

Nugroho, G. C., dkk. (2024). Analisis strukturalisme genetik dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori. Jurnal Sastra Indonesia, 10(1), 55–72.

Ratna, N. K. (2015). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.

Ronidin. (2025). Ekspresi Minangkabau tabedo dalam novel-novel pengarang Minangkabau pasca-PRRI hingga paruh pertama Orde Baru: Kajian strukturalisme genetik [Disertasi doktoral, Universitas Gadjah Mada].

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif. Alfabeta.

Swingewood, A. (1972). The sociology of literature: Some future problems. The Sociological Review Monograph, 20(1), 5–22.

Tanuwijaya, B. J. (2023). Pandangan dunia Nunu Nazarudin Azhar dalam naskah drama “Tarung”: Kajian strukturalisme genetik Lucien Goldmann [Skripsi S-1, Universitas Padjadjaran].

Yuniadewi, N. O. (2024). Pertunjukan teater “Ibu” karya Nano Riantiarno: Kajian strukturalisme genetik [Skripsi S-1, Institut Seni Indonesia Yogyakarta].

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.