Articles
PENGARUH FASILITAS KERJA, ORIENTASI PELAYANAN, DAN HUMAN RELATION TERHADAP KINERJA PELAYANAN PEGAWAI DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI SULAWESI UTARA
Published 2026-10-03
Keywords
- Fasilitas Kerja,
- Orientasi Pelayanan,
- Human Relation,
- Kinerja Pelayanan Pegawai
How to Cite
PENGARUH FASILITAS KERJA, ORIENTASI PELAYANAN, DAN HUMAN RELATION TERHADAP KINERJA PELAYANAN PEGAWAI DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU PROVINSI SULAWESI UTARA. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(11). https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-362
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Fasilitas Kerja, Orientasi Pelayanan, dan Human Relation, baik secara simultan maupun parsial, terhadap Kinerja Pelayanan Pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian didorong oleh stagnasi Indeks Kepuasan Masyarakat nasional pada periode 2021–2025, posisi Provinsi Sulawesi Utara yang berada di bawah rata-rata regional Sulawesi, serta hasil survei kepuasan internal tahun 2024 yang menunjukkan empat unsur layanan berkategori Kurang Baik, yaitu waktu penyelesaian layanan, kompetensi petugas, perilaku dan responsivitas petugas, serta sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai DPMPTSP Provinsi Sulawesi Utara, dengan teknik sampling jenuh (sensus) sehingga diperoleh sampel sebanyak 83 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fasilitas Kerja, Orientasi Pelayanan, dan Human Relation secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pelayanan Pegawai, dengan nilai F hitung sebesar 24,315 dan signifikansi 0,000. Secara parsial, ketiga variabel juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan (Fasilitas Kerja: B = 0,326, Sig. = 0,000; Orientasi Pelayanan: B = 0,272, Sig. = 0,000; Human Relation: B = 0,256, Sig. = 0,001), dengan Orientasi Pelayanan sebagai variabel yang memberikan pengaruh paling dominan (koefisien Beta 0,439). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,460 menunjukkan bahwa 46,0% variasi Kinerja Pelayanan Pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Penelitian ini menyarankan agar instansi terkait meningkatkan kualitas fasilitas kerja, memperkuat orientasi pelayanan, dan membina hubungan kerja yang harmonis guna meningkatkan kinerja pelayanan pegawai secara berkelanjutan.References
- [1] Andini, R., Pratiwi, D., & Kusuma, A. (2024). Pengaruh Human Relation dan komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 12(2), 138–150.
- [2] Barney, J. B. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120.
- [3] Cartwright, A. (2023). Human relations in the workplace: Communication, empathy, and collaboration. Academic Press.
- [4] Chaeria, A. A. (2024). Pengaruh work life balance, employee engagement, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT Transcosmos Indonesia. Journal of Young Entrepreneurs, 3(2), 120–138.
- [5] Charli, C. O. (2025). Pengaruh Human Relation dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang. Jurnal Bisnis Digital, 3(1), 110–123.
- [6] Dessler, G. (2023). Human resource management (17th ed.). Pearson Education.
- [7] Effendy, O. U. (2022). Human relations dan public relations. CV Mandar Maju.
- [8] Handayani, S., & Nabhan, F. (2025). Peran orientasi pelayanan dalam meningkatkan kinerja pegawai melalui mediasi work engagement pada LKM Salatiga. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 13(1), 18–30.
- [9] Hardani, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., & Utami, E. F. (2022). Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pustaka Ilmu.
- [10] Hasibuan, M. S. P. (2022). Manajemen sumber daya manusia (Edisi revisi). Bumi Aksara.
- [11] Jelatu, S., & Jewaru, A. A. L. (2024). Fasilitas kerja dan kinerja aparatur pemerintahan. Jurnal Administrasi Publik, 10(1), 20–35.
- [12] Kansil, F., Kojo, C., & Dotulong, L. O. H. (2022). Pengaruh penempatan kerja, beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai ASN di Sulawesi Utara. Jurnal EMBA, 10(2), 512–523.
- [13] Keradjaan, H., Rumawas, W., & Asaloei, S. (2021). Indikator penilaian kinerja pegawai pada organisasi publik. Productivity, 2(1), 45–55.
- [14] Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2025). Laporan hasil survei kepuasan masyarakat tahun 2021–2025. Kementerian PANRB.
- [15] Lumowa, T., Rumawas, W., & Asaloei, S. I. (2025). Pengaruh komunikasi, lingkungan kerja, motivasi, dan etos kerja terhadap kinerja karyawan Klinik Pratama Bening's Manado. Productivity, 6(2), 210–222.
- [16] Luthans, F. (2022). Organizational behavior: An evidence-based approach (14th ed.). McGraw-Hill Education.
- [17] Makawimbang, C., Dotulong, L. O. H., & Uhing, Y. (2023). Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, beban kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai. Jurnal EMBA, 11(3), 640–651.
- [18] Mangkunegara, A. A. A. P. (2022). Manajemen sumber daya manusia perusahaan (Cetakan ke-15). PT Remaja Rosdakarya.
- [19] Martono, N. (2022). Metode penelitian kuantitatif: Analisis isi dan analisis data sekunder (Edisi revisi). Rajawali Pers.
- [20] Moenir, H. A. S. (2022). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Bumi Aksara.