PERAN KETEGASAN GURU DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 03 MEDAN

Authors
  • Muthiah Zahrani

    Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
    Author
Keywords:
ketegasan guru, kedisiplinan siswa, pendidikan karakter, tata tertib sekolah, SMA Muhammadiyah 03 Medan.
Abstract
Sikap tegas guru merupakan salah satu unsur penting dalam membentuk kedisiplinan siswa di jenjang SMA, terutama karena pelanggaran tata tertib seperti keterlambatan, atribut yang tidak lengkap, dan ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas masih sering terjadi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana sikap tegas guru diterapkan di sekolah dan bagaimana siswa memaknainya dalam proses pembentukan disiplin di SMA Muhammadiyah 03 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data utama dari wawancara tertulis terhadap dua guru dan dua siswa. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan tinjauan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para informan dapat membedakan ketegasan yang mendidik dari sikap otoriter: ketegasan yang baik dibangun dari konsistensi dalam menjalankan aturan, kejelasan alasan di balik setiap aturan, dan kepedulian terhadap siswa, sedangkan sikap otoriter mengutamakan kehendak sendiri tanpa mempertimbangkan kondisi siswa. Penerapan sanksi yang konsisten mengindikasikan adanya efek jera pada tahap awal, yang kemudian membuka peluang tumbuhnya kesadaran siswa untuk berdisiplin tanpa harus terus-menerus diawasi. Guru yang tegas sekaligus sabar, adil, dan memberi teladan dipandang siswa lebih mudah dipatuhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketegasan guru paling bermanfaat apabila difungsikan sebagai jembatan menuju kesadaran diri siswa, bukan semata-mata sebagai alat menegakkan aturan.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Aziz, I. U. A., & Pasaribu, M. (2023). Upaya peningkatan sikap dan akhlak dalam mata pelajaran agama Islam di sekolah MTs Muhammadiyah Bontorita. Ansiru PAI: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam, 7(2), 310–315.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Baumrind, D. (1966). Effects of authoritative parental control on child behavior. Child Development, 37(4), 887–907. https://doi.org/10.2307/1126611

Faisal, M. (2025). Peran guru bimbingan konseling dalam mengatasi pelanggaran tata tertib pada siswa di SMP Negeri 5 Tanjung Balai. Lokakarya: Journal Research and Education Studies, 4(1), 46–54. https://doi.org/10.30821/lokakarya.v4i1.456311

Habib, H., & Ermita. (2023). Pembinaan disiplin siswa oleh guru di SMKN 2 Bukittinggi. Journal of Educational Administration and Leadership, 3(3). http://jeal.ppj.unp.ac.id/index.php/jeal/article/download/250/225/12

Harianto, R. P., Zakiah, L., & Sumantri, M. S. (2024). Tingkat kedisiplinan belajar terhadap prestasi belajar siswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 165–172.

Hoirunnisa. (2024, 30 Desember). JPPI: 2024, kekerasan di lingkungan pendidikan melonjak lebih dari 100 persen. KBR. https://kbr.id/articles/indeks/jppi-2024-kekerasan-di-lingkungan-pendidikan-melonjak-lebih-dari-100-persen

Husnun, A. R., Afrinaldi, Aprison, W., & Yarni, L. (2023). Pengaruh pemberian ganjaran dan hukuman terhadap kedisiplinan siswa SDN 19 Aur Tajungkang Tengah Sawah Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 4757–4763.

Kusumastuti, F. R. R., Mutmainah, Al-Fikriah, N. A. F., & Surani, D. (2024). Penerapan keteladanan guru dalam peningkatan kedisiplinan siswa. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 7766–7772. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.13560

Mulyasa, E. (2017). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Remaja Rosdakarya.

Rajab, Q., & Siddiq, R. S. S. (2026). Sikap guru terhadap siswa pelanggar aturan sekolah di SMA Negeri 1 Kecamatan Dayun. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 13(7), 1708–1713.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68

Serliyani, D., & Ernawati. (2025). Persepsi siswa terhadap kebijakan tata tertib sekolah dalam menangani kasus pelanggaran di MA Nurul Karomah Galis Bangkalan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 367–374.

Skinner, B. F. (1953). Science and human behavior. Macmillan.

Trisnawati, D. D. (2013). Membangun disiplin dan tanggung jawab siswa SMA Khadijah Surabaya melalui implementasi tata tertib sekolah. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 2(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraan/article/download/2658/1587

Tu’u, T. (2004). Peran disiplin pada perilaku dan prestasi siswa. Grasindo.

Utomo, S. B., & Nursalim, M. (2019). Pelanggaran tata tertib sekolah siswa kelas X SMA Negeri 1 Menganti serta penanganannya oleh guru bimbingan dan konseling. Jurnal BK UNESA, 10(2).

Widodo, H., Heni, N., & Apif, M. T. (2020). Peranan guru agama dalam membina kedisiplinan siswa di sekolah melalui keteladanan guru pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Padang Tualang tahun pelajaran 2019/2020. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling, 10(2), 135–146.

Cover Image
Downloads
Published
2026-09-30
Section
Articles

How to Cite

PERAN KETEGASAN GURU DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 03 MEDAN. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(10). https://journal.cib.institute/index.php/sindoro/article/view/4677

Similar Articles

41-50 of 398

You may also start an advanced similarity search for this article.