Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

PENYAKIT DAN KECELAKAAN AKIBAT KERJA PADA PEKERJA KONSTRUKSI GEDUNG BERTINGKAT: FAKTOR RISIKO, DAMPAK, DAN STRATEGI PENCEGAHAN

Abstract

The construction of high-rise buildings in Indonesia has experienced rapid growth but poses very high occupational safety and health (OSH) risks to workers. This study aims to analyze the dominant risk factors, health and operational impacts, and strategies for preventing work-related accidents and occupational diseases in high-rise construction through a multi-method risk analysis approach. An analytical survey approach was used, integrating secondary literature data and quantitative-qualitative field studies through the application of Fault Tree Analysis (FTA), Bowtie Analysis, Total Expected Value (TEV) weighting, and Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (IBPRP). The results of the literature review indicate that non-technical (management) internal risks have the greatest negative impact on building construction projects. In the UPN Veteran East Java Twin Tower project, FTA analysis successfully identified 7 critical activities prone to triggering accidents due to weak on-site technical controls. Furthermore, Bowtie mapping identified 45 risk factors, with 4 activities falling into the High Risk category for upper-structure work, including scaffolding erection, concrete pouring, formwork removal, and rebar installation. TEV weighting demonstrated that human factors are the largest contributor (0.377) to workplace incidents, followed by environmental factors (0.335) and equipment (0.288), with young workers (ages 17–25) with low educational attainment being the most vulnerable group. The IBPRP analysis confirmed physical impacts ranging from lacerations, fractures, and respiratory distress to fatalities resulting from falls from heights. As a recommendation, effective risk prevention strategies require enhanced worker training, improved engineering controls in vertical work areas, strict supervision of subcontractors, and adherence to the pillars of integrated OSH management. Pembangunan gedung bertingkat tinggi di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat namun memiliki karakteristik risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang sangat tinggi bagi para pekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dominan, dampak kesehatan dan operasional, serta strategi pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja (PAK) pada konstruksi bangunan bertingkat melalui pendekatan multi-metode analisis risiko. Pendekatan survei analitik digunakan dengan mengintegrasikan data literatur sekunder dan studi lapangan kuantitatif-kualitatif melalui penerapan Fault Tree Analysis (FTA), Bowtie Analysis, pembobotan Total Expected Value (TEV), serta Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko (IBPRP). Hasil kajian literatur menunjukkan risiko internal non-teknis (manajemen) memberikan dampak negatif terbesar pada proyek konstruksi gedung. Pada proyek Twin Tower UPN Veteran Jawa Timur, analisis FTA berhasil mengidentifikasi 7 aktivitas kritis yang rawan memicu kecelakaan akibat lemahnya kontrol teknik lapangan. Lebih lanjut, pemetaan Bowtie menjabarkan 45 faktor risiko dengan 4 aktivitas masuk dalam kategori High Risk pada pekerjaan struktur atas, meliputi pemasangan perancah, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan pembesian. Pembobotan TEV membuktikan bahwa faktor manusia merupakan kontributor terbesar (0,377) dalam insiden kerja, diikuti faktor lingkungan (0,335) dan peralatan (0,288), di mana kelompok pekerja muda (17-25 tahun) berpendidikan rendah menjadi subjek paling rentan. Analisis IBPRP mengonfirmasi dampak fisik berupa luka robek, fraktur, gangguan pernapasan, hingga fatalitas akibat jatuh dari ketinggian. Sebagai rekomendasi, strategi pencegahan risiko yang efektif memerlukan penguatan pelatihan pekerja, perbaikan kontrol rekayasa teknik di area vertikal, pengawasan ketat sub-kontraktor, serta pemenuhan pilar manajemen K3 terintegrasi.

Keywords

High-Rise Building Construction, Construction-Related Illness Analysis, Accident Prevention, Konstruksi Gedung Bertingkat, Analisis penyakit kontruksi, Pencegahan Kecelakaan

PDF

References

  1. Adi, 2021. Peringkat Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Proyek Kontruksi Gedung Bertingkat di Sidoarjo.Prosiding Seminar Teknologi Perencanaan, Perancangan, Lingkungan dan Infrastruktur (STEPPLAN) - e-Journal ITATS, hal. 1-6.
  2. Ardiansyah, M.K., Irawan, S. & Purba, H.H., 2022. Identifikasi Faktor Risiko Keselamatan Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung di Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir (2011- 2021): Kajian Literatur. Jurnal Teknologi dan Manajemen, 20(1), hal. 45-58.
  3. Ghozali, S.A.A.L.P. & Putra, I.N.D.P., 2025. Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Gedung Bertingkat Menggunakan Metode FTA (Studi Kasus: Twin Tower UPN Veteran Jawa Timur). Jurnal Gradasi Teknik Sipil, 9(1), hal. 58-77.
  4. Indarta, F.A., Soetjipto, J.W., & Ratnaningsih, A. 2025. Construction Safety Plan for High- Rise Building Construction Projects: Evaluation and Development. JSpTS (Jurnal Spesialis Teknik Sipil). 6(2).
  5. Irgiansyah, V., 2025. Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Struktur Atas Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat Menggunakan Metode IBPRP. PORTAL: Jurnal Teknik Sipil, 17(2), hal. 1-10.
  6. Kurniawan, R. & Sukwika, T. 2022. Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Pembangunan Gedung Bertingkat. Jurnal Konstruksi. 16(1): 123-134.
  7. Padmarini, A.P., Yustiarini, D. & Pratama, N.A., 2025. Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Konstruksi Bangunan Bertingkat Menggunakan Metode Bowtie. PORTAL: Jurnal Teknik Sipil, 17(2), hal. 153-162.
  8. Suratno, T.Y.L., Ruliati, L.P., & Sahdan, M. (2022). Faktor Yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Konstruksi PT. Pembangunan Perumahan di Bendungan Manikin. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 1(4), 666–678.
  9. Yudhaningsih, K., Hughes, V.R., Fitria, F.N., Sumawati, U.D., & Purba, H.H. 2022. Analisis Risiko Proyek Pada Konstruksi Bangunan: Tinjauan Literatur. Journal of Industrial and Engineering System (JIES). 3(1): 32-53.
  10. Tjahjono, B., Zebua, D. & Mita, V., 2023. Kajian Literatur Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Pembangunan Gedung Bertingkat di Indonesia. Jurnal Jalan- Jembatan dan Tata Ruang Kota Kebijakan Jalan (PTRKJJ), 3(2), hal. 11-20.

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

31-40 of 344

You may also start an advanced similarity search for this article.