Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep cahaya dalam Surah An-Nur ayat 35 melalui studi komparatif antara Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Mishbah. Ayat An-Nur merupakan salah satu ayat yang memiliki makna mendalam tentang cahaya Allah sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran konsep cahaya menurut kedua mufassir serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran yang mereka gunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan komparatif terhadap sumber-sumber tafsir yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir menafsirkan cahaya sebagai petunjuk dan hidayah Allah yang menerangi hati orang-orang beriman, dengan penekanan pada riwayat Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para sahabat. Sementara itu, M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah memaknai cahaya secara lebih kontekstual sebagai simbol petunjuk, keimanan, dan nilai-nilai spiritual yang membimbing manusia dalam kehidupan. Persamaan keduanya terletak pada pemahaman bahwa cahaya merupakan bentuk petunjuk Allah, sedangkan perbedaannya tampak pada pendekatan dan corak penafsiran yang digunakan dalam menjelaskan makna ayat.References
Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Barbasis Al Qur’an, (Jakarta: Rajawali Pers,
2012), h. 1 Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir (Jakarta: Gema Insani, 2014), Vol. 15, hlm. 5
Chabib Thoha, kopita selekta pendidikan islam, (Yogyakarta: Pustaka pelajar offset,
1996), hal 17
H.A. Ludjito, dkk, Reformasi Filsafat Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
1996), hal 285.
Hanna Djumhana Bastaman, Integrasi psikologis dengan islam, menuju psikologis islami,
(Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2001), hal 17-18
Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Barbasis Al Qur’an, (Jakarta: Rajawali Pers,
2012), h. 1
Asma Hasan Fahmi, Sejarah dan Filsafat Pendidikan, ter. Ibrahim Hasan, (Jakarta: Bulan
Bintang, 1979),
Anton Ramdan, Jurnalistik Islam (Shahara Digital Publishing, tt), 24
Hamka, Tafsir Al-Azhar, JUZ XXX, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), 216
Sayyid Quthb, Fi Dzilal al-Qur‟an, Jilid. 6, (Beirut: Dar Asy-Syuruq, 1412 H), 3938
Mustolehuddin,”Tradisi baca tulis dalam Islam : Kajian tearhadap teks al-Qur’an
surah Al’Alaq ayat 1-5”Analisa,01 (Januari-Juni 2011). 145
Muhammad Fuad Abd al-Baqi, al-mu’jam al-mufarhas li al-Fadz al-Qur’an al
karim(kairo)
Ridha Wahidi, “Pola-pola Penguunaan kata isim dan fi’il dalam al-Qur’an”, 259 Dalam al-Qur’an ditulisالقرآن
Kata asbabal-nuzul terdiri atas kata asbab dan al-Nuzul. Kata asbab adalah katajamak dari katamufrad(tunggal) yaitu sabab yang secara etimologis berarti sebab, alasan, illat(dasar logis), perantaraan, wasilah, pendorong (motivasi), tali kehidupan, persahabatan, hubungan kekeluargaan, kerabat, asal, sumber, dan jalan. Sedangkan yang dimaksud nuzul adalah penurunan al-Qur’an darI Allah swt, kepada Nabi Muhammad saw, melalui perantaraan malaikat jibril. Secara istilah asbab al-Nuzul berarti sebab-sebab turunnya al-Qur’an. Lihat Amin Suma, Ulumul Qur’an, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013), 204.
Secara harfiah, kata munasabah berarti perhubungan, pertalian, peraturan,
persesuaian, kecocokan dan kepantasan. Kata al-munasabah adalah sinonim (mufradif) muqarabah dan al-masyakalah, yang masing-masing berarti berdekatan dan persamaan. Adapun pengertian harfiah nya tersebut adalah segi-segi hubungan atau persesuaian al-Qur’an antara bagian demi bagian dalam berbagai bentuknya. Lihat Amin Suma, Ulumul Qur’an, 237
AL-Ima>m Badr al-Di>n Muhammad Ibnu ‘Abdilla>h al-Zarkashi>, al-Burha>nfi’Ulu>m al-Qur’a>nn (Beirul: Da>r al-Fikr, t.t.), 239Ibid
Shubhi as-Shalih, maba>hith fi ulum Al-Qur’an, (Beirut Lubhan : Dar al-‘Ilm li-alMalayin,1998), 132. Ditulis kembali oleh Muhammad Amin Suma, UlumulQur’an, (Jakarta: Raja Grafindo persada, 2013), 205
Jalaluddin As-Suyuthi, Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul, terj. Tim Abdul HayyY(Jakarta: Gema Insani, 2008), 342.
Mohd Rumaizuddin Ghazali, Wahbah Az-zuhaili : Mufassir dan Ahli Fiqh Terkenal
Abadini,http://www.abim.org.my/minda_madani/userinfo.php?uid=4.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015
Ramli Abdul Wahid, http://ramliaw.wordpress.com.archive.html Diakses pada tanggal
10 Oktober 2015
TetehUlly,”Tafsirkontemporer”, http://tehuli.blogspot.com.archive.html Diakses pada
tangal 10 Oktober 2015
Firmadani,”Mengenang syaikh Wahbah Az-Zuhaili “,
http://www.firmadani.com.mengenang syaikh wahbah Az-Zuhaili-berpulang.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015
Hidayatullah,”UlamaKontemporer”,http://www.hidayatullah.com.berita.internasional.a
ulama-kontemporer-dunia-syeikh-Wahbah-Zuhaili-berpulang.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2015
Denchiel ,“kajian Tokoh”,
http://denechiel178.blogspot.com.biografi.-singkat-wahbah
zuhaili.html. Di akses pada 10 Oktober tahun 2015
Ramli Abdul Wahid
http://ramliaw.wordpress.com.syeikh-wahbah-zuhaili-ulama
kontemporer..html Diakses pada tangal 10 Oktober tahun 2015
Hidayatullah,”Ulamakontemporer”,http://www.hidayatullah.com.berita.internasional.ra
ulama-kontemporer-dunia-syeikh-wahbah-zuhaili-berpulang.html Diakses pada tanggal 10 Oktober tahun 2015
Wikipedia,http://www.Zuhaily.com/biography.html,&http://tazkiatunnafs.multiply.com.
urnal.item.496&http://ar,Wikipedia.org.html. Dikases pada tanggal 15 Oktober tahun 2015
Teteh Ully.”Tafsir Kontemporer”, http://tehuli.blogspot.com.archive,html: Diakses pada
tanggal 10 Oktober tahun 2015
Denchiel,”KajianTokoh”,
http://denchiel178blogspot.com.bografi-singkat-Wahbah
Zuhaili.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober tahun 2015
Wahbah Az-Zuhaili , tafsir Al-munir fi Al-aqidah wa Al-syar’iyyah wa Al-manhaz.juz 30
,(Beirut: Dar al-Fikr,1998), h 484
Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islamy wa Adillatuhu.juz 1(Beirut: Dar al-Fikr, 1997),
Cet ke-4 h,23
Dahlan, Abdul Aziz, Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta:PT. Ichitar Baru Van
Hoeve),,Cet ke-1 h,1890
Latjah Batshul Masail “Wahbah Az-Zuhaili dan Ushul Fiqh dan Islaminya”,
http://Ibm.Iroboyo.net/Wahbah-al-Zuhaili-dan-ushul-al-fiqh-al-islamiyah-/.html. Diakses pada tanggal 12 Oktober tahun 2015
Wahbah Az-Zuhaili, Ushul Al-Fiqh Al-Islamy,juz 1,(Damsyiq: Dar Al-FIkr, 2005 ), cet
ke-3, h 23.
Denchiel,”KajianTokoh”,Diaksespadatanggal12Oktober
tahun2015datihttp://denchiel178blogspot.com/2010/10/05/biografi-singkat-Wahbah-Zuhaili.html.Ibid, hal. 6-7
Lisa Rahayu, Makna Qaulan dalam al-Qur’ân “Tinjauan Tafsir Tematik Menurut Wahbah al-Zuhailî”. Hal.32
Wahbah al-Zuhailî, Tafsir al-Munir fi al-„Aqidah wa al-Syari‟ah wa al-Manhaj, Kata
pengantar terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk, Jilid, I, (Jakarta: Gema Insani, 2013), hal. xiii-xivIbid, Kata Pengantar, hal. Xvi
Wahbah al-Zuhailî, Tafsîr al-Munîr fî al-„Aqidah wa al-Syari‟ah wa al-Manhaj, hal. i-iiIbid
Umar Shihab, Kontekstualisasi Al-Qur’an Kajian Tematik Atas Ayat-Ayat Hukum dan Al-Qur’an (Jakarta: Paramadina, 2005) 3.
Dr. H. U Syafrudin, Paradigma Tafsir Tekstual dan Kontekstual.Usaha Memaknai Kembali Pesan Al-Qur‟an (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 31-37Ibid.,44
Yunahar Ilyas, Kuliah Akhlaq ( Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 1999) 99
Sudariyah, “Membaca dalam Perspektif Al-Qur’an”, (Skripsi: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015), h. 3. Yaitu terletak pada: Surat an-Naḥl: 98, al-Jinn: 1, asy-Syurā: 7, ar-Raʿd: 31, al-Burǔj: 21, alWāqi’ah: 77, al-Insān: 23, al-ḥasyar: 21, ar-Raḥmān: 2, al-Qamar: 17, 22, 32, 40, Qaf: 1, 45, Muhammad: 24, al-Ahqāf: 29, az-Zukhrǔf: 3, 31, Fuṣṣilat: 3, 26, 44, al-Isra’: 14, 45, 71, 93, 106, 9, 41, 45 (kata al-Qur’an), 47, 60, 78, 82, 88, 89, al-Qiyāmah: 18, 17, al-Syuʿara’: 199, Yǔnus: 94, 15, 37, 61, al-‘Alaq: 1, 3, al-Hāqqah: 19, al-Muzammil: 4, 20, al-A’rāf: 204, al-Insyiqāq: 21, alA’la: 6, al-Baqarah: 185, 228, an-Nisā’: 82, al-Māidah: 101, al-Anʿam: 19, at-Taubah: 111, Yǔsuf: 3, al-Hijr: 1, 87, 91, Tāha: 2, 114, al-Furqān: 30, 32, an-Naml: 1,6, 72, 92, al-Qaṣaṣ: 85, ar-Rǔm: 58, Sabā’: 31, Yāsin: 2, 69, ṣad: 1, az-Zumar: 27, 28. Lihat Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, alMuʿjam al-Mufahrās li al-Fādz al-Qur’an, (Mesir: Dar al-Qutub, 1939), h. 539-540Terletak pada: surat asy-Syamsu: 2, Yǔnus: 15, 16, 61, 71, al-Anʿam: 151, al-Kahfi: 27, 83, alNamlu: 92, al-Baqarah: 102, 44, 121, 252, 129, 151, 113, al-Ra’du: 30, al-Qaṣaṣ: 45, 3, 53, 59, al-‘Ankabǔt: 45, 48, 51, Ali ‘Imrān: 58, 93, 101, 108, 113, 164, al-Jāṡiyah: 6, 8, 25, 31, al-Jum’ah: 2, at-Ṭalāq: 11, al-Bayyinah: 2, al-Haj: 30, 72, Fāṭir: 29, az-Zumar: 71, Hǔd: 17, al-Māidah: 1, 27, alA’rāf: 175, asy-Syuʿara’: 69, al-Anfāl: 2, 31, Maryam: 58, 73, al-Mu’minǔn: 66, 105, Luqmān: 7, Sabā’: 43, al-Ahqāf: 7, al-Qalam: 15, al-Muṭaffifȋn: 13, an-Nisā’: 127, al-Isrā’: 107, al-Ahzāb: 34, as-ṣaffāt: 3.
Lihat Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, al-Mu’jam al-Mufahrās…, h. 155-156 Terletak pada: Surat al-Furqān: 32 dan surat al-Muzzammil: 4. Lihat Muhammad Fu’ad Abd alBaqi, al-Mu’jam al-Mufahrās…, h. 300.
Siti Nuradni Adzkiah, “Studi tentang Tarāduf dalam Al-Qur’an”, (Skripsi: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019), h. 5.
Masbukin, “Kemukjizatan Al-Qur’an,” Jurnal Pemikiran Islam 37, no. 2, (Desember, 2012), h. 172
Moch. Yunus, “Kajian Tafsir Munir Karya Wahbah Zuhaili”, Jurnal Humanistika, Vol. 4, No. 2, (Juni, 2018), h. 63.
Andy Hariyono, “Analisis Metode Tafsir Wahbah Zuhaili dalam Kitab Al-Munir”, Jurnal AlDirayah, Vol. 1, No. 1, (Mei, 2018), h. 21Wahbah al-Zuhaili, loc.cit., hlm. 316
Muhammad Nawawi Al-Jawi, Tafsir An-Nawawi, (Beirut: Dar Al-Fikr, 1980), hlm. 454
M. Quraish Shihab, Tafsir ...,volume 9. loc.cit., hlm. 164.
M. Ali Ashobuni, Sofwah at-Tafasir, Juz.3, (Beirut: Dar al-Fikr, T.th), hlm. 581
M. Quraish Shihab, Membumikan Alqur’an Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 1992), h. 236
M. Quraish Shihab, Op. Cit, h. 263
Ahmad Warson Munawwir, Al-Munawwir: Kamus Arab-Indonesia, 1153.
Quraisy Shihab, Tafsir Al-Misbah Vol. 15, (Jakarta: Lentera hati, 2002), 463.
Ibid, 242
Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir Jilid 15, (Jakarta: Gema Insani, 2014), 67
Suardi Syam, “Metode Belajar dalam Alquran”, Potensia,loc.cit
M. Qurasih Shihab, Tafsir Al-Misbah, Jilid XV, op.cit., h 454.
Ibid
Ibnu Hajar Al Asqalani, Fathul Baari, op.cit., h. 573
Ibid., h. 456
M. Qurasih Shihab, Tafsir Al-Qur’an Al-Karim, (Bandung: Pustaka Hidayah, 1997), h
Aidh Al-Qarni, Tafsir Muyaassar, (Jakarta: Qisthi Press, 2007), Jilid IV, h. 632
M. Quraish shihab, Membumikan Al-Qur’an, op.cit., h. 263
Imam Jalaluddin Al-Mahalliy dan Imam Jalaluddin As-Syuyuthi, Terjemah Tafsir Jalalain Berikut Asbaabun Nuzul, loc.cit.
Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, (Semarang: Toha Putra, 1993), Jilid XXX, h. 347
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Jilid XV, op.cit., h 461
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Quran Al-karim, op.cit., h. 93Ibid.Ibid., h. 94
Kutbuddin Aibak, Teologi Pembacaan Dari Tradisi Pembacaan Paganis Menuju Rabbani, op.cit., h. 53-54
Fathurrahman, Fathurrahman, op.cit. h. 181
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Quran Al-karim, op.cit., h 95
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Jilid XV, op.cit., h. 462
M. Qurasih Shihab, Membumikan al-Qur’an, op.cit., h. 265
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, op.cit., h. 721
M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Jilid XV, op.cit., h. 463