Articles
EVALUASI DAYA SAING KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA DALAM PERDAGANGAN GLOBAL DAN KAITANNYA DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Published 2026-06-25
Keywords
- Daya saing,
- pertanian,
- perdagangan internasional,
- ekspor,
- impor
How to Cite
EVALUASI DAYA SAING KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA DALAM PERDAGANGAN GLOBAL DAN KAITANNYA DENGAN PERTUMBUHAN EKONOMI. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(7). https://doi.org/10.2238/qz6bgr07
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat daya saing komoditas sektor pertanian Indonesia di pasar internasional serta menganalisis keterkaitannya dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai lembaga resmi selama kurun waktu 2008 hingga 2016. Pendekatan analisis yang digunakan meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Import Dependency Ratio (IDR), serta Self Sufficiency Ratio (SSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum daya saing komoditas pertanian Indonesia masih relatif terbatas. Namun, beberapa komoditas pada subsektor perkebunan seperti kelapa sawit dan karet memiliki keunggulan komparatif yang cukup tinggi di pasar global. Selain itu, tingkat ketergantungan terhadap impor masih tergolong tinggi, terutama pada komoditas pangan tertentu. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indikator daya saing dengan pertumbuhan ekonomi.References
- Ananda, A. N., Azzahra, T. S., Susanti, W., & Wikansari, R. (2023). Analisis daya saing ekspor kopi Indonesia pada pasar internasional. Agroradix, 7(1), 128–135.
- Arsyad, L. (2010). Ekonomi pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2016). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN). Jakarta: Bappenas.
- Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik Indonesia. Jakarta: BPS.
- Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik perdagangan luar negeri Indonesia. Jakarta: BPS.
- Balassa, B. (1965). Trade liberalisation and revealed comparative advantage. The Manchester School, 33(2), 99–123.
- Bank Indonesia. (2016). Laporan perekonomian Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia.
- Basri, F., & Munandar, H. (2010). Dasar-dasar ekonomi internasional. Jakarta: Kencana.
- Food and Agriculture Organization. (2015). FAOSTAT statistical database. Rome: FAO.
- Hady, H. (2001). Ekonomi internasional: Teori dan kebijakan perdagangan internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia.
- Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2017). Outlook komoditas pertanian Indonesia. Jakarta: Kementerian Pertanian.
- Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2016). Analisis kinerja ekspor Indonesia. Jakarta: Kemendag.
- Krugman, P. R., & Obstfeld, M. (2009). International economics: Theory and policy (8th ed.). Boston: Pearson.
- Laursen, K. (1998). Revealed comparative advantage and the alternatives as measures of international specialization. DRUID Working Paper.
- Parmadi; Emilia, & Zulgani. (2018). Daya saing produk unggulan sektor pertanian Indonesia dalam hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi. Jurnal Paradigma Ekonomika, 13(2), 77–86.
- Porter, M. E. (1990). The competitive advantage of nations. New York: Free Press.
- Ricardo, D. (1817). On the principles of political economy and taxation. London: John Murray.
- Salvatore, D. (2013). International economics (11th ed.). New York: Wiley.
- Sukirno, S. (2012). Makroekonomi teori pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
- Tambunan, T. (2011). Perekonomian Indonesia: Kajian teoritis dan analisis empiris. Jakarta: Ghalia Indonesia.
- Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Boston: Pearson.
- United Nations Conference on Trade and Development. (2017). Trade and development report. Geneva: UNCTAD.
- Vollrath, T. L. (1991). A theoretical evaluation of alternative trade intensity measures of revealed comparative advantage. Weltwirtschaftliches Archiv, 127(2), 265–280.
- Widodo, T. (2009). Comparative advantage: Theory, empirical measures and case studies. Review of Economic and Business Studies, 4(1), 57–82.
- World Bank. (2023). World development indicators: GDP growth (annual %) – Indonesia. Washington, DC: World Bank.