Petani dengan Ulkus Kornea dengan Hipopion Okuli Dekstra: Laporan Kasus
Abstract
Ulkus kornea merupakan kondisi patologi dari kornea okular yang ditandai oleh defek ataupun diskontinuitas pada jaringan kornea dan infiltrat supuratif serta berisiko menjadi keadaan darurat okular yang mengancam fungsi penglihatan. Hipopion menunjukkan adanya respons inflamasi intraokular yang dapat menyertai ulkus kornea berat. Laporan kasus ini menyajikan seorang petani laki-laki berusia 77 tahun datang ke Poliklinik Mata RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dengan keluhan utama mata kanan buram sejak 6 minggu sebelum masuk rumah sakit. Keluhan juga disertai dengan adanya bintik putih, mata kemerahan, rasa silau, mengganjal dan berair dengan riwayat kemasukan tanah lumpur saat bekerja di sawah dan penggunaan obat alternatif rebusan daun-daunan. Pada pemeriksaan oftalmologis menunjukkan visus oculi dextra (OD) 1/300, mixed injeksi konjungtiva bulbi, hiperemis pada konjungtiva forniks dan palpebra, kornea keruh terdapat lesi bergaung ukuran 6 mm x 5 mm di sentral berbatas tegas, tidak rata, bentuk irregular, disertai dengan hipopion pada <1/3 kamera okuli anterior. Diagnosis klinis dari ulkus kornea umumnya menjadi dasar untuk memulai pengobatan pada ulkus kornea. Namun, karakteristik klinis yang tidak selalu spesifik dapat menyulitkan dalam identifikasi dari mikroba penyebab ulkus sehingga penatalaksanaannya dapat dimulai dengan terapi empiris berupa antibiotik spektrum luas dan anti jamur. Penatalaksanaan yang tepat dan pemantauan berkala diperlukan untuk mengendalikan infeksi serta mencegah komplikasi dan kehilangan penglihatan permanen.Keywords
Diagnosa, Hipopion, Tatalaksana, Ulkus kornea
References
- 1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman nasional pelayanan klinis: tatalaksana ulkus kornea bakteri. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2025.
- 2. Byrd LB, Gurnani B, Martin N. Corneal ulcer [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan– [updated 2024 Feb 12; cited 2026 Oct 20]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539689/
- 3. Gurnani B, Kaur K. Bacterial keratitis [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan– [updated 2023 Jun 11; cited 2026 Oct 20]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK574509/
- 4. Ting DSJ, Ho CS, Deshmukh R, et al. Infectious keratitis: an update on epidemiology, causative microorganisms, risk factors, and antimicrobial resistance. Eye (Lond). 2021;35:1084-1101. doi:10.1038/s41433-020-01339-3.
- 5. Edwar L, Sitompul R, Susiyanti M, Nora RLD, Aziza Y, Carolina RA, et al. Epidemiology, microbiology, antimicrobial resistance, and outcomes of corneal ulcers: a 10-year retrospective study in Indonesia. Korean J Ophthalmol. 2025. doi:10.3341/kjo.2025.0135
- 6. Alakuş TB, Baykara M. Classification and Determination of Severity of Corneal Ulcer with Vision Transformer Based on the Analysis of Public Image Dataset of Fluorescein-Stained Corneas. Diagnostics (Basel). 2024;14(8):786. doi:10.3390/diagnostics14080786
- 7. Fu L, Jones S. Peripheral ulcerative keratitis [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan– [updated 2024 Oct 29; cited 2026 Oct 20]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK574556/
- 8. Guerrero-Acosta JC, Ortiz-Morales G, Vera-Duarte GR, Navas A, Graue-Hernandez EO, Ramirez-Miranda A. Peripheral Ulcerative Keratitis: Pathogenesis, Diagnosis, and Multimodal Management. J Clin Med. 2026;15(3):1264. doi:10.3390/jcm15031264
- 9. Resti D, Vitresia H, Anggraini FT, Hidayat M, Sauma E. Gambaran faktor risiko pada pasien ulkus kornea infeksi dan derajat keparahan di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2020–2022. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia. 2023;4(4):241-247. doi:10.25077/jikesi.v4i4.1166.
- 10. Winansari MW, Pande Arista Dewi NP, Indah Kencanawati NM. Characteristics of corneal ulcer patients at Bali Mandara Eye Hospital in 2021–2022. Warmadewa Med J. 2023;6(2):57-60. doi:10.22225/wmj.6.2.2023.57-60.
- 11. Makarau E, Prinandita K. Ulkus kornea okular dextra: laporan kasus. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;8(3). doi:10.31004/prepotif.v8i3.37175.
- 12. Shilpy N, Chandra A, Lal H, et al. Demographic and Microbiological Profile of Corneal Ulcers in Eastern India. Cureus. 2024;16(8):e67259. doi:10.7759/cureus.67259
- 13. Donovan C, Arenas E, Ayyala RS, Margo CE, Espana EM. Fungal keratitis: Mechanisms of infection and management strategies. Surv Ophthalmol. 2022;67(3):758-769. doi:10.1016/j.survophthal.2021.08.002