Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS PELUANG, ANCAMAN, DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PETERNAKAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI IMPOR KOMODITAS PETERNAKAN DARI CHINA TAHUN 2025

Fitri Andriyani
Universitas Pelita Bangsa

Published 2026-07-03

Keywords

  • daya saing,
  • impor,
  • komoditas peternakan,
  • perdagangan internasional,
  • strategi pengembangan,
  • competitiveness,
  • development strategy,
  • international trade,
  • livestock commodities,
  • import
  • ...More
    Less

How to Cite

ANALISIS PELUANG, ANCAMAN, DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PETERNAKAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI IMPOR KOMODITAS PETERNAKAN DARI CHINA TAHUN 2025. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/vbyrqb15

Abstract

Industri peternakan Indonesia masih menghadapi ketergantungan tinggi terhadap impor komoditas dari China, khususnya pada sub-sector perikanan dan produk hewani lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren, peluang, dan ancaman impor komoditas peternakan dari China tahun 2025 serta merumuskan strategi pengembangan industri peternakan nasional. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan data time series bulanan dari Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Pelabuhan Tanjung Priok, dianalisis menggunakan trend analysis dan share analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok fish, crustaceans and mollusca mendominasi impor dengan kontribusi 97,9 persen dari total nilai impor sebesar 57.944.397,79, dengan peak tertinggi pada Maret 2025. Dominasi ini mencerminkan peluang penguatan industri pengolahan berbasis bahan baku impor, namun sekaligus menjadi ancaman bagi keberlanjutan produksi peternakan domestik akibat rendahnya daya saing dan produktivitas nasional. Penelitian ini merekomendasikan strategi penguatan produksi domestik, diversifikasi sumber impor, dan kebijakan perdagangan yang lebih adaptif guna meningkatkan daya saing industri peternakan Indonesia di tengah tekanan impor dari China. Indonesia's livestock industry continues to face high dependency on commodity imports from China, particularly within the fisheries and animal-product sub-sector. This study aims to analyze the trends, opportunities, and threats associated with livestock commodity imports from China in 2025, and to formulate development strategies for the national livestock industry. A quantitative descriptive method was employed using monthly time series data from the Central Statistics Agency (BPS) recorded at Tanjung Priok Port, analyzed through trend analysis and share analysis. The results reveal that the fish, crustaceans and mollusca category dominates total imports, contributing 97.9 percent of the total import value of 57,944,397.79, with a peak occurring in March 2025. This dominance reflects an opportunity to strengthen import-based processing industries, while simultaneously posing a threat to the sustainability of domestic livestock production due to low national competitiveness and productivity. The study recommends strategies for strengthening domestic production, diversifying import sources, and adopting more adaptive trade policies to enhance the competitiveness of Indonesia's livestock industry amid increasing import pressure from China.

References

  1. Almas, L. M. (2025). Analisis Kerjasama Indonesia Dan Uni Eropa Dalam Ekspor Rempah Rempah Tahun 2020-2023.
  2. Christian, N., Sunyoto, J. E., & Angelica, J. (2024). Analisis Pengaruh Sosial Ekonomi Dan Pemerintah Antara China dan Indonesia. 4, 3256–3265.
  3. Gandi, K. A., Putranto, H. D., Brata, B., Nurmeiliasari, N., & Badarina, I. (2023). Strategi Pengembangan Peternakan Itik Petelur Di Kabupaten Lebong.
  4. Hutahaean, L., Sirnawati, E., Rohaeni, E. S., & Bakrie, B. (2022). Duck business development strategy in duck farming center area of Indramayu Regency , West Java Province of Indonesia. 01014.
  5. Maharani, M. P. (2023). Analisis Impor Komoditi Buah Dan Sayuran China Di Indonesia 2018 - 2022. 1490–1497.
  6. Novita, N. (2025). Strategi Pengembangan Produk Pertanian Indonesia Menghadapi Hambatan Non-Tarif Perdagangan Internasional. 1(1), 35–50.
  7. Permata, D., Br, S., Supriana, T., & Wibowo, R. P. (2024). Analisis Permintaan dan Persaingan Ekspor Pisang Indonesia, Filipina dan Thailand di Pasar China dengan Menggunakan Model Almost Ideal Demand System (AIDS). 7(1), 194–204.
  8. Putri, E., & Hidayat, N. K. (2023). Analisis Pengaruh Implementasi AANZFTA terhadap Kreasi dan Diversi Perdagangan Impor Daging Sapi di Indonesia. 2(2), 110–123.
  9. Putri, R. M. (2024). Analisis Indeks Komplementaritas Perdagangan Produk Pertanian Pada Regional Comprehensive Economic Partnership (Rcep). Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 12(2), 306–318.
  10. Sari, M., Rachman, H., Astuti, N. J., Afgani, M. W., & Abdullah, R. (2023). Explanatory Survey dalam Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif. 3(1), 10–16.
  11. Septiana, B. (2022). Daya Saing Bawang Putih Di Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness), 10(1), 40–52.
  12. Tobing, S. A. S. L. (2024). Analisis Tantangan Dan Hambatan Kebijakan Anti-Dumping Untuk Industri Tekstil Indonesia Dalam Mengatasi Dumping China. 4(4), 46–63.
  13. Widianingrum, D. C. (2021). Tren perkembangan, kondisi, permasalahan, strategi, dan prediksi komoditas peternakan Indonesia (2010- 2030). 6–17.
  14. Yulianti, D. (2022). Padjadjaran Journal of International Relations ( PADJIR ) Kerja Sama Pertanian Indonesia dengan Tiongkok dalam Kerangka ACFTA. 4(2), 109–123. https://doi.org/10.24198/padjir.v4i2.38276
  15. Zulzilah, G., & Wahyudi, M. S. (2022). Pengaruh Ekspor-Impor China Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dengan Kurs Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE), 6(2), 284–294.