Vol. 25 No. 7 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS IMPOR KOMODITAS PETERNAKAN (WOOL FINE OR COARSE ANIMAL HAIR) INDONESIA DARI CHINA PERIODE 2025

Gisella Rachmania Hakim
Universitas Pelita Bangsa

Published 2026-06-30

Keywords

  • Imports,
  • wool,
  • international trade,
  • textile industry,
  • China,
  • Indonesia,
  • impor,
  • wol,
  • perdagangan internasional,
  • industri tekstil
  • ...More
    Less

How to Cite

ANALISIS IMPOR KOMODITAS PETERNAKAN (WOOL FINE OR COARSE ANIMAL HAIR) INDONESIA DARI CHINA PERIODE 2025. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(7). https://doi.org/10.2238/hffp7j39

Abstract

This study aims to analyze the development of Indonesia’s imports of livestock commodities in the form of wool (fine or coarse animal hair) from China during 2025. This commodity plays an important role as a primary raw material for the national textile industry. The study employs a quantitative descriptive method using secondary data from the Central Statistics Agency and the Ministry of Trade. The results indicate that wool imports from China fluctuated throughout the year, with an increasing trend during certain periods, particularly when demand from the textile industry rose. The main factors influencing imports include industrial demand, global prices, exchange rates, and limited domestic production. In addition to providing benefits for the sustainability of the industry, imports also pose a risk of dependency on supplier countries. Therefore, a balanced policy strategy is needed between imports and strengthening domestic production. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan impor komoditas peternakan berupa wol (wool fine or coarse animal hair) Indonesia dari China selama tahun 2025. Komoditas ini memiliki peran penting sebagai bahan baku utama industri tekstil nasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor wol dari China mengalami fluktuasi sepanjang tahun dengan kecenderungan meningkat pada periode tertentu, terutama saat permintaan industri tekstil mengalami kenaikan. Faktor utama yang memengaruhi impor meliputi kebutuhan industri, harga global, nilai tukar, serta keterbatasan produksi domestik. Selain memberikan manfaat bagi keberlangsungan industri, impor juga menimbulkan risiko ketergantungan terhadap negara pemasok. Oleh karena itu, diperlukan strategi kebijakan yang seimbang antara impor dan penguatan produksi dalam negeri.

References

  1. Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Impor Indonesia.
  2. Hidayat, T. (2022). Kebijakan Perdagangan dan Dampaknya. Jurnal Kebijakan Publik.
  3. Kementerian Perdagangan RI. (2025). Data Perdagangan Luar Negeri Indonesia.
  4. Kurniawan, D. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor. Jurnal Bisnis Internasional.
  5. Lestari, R. (2022). Analisis Impor dan Ekspor Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan.
  6. Musytari. (2025). Analisis Perdagangan Internasional Indonesia. Jurnal Manajemen dan Ekonomi.
  7. Prasetyo, B. (2024). Analisis Ketergantungan Impor Bahan Baku. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
  8. Putra, A. (2023). Pengaruh Nilai Tukar terhadap Impor Indonesia. Jurnal Keuangan dan Perbankan.
  9. Rahman, F. (2021). Perdagangan Global dan Industri Tekstil. Jurnal Ekonomi Global.
  10. Sari, N. (2023). Perdagangan Internasional dan Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Ilmu Ekonomi.
  11. Susanti, E. (2020). Analisis Perdagangan Internasional Negara Berkembang. Jurnal Ekonomi.
  12. Wulandari, D. (2024). Dampak Impor terhadap Industri Nasional. Jurnal Ekonomi Indonesia.