FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI RSKDIA PERTIWI MAKASSAR
Abstract
Latar belakang: Kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) sesuai standar minimal enam kali berperan penting dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi, namun masih ada ibu hamil yang belum melakukan kunjungan sesuai anjuran. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di RSKDIA Pertiwi Makassar, mencakup faktor individu, psikologis, sosial, dan lingkungan. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 85 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan accidental sampling; besar sampel dihitung dengan rumus Slovin dari populasi 584 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi buku KIA, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square pada α = 0,05. Hasil: Sebanyak 43 responden (50,6%) patuh dan 42 responden (49,4%) tidak patuh. Usia (p = 0,350), pendidikan (p = 0,165), pengetahuan (p = 0,165), motivasi (p = 0,740), persepsi (p = 0,587), dan dukungan keluarga (p = 0,451) tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Akses pelayanan kesehatan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan signifikan (p < 0,001); 66,0% ibu dengan akses mudah patuh dibandingkan 25,0% ibu dengan akses sulit. Kesimpulan: Akses pelayanan kesehatan merupakan satu-satunya faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kunjungan ANC di RSKDIA Pertiwi Makassar. Peningkatan aksesibilitas layanan, seperti perluasan jam pelayanan dan ANC berbasis komunitas (mobile ANC), disarankan.Keywords
antenatal care, kepatuhan, akses pelayanan kesehatan, ibu hamil
References
- [1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan antenatal terpadu edisi terbaru. Kementerian Kesehatan RI.
- [2] World Health Organization. (2023). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. World Health Organization.
- [3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.
- [4] Barbara, M., & Widiartini, K. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan kunjungan antenatal care pada ibu hamil di Sulawesi Selatan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi Indonesia, 15(2), 112–120.
- [5] Haeruddin, A., & Rusydi, M. (2024). Motivasi ibu hamil dan persepsi manfaat pelayanan ANC terhadap kepatuhan kunjungan kehamilan di Kota Makassar. Jurnal Keperawatan Komunitas dan Maternitas, 8(1), 66–74.
- [6] Mamlukah, S., & Suparman, A. (2025). Dukungan keluarga sebagai faktor dominan terhadap kepatuhan kunjungan antenatal care ibu hamil. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(1), 21–30.
- [7] Fauziah, A., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care: Literatur review. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 127–131.
- [8] Notoatmodjo, S. (2024). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
- [9] Putri, S. D. K., Christiani, N., & Nirmasari, C. (2018). Hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan ANC di Puskesmas Suruh Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan Maternitas, 3(1), 33–41.
- [10] Sari, R. M. (2023). Hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal care. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 10(1), 34–40.
- [11] Andi Palancoi, N., Ihsanul, Y. M., & Nurdin, A. (2021). Hubungan usia, lama pendidikan, pekerjaan, dan paritas ibu dengan tingkat kepatuhan ANC di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis.
- [12] Kurniasari, D., & Dewi, P. R. (2023). Tingkat pendidikan ibu hamil dan hubungannya dengan kepatuhan pemeriksaan antenatal care. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 11(3), 88–95.
- [13] Citrawati, N. K., & Laksmi, I. G. A. P. S. (2021). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang ANC terhadap kunjungan ANC di Puskesmas Tampaksiring II. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 8(2), 19–26.
- [14] Ainun, N., Rahmawati, S., & Hidayani, F. (2024). Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang antenatal care dengan keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan. Jurnal Ilmiah Keperawatan Maternitas, 9(1), 45–53.
- [15] Hardiani, R. S., & Purwanti, A. (2012). Motivasi dan kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil trimester III. Jurnal Keperawatan, 3(2), 183–188.
- [16] Nisaa' Istiqomah, A., & Ariyanti, F. (2022). Hubungan persepsi ibu hamil dengan perilaku pemeriksaan antenatal care selama masa pandemi Covid-19 di Kota Depok tahun 2022. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 133–140.
- [17] Andersen, R. M. (1995). Revisiting the behavioral model and access to medical care: Does it matter? Journal of Health and Social Behavior, 36(1), 1–10.
- [18] Cahyani, I. S. D. (2020). Pemanfaatan pelayanan antenatal care di puskesmas. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 4(1), 76–86.