Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

UJI EFEKTIFITAS TEKNIK PERNAFASAN PURSED LIP BREATHING DENGAN DEEP BREATHING TERHADAP SKOR CAT DAN NILAI SATURASI OKSIGEN PASIEN PPOK

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) masih menjadi masalah kesehatan dunia seiring dengan perkembangan dampak dari polusi lingkungan dan gaya hidup. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) PPOK merupakan salah satu penyebab kematian ketiga di seluruh dunia, menyebabkan 3,23 juta kematian pada tahun 2019. Hampir 90% kematian akibat PPOK pada usia di bawah 70 tahun terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Teknik pernafasan merupakan bagian dari program rehabilitasi untuk paru yang komprehensif, untuk pasien PPOK. Pursed lip breathing merupakan teknik pernafasan yang dapat membantu mengontrol pernafasan. Pursed lip breathing ini dapat meredakan sesak nafas. Teknik deep breathing merupakan teknik pernafasan yang dilakukan dengan cara mengambangkan otot pada diafragma. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain analitik. Rancangan penelitian yang digunakan Two groups pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Sampel yang didapatkan dari Poli Paru Rumah Sakit Umum Haji Medan dan Poli Paru Rumah Sakit Umum Daerah DRS. H. Amri Tambunan sebanyak 78 sampel. Pengambilan data akan dilakukan pada waktu tertentu yang menggunakan data primer yaitu melalui kuesioner CAT Score dan pemeriksaan saturasi oksigen dilakukan selama 4 minggu dengan durasi latihan 30 menit per hari, kemudian hasil pengamatan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji efektivitas dengan uji Mann Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai ρ pursed lip breathing = 0.001 dan deep breathing exercise = 0.001, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh nilai saturasi oksigen dan skor CAT setelah dilakukan latihan pursed lip breathing dan deep breathing exercise. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai mean rank pursed lip breathing =45.72 dan deep breathing exercise = 33.28(ρ=0.009) yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap saturasi oksigen. Dan hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai mean rank pursed lip breathing =52.26 dan deep breathing exercise = 26.90 (ρ=0.009) yang menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap skor CAT. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, nilai mean rank tertinggi menunjukkan bahwa pursed lip breathing lebih efektif dibandingkan dengan deep breathing exercise terhadap saturasi oksigen dan skor CAT pada pasien PPOK.

Keywords

Pursed lip breathing, deep breathing exercise, saturasi oksigen, skor CAT

PDF

References

  1. 1. Prasad B. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD). International Journal of Pharmacy Research & Technology. 2020;10(1):1-5.
  2. 2. Asyrofy A, Arisdiani T, Aspihan M. Karakteristik dan kualitas hidup pasien penyakit paru obstruksi kronik (PPOK). NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan. 2021;7(1):13-21.
  3. 3. Antariksa B, Bakhtiar A, Wiyono WH, et al. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK): pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2023.
  4. 4. Trihono, editor. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2013.
  5. 5. Mertha IM, Putri PYJ, Suardana IK. Pengaruh pemberian deep breathing exercise terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK. Jurnal Gema Keperawatan. 2018;1(1):1-9.
  6. 6. Isnainy CUA, Ayuningtias S. Pengaruh posisi condong ke depan dan terapi pursed lips breathing terhadap derajat sesak napas penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). 2019;13(4):389-395.
  7. 7. Tarigan APS, Juliandi. Pernapasan pursed lip breathing meningkatkan saturasi oksigen penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) derajat II. Jurnal Online Keperawatan Indonesia. 2018;1(2):2-8.
  8. 8. Nguyen JD, Duong H. Pursed-lip breathing. StatPearls Publishing; 2023.
  9. 9. Suyanto S, Al Islami VE. The difference in oxygen saturation values of COPD patients using pursed lip breathing and 6 minutes walk exercise. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health). 2020;4(1):17-22.
  10. 10. Sodikin M, Purwono J, Utami IT, Keperawatan Dharma A, Metro W. Penerapan teknik deep breathing exercise untuk mengatasi sesak napas pada pasien PPOK. Jurnal Cendikia Muda. 2022;2(1).
  11. 11. Safruddin S, Sri Asnaniar W. Pengaruh breathing exercise terhadap level fatigue pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis. 2019.
  12. 12. Iqbal M, Aini DN. Penerapan latihan pursed lips breathing terhadap respiratory rate pada pasien PPOK dengan dyspnea. 2021:1-5.
  13. 13. Wiyono H, Putra PP. Breathing exercise terhadap tingkat kecemasan pasien preoperasi di RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya. Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan. 2021;12(1).
  14. 14. Hall JE. Guyton and Hall textbook of medical physiology. 12th ed. Philadelphia: Elsevier; 2011.
  15. 15. Zulkifli, Mawadaah E, Benita BA, Sulastien H. Pengaruh pursed lip breathing exercise terhadap saturasi oksigen, denyut nadi dan frekuensi pernapasan pada pasien asma bronkial. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ). 2022;10.
  16. 16. Ramadhani S, Purwono J, Utami IT, Dharma AK, Metro W. Penerapan pursed lip breathing terhadap penurunan sesak napas pada pasien penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) di ruang paru RSUD Jend. Ahmad Yani Kota Metro. Jurnal Cendikia Muda. 2022;2(2).
  17. 17. Nuryulia SD, Fatmawati, Yammar. Pengaruh pemberian diaphragmatic breathing exercise terhadap peningkatan saturasi oksigen penderita PPOK di IGD RSUD Lamaddukelleng. Journal of Social Science Research. 2023:1-8.
  18. 18. Syatoto IAF, Bimbingan dan Konseling B, Universitas Negeri Yogyakarta. Pengaruh teknik relaksasi deep breathing terhadap penurunan kecemasan akademik siswa kelas XI. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. 2018;4:435-448.

Similar Articles

31-40 of 68

You may also start an advanced similarity search for this article.