Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

GAMBARAN IMPLEMENTASI SISTEM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) PADA PERAWAT BAGIAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT SANDI KARSA MAKASSAR

Abstract

Perawat bagian rawat inap menghadapi berbagai risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja sehingga implementasi Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) diperlukan untuk memberikan perlindungan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran implementasi K3RS pada perawat bagian rawat inap Rumah Sakit Sandi Karsa Makassar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel sebanyak 45 perawat bagian rawat inap yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Penerapan SOP K3RS berada dalam kategori baik pada 33 responden (73,3%) dan kurang pada 12 responden (26,7%). Pendidikan dan pelatihan K3RS berkategori baik pada 40 responden (88,9%) dan kurang pada lima responden (11,1%). Penggunaan alat pelindung diri berkategori baik pada 35 responden (77,8%) dan kurang pada 10 responden (22,2%). Pelaporan dan investigasi insiden K3 berkategori baik pada 29 responden (64,4%) dan kurang pada 16 responden (35,6%). Implementasi K3RS secara umum telah berjalan dengan baik, terutama pada aspek pendidikan dan pelatihan. Namun, pelaporan dan investigasi insiden merupakan aspek dengan capaian terendah sehingga masih memerlukan penguatan. Rumah sakit perlu meningkatkan supervisi penerapan SOP, menyelenggarakan pelatihan secara berkala, menjamin ketersediaan APD, serta menyediakan sistem pelaporan insiden yang sederhana, aman, dan disertai tindak lanjut.

Keywords

APD, K3RS, pelatihan, pelaporan insiden, SOP

PDF

References

  1. 1. Altruisa, R. O. (2025). Analisis risiko keselamatan kerja perawat menggunakan pendekatan HIRARC di rumah sakit. Jurnal Keperawatan William Booth.
  2. 2. Ardiansyah, A. (2025). Pengetahuan berhubungan dengan implementasi kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit. Malahayati Community Journal.
  3. 3. Cooper, D. (2018). Improving Safety Culture: A Practical Guide. London: Wiley.
  4. 4. Daeli, R. R., Zebua, S., Surya, M., Mendrofa, D., & Baene, E. (2024). Pengaruh Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Tenaga Medis Pada UPTD Puskesmas Afulu. Jurnal Ilmiah Metansi (Manajemen Dan Akuntansi), 7(April), 169–174.
  5. 5. International Labour Organization. (2024). Safety and health at work: Global report 2024. Geneva, Switzerland: ILO.
  6. 6. Justiani, J. (2025). Analisis faktor yang berhubungan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada tenaga kesehatan rumah sakit. Indonesian Health Journal.
  7. 7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
  8. 8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
  9. 9. KemenPAN-RB. (2012). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan. Jakarta: Kementerian PAN dan RB.
  10. 10. Geller, E. S. (2001). The psychology of safety handbook (2nd ed.). CRC Press.
  11. 11. Mangkunegara, A. P. (2021). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  12. 12. Maharani, V. S. (2025). Analisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) pada perawat rumah sakit. Manajemen Rumah Sakit Indonesia.
  13. 13. Mulfiyanti, D. (2024). Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Perawat Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1, 201–2005.
  14. 14. Muthmainnah, M. (2024). Pelaksanaan standar kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit di Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Kota Makassar. Journal of Administrative Health Research.
  15. 15. Nassarudin, M. R., Hardi, I., & Sartika. (2022). Penggunaan Apd Pada Tenaga Kesehatan Di Rumah Sakit Khusus Daerah Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal, 3(5), 980–988.
  16. 16. Nengcy, S. (2025). Analisis program keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit di Rumah Sakit Aisyiyah Kota Padang. Jurnal Ilmu Kesehatan.
  17. 17. Notoatmodjo, S. (2020). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  18. 18. Permata, M. (2024). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada pegawai di rumah sakit. Jurnal Anestesi, 2(3), 108–117.
  19. 19. Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2023). Fundamentals of Nursing (11th ed.). St. Louis, MO: Elsevier.
  20. 20. Prasetyo, A., Nugroho, D., & Rahmawati, N. (2025). Hubungan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja dengan kepatuhan prosedur keselamatan tenaga kesehatan di rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1), 45–53.

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 

Similar Articles

1-10 of 66

You may also start an advanced similarity search for this article.