Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

ANALISIS RISIKO ERGONOMI DENGAN METODE REBA PADA PROSES PRODUKSI BAJU MUSLIM (STUDI KASUS DI AR HIDAYAT COLLECTION KABUPATEN TASIKMALAYA KECAMATAN KARANGNUNGGAL)

Tarishah Maheswari
Universitas Ekuitas Indonesia
Ayi Tejaningrum
Universitas Ekuitas Indonesia

Published 2026-07-15

Keywords

  • Ergonomi,
  • Rapid Entire Body Assesment (REBA),
  • Postur Kerja,
  • Musculoskeletal Disorders (MSDs),
  • Pekerja Menjahit

How to Cite

ANALISIS RISIKO ERGONOMI DENGAN METODE REBA PADA PROSES PRODUKSI BAJU MUSLIM (STUDI KASUS DI AR HIDAYAT COLLECTION KABUPATEN TASIKMALAYA KECAMATAN KARANGNUNGGAL). (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/v8s29k27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomi dalam proses produksi pakaian muslim di AR Hidayat Collection menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Masalah penelitian berfokus pada postur kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang, dan posisi duduk statis yang lama yang berpotensi menyebabkan gangguan muskuloskeletal (MSD). Objek penelitian adalah aktivitas menjahit, dengan dua pekerja sebagai subjek dari departemen menjahit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen REBA. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja cenderung bekerja dengan fleksi leher lebih dari 20°, fleksi batang tubuh sekitar 20°–60°, dan posisi lengan atas terangkat saat aktivitas menjahit. Berdasarkan penilaian REBA, kedua pekerja mendapat skor akhir 6, yang masuk ke kategori risiko sedang, yang menunjukkan bahwa tindakan korektif diperlukan. Meskipun skor akhir sama, Pekerja A memiliki skor Grup A yang lebih tinggi karena postur leher dan badan yang lebih membungkuk, sementara Pekerja B memiliki skor Grup B yang lebih tinggi karena posisi lengan atas yang lebih tinggi. Studi ini merekomendasikan untuk menyediakan kursi kerja ergonomis, menyesuaikan fasilitas kerja, melakukan peregangan secara rutin, dan evaluasi ergonomi secara berkala untuk mengurangi risiko ergonomi dan mendukung peningkatan kinerja operasional.

References

  1. Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations management: Sustainability and supply chain management (13th ed.). Pearson. Heizer, J., & Render, B. (2015). Manajemen Operasi: Manajemen Keberlangsungan dan Rantai Pasokan (11 ed.). Salemba Empat.
  2. Hignett, S., & McAtamney, L. (2000). Rapid entire body assessment (REBA). Applied Ergonomics, 31(2), 201–205.
  3. Salvendy, G., & Karwowski, W. (2021). Handbook of human factors and ergonomics (5th ed.). John Wiley & Sons.
  4. Stevenson, W. J. (2021). Operations management (14th ed.). McGraw-Hill Education.
  5. Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo (ed.); ke-2). Alfabeta, Bandung.
  6. Tarwaka. (2015). Ergonomi industri: Dasar-dasar pengetahuan ergonomi dan aplikasi di tempat kerja (Edisi II). Harapan Press.