Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN POLIKLINIK DI PUSKESMAS PENJARINGAN

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Penjaringan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan distribusi variabel penelitian, serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 76 responden (76,0%) mengalami hipertensi. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi meliputi usia (p=0,031), riwayat hipertensi keluarga (p=0,002), kebiasaan merokok (p=0,036), aktivitas olahraga (p=0,040), konsumsi makanan tinggi natrium (p=0,000), konsumsi buah dan sayur (p=0,047), serta tingkat stres (p=0,003). Sementara itu, jenis kelamin (p=0,800), konsumsi alkohol (p=0,962), penyakit penyerta (p=0,202), pekerjaan (p=0,583), status perkawinan (p=0,251), dan pendidikan (p=0,938) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi. Konsumsi makanan tinggi natrium menunjukkan pola paling kuat, dengan proporsi hipertensi mencapai 96,4% pada responden yang sangat sering mengonsumsinya. Pengendalian hipertensi perlu difokuskan pada modifikasi gaya hidup, terutama pembatasan natrium, peningkatan konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, berhenti merokok, serta pengelolaan stres.

Keywords

hipertensi, faktor risiko, natrium, aktivitas fisik, stres, Puskesmas

PDF

References

  1. AHA. (2023). Secondary hypertension and cardiovascular risks. American Heart Association Guidelines, 1–20.
  2. Al-Rawi, M., Setiawan, D., & Putri, L. (2025). Secondary hypertension: Etiology and clinical implications. Journal of Clinical Medicine, 14(3), 115–124.
  3. Andree, A. A., Irawati, L., & Alioes, Y. (2025). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Puskesmas Andalas. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(2), 772–781.
  4. Arradhin, L. A., Fikawati, S., Anwar, K., & Putra, W. K. Y. (2026). Kurang konsumsi buah dan sayur sebagai faktor dominan hipertensi pada dewasa muda usia 25–34 tahun di Jawa Barat: Analisis data sekunder SKI 2023. SAGO: Gizi dan Kesehatan, 7(1), 97–108.
  5. Berek, A., Lestari, H., & Putra, W. (2021). Prevalensi hipertensi di Indonesia: Analisis beban penyakit global. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 5(2), 77–86.
  6. Connelly, P. J., & Delles, C. (2023). Journal of Human Hypertension special issue on sex and gender differences in hypertension. Journal of Human Hypertension.
  7. Filippini, T., Malavolti, M., Whelton, P. K., Vinacur, C., & Vinceti, M. (2023). Alcohol intake and blood pressure levels: A dose-response meta-analysis of nonexperimental cohort studies. Hypertension, 80(5), 1040–1049.
  8. Jang, S., Kim, S. T., Kim, Y. K., & Song, Y. H. (2023). Association of blood pressure and hypertension between parents and offspring: The Korea National Health and Nutrition Examination Survey. Hypertension Research, 46, 368–376.
  9. Kemenkes RI. (2021). Pedoman Teknis Pengukuran Tekanan Darah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  10. Khotimah, N. K., Gani, N. F., Nurhidayah, Musdalifah, & Rasmawati. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Indonesia.
  11. Kurniawan, D., & Agustin, E. (2021). Analisis sebagai keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam penelitian kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan, 7(3), 45–52.
  12. Minarti, M., Wardana, A., Hartati, Y., & Minata, F. (2024). Determinasi karakteristik responden dan lingkungan sosial kejadian hipertensi di UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin tahun 2023. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 254–265.
  13. National Center for Health Statistics. (2024). Hypertension prevalence, awareness, treatment, and control among adults age 18 and older: August 2021–August 2023.
  14. Rahayuni, M. D., Sifai, I. A., & Pramitasari, R. (2024). Faktor yang berhubungan dengan tekanan darah pada masyarakat pekerja di wilayah Desa Penadaran Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Journal Occupational Health Hygiene and Safety, 2(1), 222–236.
  15. Rahmawati, I., & Santoso, D. (2023). Perubahan fungsi ginjal akibat hipertensi kronik. Indonesian Journal of Nephrology, 12(1), 31–41.
  16. Reckelhoff, J. F. (2023). Mechanisms of sex and gender differences in hypertension. Journal of Human Hypertension, 37, 596–601.
  17. Rindayati, E. R. (2018). Analisis faktor risiko kejadian hipertensi pada penduduk wanita di Desa Siman [Skripsi, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun].
  18. Romero, R., Choi, Y., & Lin, M. (2023). RAAS activation in hypertension: Current understanding and therapies. Journal of Hypertension and Metabolism, 32(4), 301–310.
  19. Saputra, A., Baringbing, E. P., & Afrina, Y. (2025). Hubungan kebiasaan merokok dan kebiasaan konsumsi alkohol dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 40 tahun ke atas di RT 01/RW 19 Kelurahan Pahandut wilayah kerja UPTD Puskesmas Pahandut. Jurnal Surya Medika (JSM), 11(2), 239–248.
  20. Trimansyah, Y., Priyatno, A. D., & Zaman, C. (2025). Kejadian hipertensi di wilayah kerja Dinas Kesehatan. Avicenna: Jurnal Ilmiah, 20(1), 66–72.

Similar Articles

1-10 of 366

You may also start an advanced similarity search for this article.