METODE PEMBELAJARAN AKTIF DALAM PEMBINAAN MTQ DI BAPQAH SIKA
PDF

Keywords

Active Learning
Pembelajaran Aktif
Pembinaan MTQ
Tilawah Al-Qur'an
BAPQAH SIKA

How to Cite

METODE PEMBELAJARAN AKTIF DALAM PEMBINAAN MTQ DI BAPQAH SIKA. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(3). https://doi.org/10.2238/1abj5x42

Abstract

Pembinaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas generasi Qur'ani yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an secara baik, benar, dan indah sesuai kaidah ilmu tajwid serta seni tilawah. Keberhasilan pembinaan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang diterapkan oleh pelatih. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah metode pembelajaran aktif (active learning), yaitu suatu pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses belajar sehingga mereka terlibat secara aktif baik secara fisik, intelektual, emosional, maupun spiritual.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran aktif dalam pembinaan MTQ di BAPQAH SIKA, mengidentifikasi bentuk -bentuk aktivitas pembelajaran yang diterapkan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran aktif mampu meningkatkan motivasi, keterampilan tilawah, penguasaan tajwid, pengendalian napas, penguasaan maqamat, dan kepercayaan diri peserta MTQ. Pembelajaran dilakukan melalui praktik langsung, demonstrasi, tutor sebaya, diskusi, evaluasi bersama, simulasi perlombaan, latihan berulang (drill), serta pemberian umpan balik secara berkesinambungan. Faktor pendukung meliputi kompetensi pelatih, semangat peserta, lingkungan yang kondusif, dan dukungan masyarakat. Adapun faktor penghambat antara lain keterbatasan sarana, waktu latihan yang terbatas, serta perbedaan kemampuan peserta.
DOI: https://doi.org/10.2238/1abj5x42
PDF

References

Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Subject. Alexandria, VA: ASCD, 2005.

Arifin, Zainal. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2019.

Bonwell, Charles C., dan James A. Eison. Active Learning: Creating Excitement in the Classroom. Washington, DC: George Washington University, 1991.

Daryanto. Inovasi Pembelajaran Efektif. Bandung: Yrama Widya, 2013.

Djamarah, Syaiful Bahri. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2014.

Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara, 2017.

Hasibuan, J. J., dan Moedjiono. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

Hosnan, M. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia, 2014.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2019.

Majid, Abdul. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2021.

Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.

Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017.

Nata, Abuddin. Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2014.

Nizar, Samsul. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press, 2002.

Nurhadi. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang, 2004.

Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2015.

Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2017.

Sagala, Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, 2017.