Vol. 25 No. 8 (2026): Musytari: Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, ISSN 3025-9495
Articles

MANAJEMEN KINERJA BELANJA DAERAH : ANALISIS EFISIENSI DAN STRUKTUR ANGGARAN DKI JAKARTA 2024

Eva Septiani
Universitas Bina Sarana Informatika
Imtiaz Mutaqin
Universitas Bina Sarana Informatika
Annisa Yalin Rahma
Universitas Bina Sarana Informatika
Jeremy Pandu Lokananta
Universitas Bina Sarana Informatika
Maulida Putri
Universitas Bina Sarana Informatika
Muhammad Nopta Hibatulloh
Universitas Bina Sarana Informatika
Sarah Aqmarina
Universitas Bina Sarana Informatika

Published 2026-07-07

Keywords

  • Kinerja Belanja Daerah,
  • Laporan Realisasi Anggaran,
  • Efisiensi Anggaran

How to Cite

MANAJEMEN KINERJA BELANJA DAERAH : ANALISIS EFISIENSI DAN STRUKTUR ANGGARAN DKI JAKARTA 2024. (2026). Musytari : Jurnal Manajemen, Akuntansi, Dan Ekonomi, 25(8). https://doi.org/10.2238/px9v5190

Abstract

Kebijakan desentralisasi fiskal menuntut pemerintah daerah untuk mengelola anggaran secara mandiri sekaligus menyajikan pelayanan publik yang prima. penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan mengevaluasi kinerja belanja daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2024 dengan membedah data sekunder dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) audited melalui analisis varians, tingkat penyerapan anggaran, dan rasio belanja operasi. Hasil studi menunjukkan bahwa penyerapan anggaran secara keseluruhan berjalan sangat baik mencapai 92,06%, dengan sisa anggaran (favorable variance) sebesar Rp 6.01 triliun. Secara rinci, belanja operasi terserap optimal hingga 95,66%. Namun, penyerapan belanja modal tertahan di angka 84,72% akibat kendala teknis dan rumitnya proses pengadaan barang atau jasa. Penyerapan anggaran dinilai memuaskan, struktur belanja DKI Jakarta masih menunjukkan ketimpangan yang cukup serius. Rasio belanja operasi menyentuh angka 84,20% (kategori kurang baik) karena didominasi oleh pengeluaran rutin seperti belanja pegawai serta barang dan jasa. Akibatnya, alokasi untuk belanja modal produktif atau investasi infrastruktur menjadi sangat terbatas, yakni hanya sebesar 15,80%. Berdasarkan temuan ini, Pemprov DKI Jakarta direkomendasikan untuk segera membenahi sistem pengadaan belanja modal dan melakukan restrukturisasi anggaran secara bertahap demi mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

References

  1. Arif Rachman, Yochanan, A. I. S. (2024). Dan R & D. In CV Saba Jaya Publishr.
  2. Dara Gendis, W. (2021). ANALISIS KINERJA ANGGARAN BELANJA PADA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA (DP3AP2KB) KOTA PADANG PERIODE 2016-2020. 6.
  3. Digdowiseiso, S. I. K. (2023). Analisis kinerja anggaran realisasi pendapatan dan belanja daerah. 10(2), 743–759.
  4. Fatimah, & Nuryaningsih. (2024). Buku Ajar Buku Ajar.
  5. Halim, A. (2018). Akuntansi sektor publik: Akuntansi keuangan daerah. Selemba Empat.
  6. Indonesia, P. R. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi.
  7. Jakarta, P. P. D. (2025). Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2024. https://ppid.jakarta.go.id/detail/laporan-keuangan-pemda-prov-dki-jakarta
  8. Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2020). Peraturan Mentri Dalam Negri Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/details/162792/permendagri-no-77-tahun-2020
  9. Mahmudi. (2019). Analisis laporan keuangan pemerintah daerah (4th ed.). UPP STIM YKPN.
  10. Sopanah, A., Bahri, M., & Prabowo, H. (2023). Akuntansi Sektor Publik: Teori dan Praktik Akuntansi Pemerintahan di Indonesia.
  11. Syamsuddin, I., Muhammad, P. N., & Karim, A. (2022). Analisis Kinerja Anggaran Belanja pada Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018-2020. YUME : Journal of Management, 5(2), 170–177. https://doi.org/10.2568/yum.v5i2.1557
  12. Utomo, M. A. S. (2015). Analisis Penggunaan Ratio : Kemandirian, Efektifitas, Efisiensi, Aktivitas Dan Pertumbuhan Sebagai Alternatif Pengukuran Kinerja Keuangan Pada Pemda DKI Jakarta. Jraa, 2(3), 15–52.