ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIGUGUR TENGAH
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat berkaitan dengan gangguan metabolisme glukosa. Pasien hipertensi berisiko mengalami peningkatan kadar glukosa darah puasa. Peningkatan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, status obesitas, durasi menderita hipertensi, dan kebiasaan makan. Pada penelitian ini dilakukan analisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigugur Tengah. Penelitian ini menerapkan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 100 penderita hipertensi yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh melalui tanya jawab, pengisian kuesioner, pengukuran indeks massa tubuh, serta pemeriksaan kadar GDP menggunakan metode POCT. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 71 responden (71,0%) memiliki kadar GDP dalam kategori normal, sedangkan 29 responden (29,0%) berada pada kategori tinggi. Hasil uji bivariat memperlihatkan bahwa adanya hubungan antara usia (p=0.044), status obesitas berdasarkan IMT (p=0.013), dan lama menderita hipertensi (p=0.054) dengan kadar GDP. Sebaliknya, jenis kelamin (p=1.00), pola makan (p=0.056), dan kepatuhan mengonsumsi obat antihipertensi (p=0.407) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar GDP. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, status obesitas berdasarkan IMT, dan lama menderita hipertensi terbukti berhubungan dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigugur Tengah.Keywords
Hipertensi, Kadar Glukosa Darah Puasa, Obesitas, Pola Makan
References
- 1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Infodatin Hipertensi [Internet]. 2016. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/
- 2. Nakrani MN (2023). Glucose Metabolism. StatPearls Publishing. Diakses. Physiology [Internet]. 2023; Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560599/
- 3. PERKENI. Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di indonesia 2024. 2024;
- 4. ADA. 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes—2024. Diabetes Care [Internet]. 2024 Dec 11;47(Supplement_1):S20–42. Available from: https://doi.org/10.2337/dc24-S002
- 5. Quesada O, Claggett B, Rodriguez F, Cai J, Moncrieft AE, Garcia K, et al. Associations of Insulin Resistance With Systolic and Diastolic Blood Pressure. 2021;(September):716–25.
- 6. NI KADEK AYU SUJANI. GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SELAT KABUPATEN KARANGASEM. 2024;
- 7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengendalian Penyakit Tidak Menular. 2021; Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/pedoman/Pedoman-Pengendalian-Penyakit-Tidak-Menular.pdf
- 8. American Diabetes Association. 5 . Facilitating Positive Health Behaviors and Well-being to Improve Health Outcomes : Standards of Care in Diabetes — 2024. 2024;47(January):77–110.
- 9. World Health Organization. Global report on diabetes. 2019; Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789241565257?utm_source=
- 10. Anggi. Hubungan Pola Makan Dan Kepatuhan Minum Obat Dengan Terkontrolnya Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Basirih Baru Banjarmasin. 2024;
- 11. Dipiro JT, Yee GC, Posey LM et al. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach. 11th ed. New York: McGraw-Hill Education. 2020;
- 12. Suastika K, Saraswati MR, Gotera W, Budhiarta AAG, Sutanegara ND GI. Korelasi antara tekanan darah, gula darah puasa, dan resistensi insulin pada penduduk dewasa di Bali. Medicina ;50(1):87–92. 2019;