IBADAH SEBAGAI PENDEKATAN HOLISTIK DALAM MENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN : TINJAUAN ILMIAH DAN PERSPEKTIF AGAMA
PDF

Keywords

Ibadah
Kesehatan Holistik
Kesehatan Fisik
Kesehatan Mental
Perspektif Agama

How to Cite

IBADAH SEBAGAI PENDEKATAN HOLISTIK DALAM MENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN : TINJAUAN ILMIAH DAN PERSPEKTIF AGAMA. (2026). Tashdiq: Jurnal Kajian Agama Dan Dakwah, 19(3). https://doi.org/10.2238/p5rs8983

Abstract

Kesehatan merupakan aspek mendasar dalam kehidupan manusia yang tidak hanya diartikan sebagai kondisi bebas dari penyakit, melainkan juga mencakup kesejahteraan secara fisik, pikiran, hubungan dengan orang lain, dan hubungan dengan Tuhan. Dalam upaya mencapai kondisi yang seimbang tersebut, pelaksanaan ibadah memiliki peran yang sangat besar dan sering kali tidak disadari manfaatnya secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar peran ibadah sebagai cara untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan memadukan pandangan dari ilmu pengetahuan dan ajaran agama.Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai informasi dari sumber-sumber terpercaya seperti jurnal ilmiah, buku, peraturan pemerintah, dan literatur keagamaan yang relevan. Semua data tersebut kemudian dipelajari, dikelompokkan berdasarkan topik bahasan, dan dianalisis secara sistematis untuk mendapatkan gambaran yang jelas. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa aktivitas ibadah tidak hanya memiliki nilai keagamaan semata, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi tubuh, pikiran, dan lingkungan sekitar. Dari sisi fisik, gerakan-gerakan dalam ibadah dan kebiasaan menjaga kebersihan yang diajarkan dapat membantu menjaga fungsi organ tubuh dan mencegah penyakit. Dari sisi mental dan emosional, pelaksanaan ibadah terbukti mampu mengurangi tekanan hidup, rasa cemas, dan perasaan tidak tenang, sehingga kondisi psikologis menjadi lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antar sesama manusia yang pada akhirnya menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung.Dari sudut pandang agama, menjaga kesehatan dipandang sebagai tanggung jawab yang harus dilakukan sebagai bentuk ketaatan dan perwujudan rasa syukur atas segala nikmat yang diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa ibadah merupakan pendekatan yang tepat dan efektif untuk menjaga kesehatan secara utuh, karena manfaatnya telah terbukti melalui penelitian ilmiah dan sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama. Oleh karena itu, pelaksanaan ibadah secara rutin dan dengan pemahaman yang benar dapat menjadi salah satu cara terbaik untuk menciptakan kesejahteraan yang menyeluruh bagi setiap individu.
DOI: https://doi.org/10.2238/p5rs8983
PDF

References

Afif, M., & Khasanah, U. (2019). Urgensi wudhu dan relevansinya bagi kesehatan (kajian ma’anil hadis) dalam perspektif Imam Musbikin. Riwayah: Jurnal Studi Hadis, 3(2), 215–232. https://doi.org/10.21043/riwayah.v3i2.3746

Aufa, E. S., Firdaus, M. N., & Fadilurrahman, M. A. (2024). Kesehatan sebagai ibadah: Mengapa menjaga tubuh adalah bagian dari keimanan. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 1(4), 48–56. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v1i4.121

Fallah, M., Hosseini, S., & Jafari, H. (2011). The impact of religious practices on psychological well-being among patients with chronic diseases. Journal of Religion and Health, 50(3), 612–621.

Hasan, A., & Rashid, A. (2021). Faith and health: The Islamic view on physical and spiritual well-being. Journal of Religion and Health, 60(4), 987–1002. https://doi.org/10.1007/s10943-021-01234-9

Hasson, R. E. (2019). Effects of physical activity on cardiovascular health in religious practice. Journal of Religion and Health, 58(5), 1695–1710. https://doi.org/10.1007/s10943-018-00745-2

Irwinsyah. (2025). Strategi kesehatan holistik berbasis ibadah ritual dalam perspektif Islam terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup di era modern: Scoping review. Jurnal Studi Keislaman dan Kesehatan, 3(1), 45–58. https://doi.org/10.63822/hbp1vm25

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Buku Panduan Kesehatan dalam Perspektif Ajaran Agama. Pusat Penelitian dan Pengembangan Agama.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Sekretariat Negara RI.

Koenig, H. G., & Al Shohaib, S. (2019). Religiosity and mental health in Islam: Recognition, prevention, and treatment. Dalam Islamophobia and Psychiatry (hlm. 55–65). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-00512-2_5

Laksana, S. D., & Sumaryanti, L. (2023). Hubungan nilai-nilai agama Islam dengan kebiasaan pola hidup sehat. Talimuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 12(2), 156–168. https://doi.org/10.32478/talimuna.v12i2.1396

Musdalifah, R., & Ratrinda, A. (2023). Pengaruh terapi murottal Al-Qur’an terhadap kualitas tidur dan tingkat stres pada mahasiswa. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(11), 2171–2180. https://doi.org/10.31961/mij.v3i11.1452

Nasution, S. S., & Hude, D. (2025). Best practice sehat paripurna berbasis Al-Qur’an. JCS: Journal of Comprehensive Science, 4(4), 1295–1312. https://doi.org/10.59188/jcs.v4i4.3112

Sari, R. P., & Pratama, A. (2024). Tinjauan kesehatan holistik dalam amalan puasa Ramadhan: Perspektif medis dan agama. Jurnal Kesehatan Masyarakat Islam, 7(2), 89–102.

Tualeka, M. W. N. (2022). Manfaat air wudhu dalam perspektif Islam dan kesehatan. Jurnal Kesehatan dan Ilmu Keagamaan, 1(1), 46–60.

Watson, J. (2008). Nursing: The philosophy and science of caring (edisi ke-3). University Press of Colorado.

World Health Organization. (1948). Pembukaan Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia. WHO Press.