Abstract
Krisis kesehatan mental di kalangan generasi muda terus mengalami eskalasi secara global maupun nasional. Meskipun intervensi konvensional Barat memiliki validitas klinis yang tinggi, pendekatan tersebut cenderung mekanistik karena mengeliminasi dimensi spiritualtransendental. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan formulasi kesehatan mental alternatif berbasis Al-Qur'an melalui studi komparatif antara pendekatan tafsir teo-psikologis dan pendidikan karakter terintegrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan jenis riset kepustakaan (library research) melalui pendekatan tafsir tematik (maudhu'i) kontemporer yang berorientasi pada penggalian makna kontekstual (maghza). Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, secara ontologis, Al-Qur'an memandang gangguan jiwa kontemporer (seperti overthinking dan FOMO) berakar dari penyakit hati ( wahn yang membutuhkan penanganan spiritual ( amrad al-qalb) seperti riyadhatun nafs hasad dan ). Kedua, transformasi psikologis menuju kesehatan mental ideal (nafs almuthmainnah, QS. Al-Fajr: 27-28) dicapai melalui internalisasi nilai otonom dipandu oleh nafs al-lawwamah. Ketiga, konsep sabar dan tawakal berfungsi sebagai rekonstruksi penilaian kognitif (cognitive appraisal) yang efektif dalam meregulasi stres (ibtila'). Keempat, konsistensi akhlak memerlukan penguatan efikasi diri spiritual (spiritual self-efficacy) serta dukungan sinergis dari ekosistem bi'ah shalihah di tingkat mikro (keluarga/kampus) dan makro (masyarakat). Formulasi ini menawarkan paradigma baru yang holistik bagi ketahanan psikologis dan moralitas generasi muda Muslim.References
Nurrohim, Ahmad, Usamah Abdurrahman, Andri Nirwana An, et al. “Perdebatan Kategori Ayat Dakwah
Qs. Ali Imran Ayat 64 Antara Buya Hamka Dan Mufassir Nusantara.”
AL-AFKAR: Journal for
Islamic Studies 7, no. 1 (2024): 189–206. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i1.927.Debate.
Nurrohim, Ahmad, Asda Amatullah, Fathimah Salma Az-Zahra, et al. “Etika Komunikasi Al-Qur’an Dan
Relevansinya Dengan Komunikasi Di Zaman Modern.” Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu AlQuran Dan Tafsir 4, no. 2 (2024): 556–76.
Nurrohim, Ahmad, Andri Nirwana AN, Ilham Jimly Ash-Shiddiqi, et al. “Pelatihan Metode Tajdied
Untuk Peningkatan Membaca Al-Qur’an Siswa Sd Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat.”
Jurnal Pema Tarbiyah 2, no. 1 (2023): 50. https://doi.org/10.30829/pema.v2i1.2361.
Nurrohim, Ahmad, and Ali Vika Nurfitria; Chantika; Noviana. “Takut Ketinggalan Tren: Pandangan AlQur’an Tentang Fomo Anak Muda Zaman Sekarang Dan Implikasi Bagi Pendidikan Karakter
Islami.” Jurnal Pendidikan Tambusai, no. Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus (2025): 22255–61.
Ramadhani, Adinda Riska, Azmithania Andini, and Noor Hana Maulida. “Kesehatan Mental Pada
Remaja Dalam Pandangan Islam.” Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 1, no. 6
(2023): 871–80.
Seligman, M. E., and P. Flourish. “A Visionary New Understanding of Happiness and Well-Being.” New
York 2025, no. 25 (2011): 119.
WHO. “Mental Health of Adolescents.” 2021. https://www.who.int/news-room/factsheets/detail/adolescent-mental-health.
WHO. “World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All.” 2022.
https://www.who.int/publications/i/item/9789240049338.
Widodo, Anton. “Konsep Jiwa Yang Tenang Dalam Surat Al Fajr 27-30.” Jurnal Bimbingan Konseling
Islam 1 (2019): 2
Ahmad Nurrohim, Sovia Dewi Maulita, Veri Dwi Adiningsih, et al. “Peran Agama Terhadap Pengaruh
Kesehatan Mental Pada Mahasiswa: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Surakarta.”
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam 2, no. 1 (2024): 01–16.
https://doi.org/10.61132/karakter.v2i1.351.
Al-ghazali. Ihya Ulumuddin. 1993.
Al-Ghazali, Imam. Keajaiban Hati. Marja, 2024.
Ali, Muhammad. “Hakekat Kepribadian Dalam Psikologi Islam.” Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan
13, no. 01 (2016): 37–50.
Bandura, Albert. Self-Efficacy: The Exercise of Control. Vol. 11. Freeman, 1997.
Deci, Edward, and Richard Ryan. “Self-Determination Theory and the Facilitation of Intrinsic
Motivation, Social Development, and Well-Being.” American Psychologist 55, no. 1 (2000): 68–
78.
Djamaludin, Ancok, and Fuad Nashori Suroso. “Solusi Islam Atas Problem-Problem Psikologi.” Preprint,
Cet. VIII: Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Gabriel, Harnois &. Mental Health and Work: Impact, Issues and Good Practices. Geneva: World Health
Organisation/International Labour Organisation. 2000.
Hidayah, Ma’rifatul. Psikologi Pendidikan Islam: Teoritis Dan Praktis. Garudhawaca, 2018.
KEMENKES. “Remaja Lebih Rentan Depresi, Kemenkes Dorong Generasi Muda Lebih Peduli.” 2026.
https://kemkes.go.id/id/remaja-lebih-rentan-depresi-kemenkes-dorong-generasi-muda-lebihpeduli.
Khoirunnisa, Neila. “Pendidikan Seks Berbasis Al-Qur’an: Konsep, Tahapan Usia, Dan Implementasi Di
Era Digital.” Az-Zaida Jurnal Ilmu Multidisiplin 1, no. 6 (2025): 168–85.
Koenig, Harold G. “Religion, Spirituality, and Health: The Research and Clinical Implications.” ISRN
Psychiatry 2012 (2012): 1–33. https://doi.org/10.5402/2012/278730.
Lazarus, Richard. Stress, Appraisal, and Coping. Vol. 445. Springer, 1984.
Najati, M. U. Ilmu Jiwa Dalam Al Qur’an: Pustaka Azzam. Pustaka Azzam, 2004.
Nurrohim, Ahmad. “Antara Kesehatan Mental Dan Pendidikan Karakter: Pandangan Keislaman
Terintegrasi.” Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education I, no. 2 (2016): 273–302.
https://doi.org/10.18326/attarbiyah.v1i2.273-302.
Nurrohim, Ahmad. “Pendidikan Karakter Di Era Global: Refleksi Terhadap Surah Luqman Ayat 12–19.”
Jurnal Pendidikan Tambusai, no. Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus (2025): 22370–74.