Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENGGUNAAN ZINC DOSIS RENDAH (5 MG) PADA DIARE ANAK: TINJAUAN BUKTI TERKINI DAN PEDOMAN TERBARU

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan penting pada anak dan dapat menyebabkan kehilangan zat gizi, termasuk zinc, melalui feses serta penurunan asupan makanan. Zinc merupakan mikronutrien esensial yang berperan dalam fungsi imun, pertumbuhan dan diferensiasi sel, serta pemeliharaan fungsi gastrointestinal. Suplementasi zinc telah lama direkomendasikan sebagai terapi tambahan pada diare anak, dengan rekomendasi sebelumnya sebesar 10 mg/hari pada bayi usia <6 bulan dan 20 mg/hari pada anak usia ≥6 bulan. Pada tahun 2024, World Health Organization (WHO) memperbarui rekomendasinya menjadi zinc 5 mg/hari hingga 14 hari pada anak sampai usia 10 tahun dengan diare akut berair atau diare persisten. Perubahan dosis ini didukung oleh bukti klinis yang menunjukkan bahwa zinc 5 mg/hari memiliki efikasi non-inferior dibandingkan 20 mg/hari pada anak usia 6–59 bulan untuk luaran diare yang dievaluasi, termasuk kejadian diare lebih dari 5 hari dan jumlah rata-rata buang air besar. Selain itu, kejadian muntah lebih rendah pada pemberian dosis 5 mg dibandingkan 20 mg. Meta-analisis terbaru juga menunjukkan lebih sedikit kejadian muntah pada dosis rendah dibandingkan dosis tinggi, meskipun bukti perbandingan langsung masih terbatas. Respons terhadap suplementasi zinc dapat dipengaruhi oleh karakteristik anak dan episode diare, termasuk usia dan status gizi, sementara bukti pada kelompok dengan kondisi klinis berat masih terbatas. Oleh karena itu, penggunaan zinc dosis 5 mg/hari merupakan pembaruan rekomendasi yang didukung oleh bukti terkini, tetapi penerapannya tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan bukti dan karakteristik populasi anak.

Keywords

Zinc, Diare Anak, Zinc Dosis Rendah, Diare Akut, Suplementasi Zinc

PDF

References

  1. Ali, A.A., Naqvi, S.K., Hasnain, Z., Zubairi, M.B.A., Sharif, A., Abdus Salam, R., Soofi, S., Ariff, S., Bin Nisar, Y. and Das, J.K. (2024) ‘Zinc supplementation for acute and persistent watery diarrhoea in children: a systematic review and meta-analysis’, Journal of Global Health, 14, p. 04212. doi: 10.7189/jogh.14.04212.
  2. Berni Canani, R., Buccigrossi, V. and Passariello, A. (2011) ‘Mechanisms of action of zinc in acute diarrhea’, Current Opinion in Gastroenterology, 27(1), pp. 8 –12. doi: 10.1097/MOG.0b013e32833fd48a.
  3. Bhatnagar, S. and Natchu, U.C.M. (2004) ‘Zinc in child health and disease’, Indian Journal of Pediatrics, 71(11), pp. 991–995. doi: 10.1007/BF02828114.
  4. Cousins, R.J. (2010) ‘Gastrointestinal factors influencing zinc absorption and homeostasis’, International Journal for Vitamin and Nutrition Research, 80(4–5), pp. 243–248. doi: 10.1024/0300-9831/a000030.
  5. Dhingra, U., Kisenge, R., Sudfeld, C.R., Dhingra, P., Somji, S., Dhingra, R., Goudar, S.S., Saleem, S., Black, R.E., Bose, A., et al. (2020) ‘Lower-dose zinc for childhood diarrhea: a randomized, multicenter trial’, New England Journal of Medicine, 383(13), pp. 1231–1241. doi: 10.1056/NEJMoa1915905.
  6. Galvao, T.F., Thees, M.F.R., Pontes, R.F., Silva, M.T. and Pereira, M.G. (2013) ‘Zinc supplementation for treating diarrhea in children: a systematic review and meta-analysis’, Revista Panamericana de Salud Pública, 33(5), pp. 370 –377. doi: 10.1590/S1020-49892013000500009.
  7. Hambidge, K.M. (1992) ‘Zinc and diarrhea’, Acta Paediatrica, 81(s381), pp. 82–86. doi: 10.1111/j.1651-2227.1992.tb12377.x.
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024) Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  10. King, J.C. (2011) ‘Zinc: an essential but elusive nutrient’, The American Journal of Clinical Nutrition, 94(2), pp. 679S–684S. doi: 10.3945/ajcn.110.005744.
  11. Kulkarni, H., Mamtani, M. and Patel, A. (2012) ‘Roles of zinc in the pathophysiology of acute diarrhea’, Current Infectious Disease Reports, 14(1), pp. 24–32. doi: 10.1007/s11908-011-0222-8.
  12. Lazzerini, M. and Ronfani, L. (2013) ‘Oral zinc for treating diarrhoea in children’, Cochrane Database of Systematic Reviews, (1), CD005436. doi: 10.1002/14651858.CD005436.pub4.
  13. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements (2026) Zinc: Fact Sheet for Health Professionals. Bethesda, MD: National Institutes of Health.
  14. Wapnir, R.A. (2000) ‘Zinc deficiency, malnutrition and the gastrointestinal tract’, The Journal of Nutrition, 130(5), pp. 1388S–1392S. doi: 10.1093/jn/130.5.1388S.
  15. World Health Organization (2023) Zinc supplementation in the management of diarrhoea. Geneva: World Health Organization.
  16. World Health Organization (2024a) Diarrhoeal disease. Geneva: World Health Organization.
  17. World Health Organization (2024b) Guideline on management of pneumonia and diarrhoea in children up to 10 years of age. Geneva: World Health Organization. ISBN 978-92-4-010341-2.

Similar Articles

11-20 of 139

You may also start an advanced similarity search for this article.