PERCERAIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN IMAN ANAK DALAM KELUARGA KRISTEN

Authors
  • Puspita Sari Octori Pasaribu

    Universitas HKBP Nommensen Medan
    Author
  • Nurliani Siregar

    Universitas HKBP Nommensen Medan
    Author
Keywords:
perceraian, pendidikan iman, keluarga Kristen, anak, Pendidikan Agama Kristen
Abstract
Perceraian merupakan salah satu persoalan keluarga yang terus meningkat dan memberikan dampak yang kompleks terhadap kehidupan anak, tidak hanya pada aspek psikologis dan sosial, tetapi juga terhadap pendidikan iman dalam keluarga Kristen. Keluarga sebagai lembaga pertama yang ditetapkan Allah memiliki tanggung jawab utama dalam menanamkan nilai-nilai iman kepada anak. Ketika perceraian terjadi, fungsi keluarga sebagai pusat pendidikan iman sering kali mengalami gangguan sehingga memengaruhi pertumbuhan spiritual anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perceraian dalam keluarga Kristen, mengkaji dampaknya terhadap pendidikan iman anak, serta menjelaskan peran orang tua, gereja, dan Pendidikan Agama Kristen dalam mendukung pertumbuhan iman anak pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui studi terhadap Alkitab, buku-buku Pendidikan Agama Kristen, psikologi perkembangan, pastoral, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian berdampak pada terganggunya kondisi emosional anak, menurunnya intensitas pendidikan iman dalam keluarga, berkurangnya keterlibatan anak dalam aktivitas gerejawi, serta munculnya pergumulan dalam memahami kasih dan pemeliharaan Allah. Meskipun demikian, dampak tersebut dapat diminimalkan melalui kerja sama yang berkesinambungan antara orang tua, gereja, dan lembaga Pendidikan Agama Kristen dalam memberikan pendampingan rohani, konseling pastoral, keteladanan hidup, dan pembinaan iman secara konsisten. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi ketiga unsur tersebut merupakan faktor penting dalam menjaga pertumbuhan iman anak sehingga mereka tetap memiliki karakter Kristiani dan pengharapan di tengah perubahan kondisi keluarga.
Downloads
Download data is not yet available.
References

Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2012). Psikologi praktis: Anak, remaja, dan keluarga. BPK Gunung Mulia.

Homrighausen, E. G., & Enklaar, I. H. (2015). Pendidikan Agama Kristen. BPK Gunung Mulia.

Hurlock, E. B. (2017). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.

Lembaga Alkitab Indonesia. (2015). Alkitab Terjemahan Baru. Lembaga Alkitab Indonesia.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Sidjabat, B. S. (2011). Membangun pribadi unggul: Suatu pendekatan teologis terhadap pendidikan karakter. Andi Offset.

Sidjabat, B. S. (2018). Membesarkan anak dengan kreatif: Pandangan pendidikan Kristen. Andi Offset.

Sudarsono. (2010). Kenakalan remaja: Perspektif sosial dan pendidikan. Rineka Cipta. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Cover Image
Downloads
Published
2026-07-18
Section
Articles

How to Cite

PERCERAIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENDIDIKAN IMAN ANAK DALAM KELUARGA KRISTEN. (2026). Sindoro: Cendikia Pendidikan, 18(8). https://doi.org/10.2238/4dq87s57

Similar Articles

61-70 of 313

You may also start an advanced similarity search for this article.