Articles
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI KAS DITINJAU DARI PENJUALAN TUNAI PADA UMKM SUSU SAPI MURNI SEGAR KUSU-MOO
Published 2026-10-23
Keywords
- Perlakuan Akuntansi Kas,
- Penjualan Tunai,
- Pengendalian Internal Kas,
- Laporan Keuangan,
- UMKM Kusu-moo
How to Cite
ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI KAS DITINJAU DARI PENJUALAN TUNAI PADA UMKM SUSU SAPI MURNI SEGAR KUSU-MOO. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(11). https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-609
Abstract
Kas merupakan aset paling likuid yang berperan penting dalam menunjang kegiatan operasional usaha, terutama pada usaha mikro yang seluruh transaksinya dilakukan secara tunai. Pengelolaan kas yang tepat memerlukan perlakuan akuntansi yang sesuai, mulai dari pengakuan, pengukuran, pengendalian internal, hingga penyajian dalam laporan keuangan. UMKM Susu Sapi Murni Segar Kusu-moo di Jalan Kalibutuh No. 87 Surabaya merupakan usaha mikro yang menjual susu sapi murni segar serta aneka minuman sachet dan mi, namun belum menerapkan pencatatan keuangan formal, tidak memisahkan kas usaha dari kas pribadi, tidak melakukan kas opname, dan tidak menyusun laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengakuan dan pengukuran kas atas penjualan tunai, perlakuan akuntansi kas kecil, kas opname, dan selisih kas sebagai bentuk pengendalian internal, serta penyajian kas dalam laporan keuangan dan gap antara praktik di Kusu-moo dengan prinsip akuntansi keuangan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara dengan pemilik, observasi langsung terhadap operasional warung, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengakuan kas atas penjualan tunai belum dilakukan secara formal karena tidak ada pencatatan dan bukti transaksi, sedangkan pengukuran kas sudah sesuai prinsip nilai nominal. Pengendalian internal kas belum diterapkan karena tidak ada kas kecil, kas opname, maupun pemisahan kas usaha dan kas pribadi. Penyajian kas dalam laporan keuangan juga belum dilakukan, sehingga terdapat gap antara praktik di Kusu-moo dan prinsip akuntansi keuangan yang berlaku, yang tercermin dari neraca ilustratif yang tidak seimbang akibat adanya transaksi kas yang tidak tercatat. Penelitian ini merekomendasikan penerapan buku kas harian, kas kecil sistem imprest, kas opname harian, pencatatan prive, dan penyusunan laporan keuangan sederhana agar kas dapat dipertanggungjawabkan secara akuntansi.References
- Ikatan Akuntan Indonesia. (2016). Standar akuntansi keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah (SAK EMKM).
- Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
- Reeve, J. M., Warren, C. S., & Duchac, J. E. (2009). Principles of accounting. South-Western Cengage Learning.
- Rosmauli, T., Dinda, N., Buulolo, V. D. J., & Sucipto, T. N. (2025). Penyusunan laporan keuangan pada Wisma Keluarga Medan tahun 2025. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, 3(7), 9–15.
- Safitri, N., Dinana, A., & Mashudi. (2025). UMKM sebagai tulang punggung ekonomi: Mengoptimalkan potensi dan menghadapi berbagai tantangan. Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 2(1), 28–38.
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta