PENGARUH BERKUMUR AIR KELAPA TUA TERHADAP PH SALIVA PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR
Abstract
Saliva merupakan cairan yang kompleks dan dihasilkan oleh kelenjar saliva, dan berfungsi sangat krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem di dalam mulut. Beberapa peran saliva termasuk melumasi jaringan di dalam mulut, melindungi dari dehidrasi serta bertindak sebagai sistem penyangga untuk melindungi mulut dari koloni bakteri berbahaya dan menetralisir kondisi asam di mulut guna mencegah kehancuran enamel. Tingkat keasaman (pH) saliva dalam kondisi normal berkisar antara 6,8 sampai 7,0 yang tergolong netral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur air kelapa tua terhadap pH saliva pada siswa kelas VII SMPN 1 Astambul Kabupaten Banjar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran pH saliva dilakukan sebelum dan sesudah berkumur air kelapa tua sebanyak 15 ml selama 30 detik menggunakan pH meter digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pH saliva sebelum berkumur air kelapa tua sebesar 7,521 dan sesudah berkumur air kelapa tua sebesar 7,641 dengan selisih sebesar 0,12. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh berkumur air kelapa tua terhadap peningkatan pH saliva pada siswa kelas VII SMPN 1 Astambul Kabupaten Banjar. Disarankan agar siswa dan masyarakat menggunakan air kelapa tua sebagai alternatif alami untuk membantu menjaga keseimbangan pH air liur dan kesehatan mulut. Namun, apabila pH saliva telah berada di atas 7, penggunaannya sebaiknya tidak berlebihan agar kestabilan pH tetap terjaga dalam rentang normal.Keywords
Air Kelapa Tua, pH Saliva, Berkumur, Kesehatan Gigi dan Mulut
References
- Abraham Irfan, Y. S. (2022). Desain kuasi eksperimen dalam pendidikan: Literatur. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(3), 2476–2482. https://doi.org/10.36312/jime.v8i3.3800
- Ali, Z., Pahruddin, M., & Santoso, I. (2024). Analisis data penelitian kesehatan. Tahta Media.
- Andayani, R., Noviyandri, P. R., & Husna, A. (2021). The effect of gargling old coconut water (Cocos nucifera L.) on the salivary flow rate and pH in students of SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Advances in Health Sciences Research , 32, 76–80. https://doi.org/10.2991/ahsr.k.210201.017
- Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018: Laporan kesehatan gigi dan mulut. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
- Pandit, S., Pradhan, S., Muchhal, M., Singh, M., & Srivastava, A. (2024). Impact of saliva pH on oral health: A comprehensive analysis. South Eastern European Journal of Public Health, 2024.
- Paramanandana, P. G. A., Prasetya, M. A., & Susanti, D. N. A. (2020). Hubungan volume dan derajat keasaman (pH) saliva terhadap kejadian karies anak usia 7-9 tahun di Sekolah Dasar Negeri 5 Sumerta Denpasar. Bali Dental Journal, 4(1), 44–48. https://doi.org/10.51559/bdj.v4i1.245
- Priyambodo, R. A., & Rahmadani, R. (2020). Pengaruh konsumsi air kelapa (Cocos nucifera) terhadap pH saliva pada masyarakat Desa Watu Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Media Kesehatan Gigi: Politeknik Kesehatan Makassar , 19(1), 1–7. https://doi.org/10.32382/mkg.v19i1.1575
- Ridwan. (2021). Potensi dan kandungan air kelapa tua. (Tinjauan Pustaka / KTI / Skripsi).
- Said, F., Sari, E., & Nuryati, S. (2024). Pengaruh berkumur air kelapa muda jenis genjah entok terhadap pH saliva pada murid SDN. Jurnal Karya Generasi Sehat, 2(2).
- Ulfah, Y. S. A. (2021). The learning evaluation in the pandemic covid-19 towards. Journal of Biology Education Research, 2(1), 28–35.