Articles
ANALISIS PERDAGANGAN EKSPOR DAN IMPOR KOMODITAS PETERNAKAN INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ASIA TAHUN 2025
Published 2026-07-01
Keywords
- Peternakan,
- perdagangan internasional,
- ekspor,
- impor,
- ketahanan pangan
- rantai pasok,
- Livestock,
- international trade,
- export,
- import,
- food security,
- supply chain ...More
How to Cite
ANALISIS PERDAGANGAN EKSPOR DAN IMPOR KOMODITAS PETERNAKAN INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ASIA TAHUN 2025. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/dtbtzt20
Abstract
Sektor peternakan merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan sumber protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan pendapatan per kapita, serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengarah pada konsumsi pangan bergizi, permintaan terhadap komoditas peternakan seperti daging, susu, dan telur mengalami peningkatan yang signifikan dan berkelanjutan. Namun, peningkatan permintaan tersebut belum mampu diimbangi oleh kapasitas produksi domestik yang memadai, sehingga menimbulkan kesenjangan antara penawaran dan permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perdagangan ekspor dan impor komoditas peternakan Indonesia dengan negara-negara Asia pada tahun 2025, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketergantungan terhadap impor. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, serta berbagai literatur terkait. Analisis dilakukan melalui pendekatan komparatif antara ekspor dan impor, analisis produksi dan konsumsi, evaluasi tren historis, serta analisis rantai pasok dan struktur distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia masih berada dalam posisi sebagai negara pengimpor bersih (net importer) pada sebagian besar komoditas peternakan, terutama daging sapi dan susu. Defisit yang terjadi disebabkan oleh rendahnya produktivitas, keterbatasan teknologi, skala usaha yang kecil, serta tingginya biaya produksi. Selain itu, inefisiensi dalam sistem distribusi dan rantai pasok turut memperburuk daya saing produk domestik dibandingkan produk impor. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya ketergantungan terhadap pasar internasional, yang pada akhirnya berpotensi melemahkan ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga global. The livestock sector plays a strategic role in supporting national food security, particularly in providing high-quality animal protein for the population. Along with population growth, increasing income levels, and shifting consumption patterns toward more nutritious food, the demand for livestock commodities such as meat, milk, and eggs has significantly and consistently increased. However, this growing demand has not been matched by adequate domestic production capacity, resulting in a gap between supply and demand. This study aims to analyze the export and import trade of Indonesia’s livestock commodities with Asian countries in 2025, as well as to identify the factors contributing to import dependency. The research employs a qualitative descriptive method using secondary data obtained from Statistics Indonesia, the Ministry of Agriculture, and relevant literature sources. The analysis includes export-import comparison, production-consumption analysis, historical trend evaluation, and supply chain and distribution system analysis. The results indicate that Indonesia remains a net importer of most livestock commodities, particularly beef and dairy products. The trade deficit is primarily caused by low productivity, limited technological adoption, small-scale farming systems, and high production costs. In addition, inefficiencies in the supply chain and distribution systems further weaken the competitiveness of domestic products compared to imported goods. This condition increases dependency on international markets and potentially threatens national food security, especially in the face of global price fluctuations.References
- Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik peternakan Indonesia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
- Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik peternakan Indonesia 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2023). Statistik peternakan dan kesehatan hewan 2023. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. (2024). Laporan kinerja sektor peternakan. Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Outlook komoditas peternakan.Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2024). Outlook komoditas peternakan.Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Outlook komoditas peternakan.Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
- Food and Agriculture Organization. (2022). The state of food and agriculture. Rome: FAO.
- Food and Agriculture Organization. (2023). Livestock development and global trends.Rome: FAO.
- Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). Agricultural outlook 2023–2032. Paris: OECD Publishing.
- Salvatore, D. (2019). International economics (13th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
- Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). New York: Pearson.
- Porter, M. E. (2008). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. New York: Free Press.