Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

HUBUNGAN UNSAFE ACTION, UNSAFE CONDITION, DAN PENGAWASAN K3 DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA

Abstract

Work accidents remain a significant problem in the industrial sector, often leading to injuries, economic losses, and decreased productivity. Most work accidents are triggered by unsafe human behavior, hazardous working environments, and weak supervision. This study aims to analyze the relationship between unsafe actions, unsafe conditions, and Occupational Health and Safety (OHS) supervision with the incidence of work accidents among workers. This quantitative study used a cross-sectional design. Data were collected through questionnaires and field observations from a sample of 120 production workers selected using simple random sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-square test). The results showed that there was a significant relationship between unsafe action (p = 0.002), unsafe condition (p = 0.015), and OHS supervision (p = 0.001) with the incidence of work accidentWeak supervision and high unsafe behavior are the dominant factors increasing work accidents. Companies need to improve OHS supervision and provide regular safety training to minimize unsafe actions and conditions in the workplace. Kecelakaan kerja masih menjadi masalah signifikan di sektor industri yang berdampak pada cedera, kerugian ekonomi, hingga penurunan produktivitas. Sebagian besar kecelakaan kerja dipicu oleh perilaku manusia yang tidak aman, kondisi lingkungan kerja yang berbahaya, serta pengawasan yang lemah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara unsafe action, unsafe condition, dan pengawasan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi lapangan terhadap 120 pekerja bagian produksi yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat (Chi-square test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara unsafe action (p = 0.002), unsafe condition (p = 0.015), dan pengawasan K3 (p = 0.001) dengan kejadian kecelakaan kerja. Pengawasan yang lemah dan tingginya perilaku tidak aman menjadi faktor dominan yang meningkatkan kecelakaan kerja. Perusahaan perlu meningkatkan pengawasan K3 serta memberikan pelatihan keselamatan secara berkala guna meminimalkan unsafe action dan unsafe condition di tempat kerja.

Keywords

Work accidents, OHS supervision, unsafe action, unsafe condition, Kecelakaan kerja, pengawasan K3

PDF

References

  1. Afifah, N., & Sari, M. (2025). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Konstruksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 12(1),78–89. https://jurnal.unar.ac.id/index.php/health/article/download/2046/1213
  2. Andriani, F., & Sitorus, M. (2024). Hubungan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) dan Kondisi Tidak Aman (Unsafe Condition) dengan Kecelakaan Kerja pada Pekerja Konstruksi. Journal of Health Science and Safety Engineering, 4(1), 12–25. https://jshee.ppns.ac.id/index.php/JSHEE/article/download/61/48
  3. Kurniawan, A. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bagian Produksi. Jurnal Publikasi Kesehatan Untad, 9(2), 115–123. https://repository.untad.ac.id/id/eprint/112703/
  4. Nasution, S. H., & Siregar, R. (2023). Pengaruh Pengawasan K3 dan Lingkungan Kerja terhadap Keselamatan Kerja Karyawan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2740–2748. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/download/43393/27460
  5. Putri, I. D. N. Z., Nurullita, U., & Harahap, Z. A. (2025). Hubungan Unsafe Action, Unsafe Condition, dan Pengawasan dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Pada Pekerja di Industri Furniture. UNIMUS Web Conferences, 8, 50–62. https://doi.org/10.26714/uwc.v8.50-62.2025
  6. Ruznaiza, E. (2021). Analisis Hubungan Unsafe Action dan Unsafe Condition dengan Kecelakaan Kerja Sektor Manufaktur. Jurnal Manajemen Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik, 7(1), 45–54. http://eprints.umg.ac.id/12533/1/JURNAL%20EMYLIA%20RUZNAIZA.pdf
  7. Saputra, W., & Wijaya, C. (2024). The Impact of OHS Supervision and Worker Behavior on Industrial Work Accidents. Public Health and Safety International Journal, 3(2), 98–109. https://mand- ycmm.org/index.php/phasij/article/download/1103/1100/3831

Similar Articles

51-60 of 143

You may also start an advanced similarity search for this article.