Abstract
This study aims to analyze the representation of the values of zuhud (asceticism) and patience in the film Laskar Pelangi (2008) through the perspective of Sufism morality. Using a qualitative descriptive approach, the study examines dialogues, characters, visual elements, and narrative structures in the film. The analysis is based on Stuart Hall’s theory of representation to understand how spiritual values are constructed and conveyed through cinematic media. The findings show that the character of Lintang represents the value of zuhud through his simple lifestyle, lack of attachment to material possessions, and strong commitment to education despite economic limitations. Meanwhile, the character of Bu Mus represents patience through her perseverance, sincerity, and dedication in educating students under difficult circumstances. These values are presented not only through dialogue but also through visual and narrative elements that reinforce their moral and spiritual significance. The study concludes that Laskar Pelangi functions as an educational medium that promotes Islamic moral values and demonstrates the relevance of zuhud and patience in facing social and personal challenges in contemporary life. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai zuhud dan kesabaran dalam film Laskar Pelangi (2008) melalui perspektif akhlak tasawuf. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis dialog, karakter, unsur visual, dan struktur naratif dalam film. Analisis dilakukan menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk memahami bagaimana nilai-nilai spiritual dikonstruksikan dan disampaikan melalui media film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Lintang merepresentasikan nilai zuhud melalui kesederhanaan hidup, ketidakterikatan pada materi, serta semangat menuntut ilmu di tengah keterbatasan ekonomi. Sementara itu, tokoh Bu Mus merepresentasikan nilai kesabaran melalui keteguhan, keikhlasan, dan dedikasinya dalam mendidik murid-murid meskipun menghadapi berbagai tantangan. Nilai-nilai tersebut ditampilkan tidak hanya melalui dialog, tetapi juga melalui unsur visual dan naratif yang memperkuat makna moral dan spiritualnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Laskar Pelangi berfungsi sebagai media edukatif yang mengandung nilai-nilai akhlak Islam serta menunjukkan relevansi zuhud dan kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan sosial dan pribadi.References
Febriani, S. R., Taufik, C. M., Kebangsaan, U., Indonesia, R., Kebangsaan, U., & Indonesia, R. (2025). Menghidupkan Kembali Jiwa Yang Sudah Mati : 3(1), 1–10.
Fitzpatrick, H. A., & Senoprabowo, A. (2024). Analisis Komponen Visual Dasar Sinematografi Dalam Film “Everything Everywhere All At Once.” MAVIB Journal, 5(1), 14–28. https://doi.org/10.33050/mavib.v5i1.2802
Jufriyanto, Minan, J., & Kun, W. (2025). CULTURAL COMMUNICATION PERSPECTIVE ON EDUCATIONAL TRANSFORMATION: A CRITICAL STUDY BASED ON REPRESENTATION THEORY STUART HALL.
Leliana, I., Ronda, M., & Lusianawati, H. (2021). Representasi Pesan Moral Dalam Film Tilik (Analisis Semiotik Roland Barthes). Cakrawala - Jurnal Humaniora, 21(2), 142–156. https://doi.org/10.31294/jc.v21i2.11302
Ludmila, N., Anisti, & Mutiah, T. (2025). Makna Denotasi, Konotasi, dan Mitos dalam Film Dokumenter “Desa Wae Rebo.” https://doi.org/10.55606/jutiti.v5i2.5524
Lutfiah, N., Nirmala, F. T., & Sa’adah, N. A. (2024). Nilai Moral Tokoh Utama pada Film Rumah Masa Depan Karya Danial Rifki dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jupensal, 1(2), 222–233. https://journalwbl.com/index.php/jupensal/article/view/184
Prenata, A. (2025). ANALISIS REPRESENTASI NILAI SOSIAL DALAM FILM MIRACLE IN CELL NO . 7 VERSI TURKI. 6(2), 323–337.
Rachman, R. (2020). Representasi Dalam Film. In Paradigma Madani (Vol. 7, Number 2, pp. 10–18).
Rangkuti, M. R., & Hidayat, T. (2026). RELEVANSI KONSEP ZUHUD DALAM TASAWUF TERHADAP GAYA HIDUP KONSUMTIF MASYARAKAT MODERN. https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/11689
Resti, A. A., Riya, A. T., & Riska, A. (n.d.). ANALISIS PERBANDINGAN NOVEL DAN FILM “LASKAR PELANGI.
Wiraseptya, T., & Sayuti, M. (2025). 218 | rcf-Indonesia.org SINEMATOGRAFI SEBAGAI REPRESENTASI VISUAL PENYIMPANGAN AGAMA DALAM SERIAL MALAYSIA ‘BIDAAH.’ https://rcf-indonesia.org/jurnal/index.php/jsit/article/view/559