Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL BAGI INDONESIA DENGAN NEGARA CINA

Hendrik Firmansyah
Universitas Pelita Bangsa

Published 2026-07-09

Keywords

  • perdagangan internasional,
  • Indonesia,
  • China,
  • peluang,
  • tantangan,
  • daya saing
  • ...More
    Less

How to Cite

ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL BAGI INDONESIA DENGAN NEGARA CINA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/mkwmxb84

Abstract

Perdagangan internasional merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia memiliki peran strategis dalam meningkatkan aktivitas ekspor, impor, investasi, serta kerja sama ekonomi bilateral. Namun, di balik berbagai peluang yang tersedia, hubungan perdagangan kedua negara juga menghadirkan tantangan berupa tingginya ketergantungan terhadap impor barang manufaktur, rendahnya nilai tambah produk ekspor Indonesia, serta meningkatnya persaingan bagi industri dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan perdagangan internasional Indonesia dengan China serta mengidentifikasi implikasinya terhadap daya saing ekonomi nasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan (library research). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), World Bank, World Trade Organization (WTO), Asian Development Bank (ADB), serta berbagai jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan perdagangan Indonesia dan China memberikan peluang dalam memperluas pasar ekspor, meningkatkan investasi asing, serta mendukung hilirisasi industri melalui implementasi RCEP. Namun demikian, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa dominasi impor produk manufaktur, ketergantungan pada ekspor komoditas primer, dan rendahnya daya saing industri nasional. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendorong peningkatan nilai tambah produk, inovasi industri, serta penguatan daya saing agar manfaat perdagangan bilateral dapat dioptimalkan.

References

  1. Asian Development Bank. (2023). Asian development outlook 2023. https://www.adb.org
  2. Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik perdagangan luar negeri Indonesia 2024. https://www.bps.go.id
  3. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  4. Haryadi. (2022). Analisis perdagangan bilateral Indonesia–China terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(2), 145–158.
  5. International Monetary Fund. (2023). World economic outlook: Navigating global divergences. https://www.imf.org
  6. Krugman, P. R., Obstfeld, M., & Melitz, M. J. (2018). International economics: Theory and policy (11th ed.). Pearson.
  7. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
  8. Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
  9. United Nations Conference on Trade and Development. (2023). World investment report 2023: Investing in sustainable energy for all. https://unctad.org
  10. United Nations. (2024). UN Comtrade database. https://comtradeplus.un.org
  11. World Bank. (2023). Indonesia economic prospects. https://www.worldbank.org
  12. World Trade Organization. (2023). World trade statistical review 2023. https://www.wto.org.