VISUALISASI FENOMENA CHILD GROOMING MELALUI PENCIPTAAN SENI LUKIS MIXED MEDIA

Authors
  • Putri Andriani

    Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta
    Author
Keywords:
Child grooming, research-led practice, seni lukis mixed media, seni kontemporer
Abstract
Child grooming merupakan proses manipulasi bertahap yang dilakukan orang dewasa melalui pembentukan kedekatan emosional dan kepercayaan anak untuk tujuan eksploitasi. Penciptaan karya ini bertujuan merepresentasikan ancaman Child grooming, trauma, dan proses pemulihan penyintas melalui seni lukis mixed media. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan research-led practice. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi, wawancara dengan psikolog klinis anak dan remaja serta dua penyintas yang dianonimkan, kuesioner penyintas, pengalaman personal perupa, eksplorasi studio, dokumentasi, dan validasi seniman kontemporer. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grooming banyak beroperasi melalui figur yang telah dikenal, perhatian, hadiah, percakapan privat, rahasia, serta kontrol emosional yang perlahan mengubah rasa aman menjadi keterikatan dan trauma. Temuan tersebut diterjemahkan ke dalam karya The Art of Becoming Whole (2026) berukuran 100 × 120 cm. Figur cerah, kain merah, jahitan, tali, dan simbol personal digunakan sebagai metafora ingatan traumatis, manipulasi, luka, penerimaan diri, dan pemulihan. Karya memadukan cat minyak, kain, benang wol, layering, glazing, dan jahit serta berfungsi sebagai media ekspresi, edukasi, refleksi, dan kritik sosial.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Arvinda, S., & Moerdisuroso, I. (2022). Penderitaan dalam karya seni instalasi. Qualia: Jurnal Ilmiah Edukasi Seni Rupa dan Bu daya Visual, 2(1), 13–18. DOI: https://doi.org/10.21009/qualia.21.3

Aspers, P., & Corte, U. (2019). What is qualitative in qualitative research? Qualitative Sociology, 42, 139–160. DOI: https://doi.org/10.1007/s11133-019-9413-7.

Ayling-Smith, B. (2023). Introduction: Textiles and trauma. Textile, 21(2), 406–408. DOI: https://doi.org/10.1080/14759756.2022.2065825

Azijah, S. M. N., & Asriani, D. D. (2023). Social reactions toward online disclosure of sexual violence. JSW: Jurnal Sosiologi Walisongo, 7(2), 173–190. DOI: https://doi.org/10.21580/jsw.2023.7.2.17197

Batty, C., & Zalipour, A. (2024). Research, practice, knowledge: Introducing the creative knowledges enabling framework. Media Practice and Education. Advance online publication. DOI: https://doi.org/10.1080/25741136.2024.2384686

Campbell, M., Decker, K. P., Kruk, K., & Deaver, S. P. (2016). Art therapy and cognitive processing therapy for combat-related PTSD: A randomized controlled trial. Art Therapy, 33(4), 169–177.

Candy, L., & Edmonds, E. A. (2018). Practice-based research in the creative arts: Foundations and futures from the front line. Leonardo, 51(1), 63–69. DOI: https://doi.org/10.1162/LEON_a_01471

Chandler, D. (2022). Semiotics: The basics (4th ed.). Routledge.

Craven, S., Brown, S., & Gilchrist, E. (2006). Sexual grooming of children: Review of literature and theoretical considerations. Journal of Sexual Aggression, 12(3), 287–299. DOI: https://doi.org/10.1080/13552600601069414

Engelbrecht, A., & Jobson, L. (2020). Self-concept, post-traumatic self-appraisals and post-traumatic psychological adjustment: What are the relationships? Behavioural and Cognitive Psychotherap y, 48(4), 463–480. DOI: https://doi.org/10.1017/S1352465820000156

Fadli, R. (2022, September 28). Mengenal Child grooming dan dampaknya pada anak. Halodoc.

Harrisson, E. (2023). Trauma memory in stitch, sound and word: From the Troubles and conflict to reconciliation and peace. Textile, 21(2), 525–539. DOI: https://doi.org/10.1080/14759756.2022.2038985

Hastuti, M. S. (2014). Pendidikan seksual anak di TK dan SD: Sebuah interaksi pelayanan bimbingan.

Jeglic, E. L., Winters, G. M., & Johnson, B. N. (2023). Identification of red flag child sexual grooming behaviors. Child Abus e & Neglect, 136, 105998. DOI: https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2022.105998

Mulyana, R. A., Puspitasari, R., & Fatimah, S. S. (2022). Penanaman perilaku asertif pada anak usia dini sebagai tindak preventif Child grooming. Wisdom: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 142–158.

Ostrofsky, J., Kozbelt, A., & Seidel, A. (2012). Perceptual constancies and visual selection as predictors of realistic drawing skill. Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts, 6(2), 124–136. DOI: https://doi.org/10.1037/a0026384

Ramadhani, C. C. (2017). Penyadaran berekspresi dalam estetika seni rupa kontemporer. Seminar Nasional Seni dan Desain 2017, 139–146. State University of Surabaya.

Salamor, A. M., Mahmud, A. N. F., Corputty, P., & Salamor, Y. B. (2020). Child grooming sebagai bentuk pelecehan seksual anak melalui aplikasi permainan daring. SASI, 26(4), 490–502. DOI: https://doi.org/10.47268/sasi.v26i4.394

Smith, T. (2006). Contemporary art and contemporaneity. Critical Inquiry, 32(4), 681–707. DOI: https://doi.org/10.1086/508086

Sumarni, L. (2024). Kasus Child grooming dalam dunia pendidikan: Apa yang bisa dilakukan? Kompas.com.

Cover Image
Downloads
Published
2026-08-30
Section
Articles

How to Cite

VISUALISASI FENOMENA CHILD GROOMING MELALUI PENCIPTAAN SENI LUKIS MIXED MEDIA. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(9). https://journal.cib.institute/index.php/sindoro/article/view/3618

Similar Articles

1-10 of 243

You may also start an advanced similarity search for this article.