Abstract
Masa transisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi sering kali menyebabkan perasaan bingung dan tidak nyaman, yang berdampak pada kondisi mental mahasiswa baru ketika mencoba menemukan identitas diri di lingkungan yang baru dan tidak dikenal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis proses pencarian identitas diri pada mahasiswa semester awal dalam konteks kehidupan kampus. (2) Mengkaji proses adaptasi sosial mahasiswa dalam interaksi dengan lingkungan pertemanan di kampus. (3) Menggali dinamika antara autentisitas diri dan kebutuhan akan penerimaan sosial dalam pembentukan identitas mahasiswa, (4) Serta faktor-faktor yang memengaruhi mereka dalam membangun dan menegosiasikan identitas diri mahasiswa semester awal dalam relasi sosial kampus. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam terhadap empat orang mahasiswa semester awal yang memiliki perbedaan dalam latar belakangnya di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengeksplorasi pengalaman pribadi dari narasumber secara rinci dan detail. Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pencarian identitas diri seorang mahasiswa baru pada masa awal perkuliahan ditandai dengan adanya hambatan transisi akademis dan adanya culture shock akibat sistem di perkuliahan yang menuntut kemandirian, sehingga mereka terpaksa untuk mengevaluasi kembali kapasitas diri dan kemandirian mereka, (2) Proses adaptasi sosial mahasiswa dalam lingkungan pertemanan kampus berada di tengah dinamika sosial yang heterogen serta perbedaan cara komunikasi, yang dapat menuntut mereka untuk terus bersifat fleksibel dalam memosisikan diri, (3) Dinamika autentisitas dan penerimaan sosial memicu adanya fenomena “akting sosial” berupa penggunaan “topeng” (people pleaser) demi menghindari penolakan dari suatu kelompok, meskipun sifat asli tetap dipertahankan dalam lingkaran pertemanan dekat, (4) Faktor pengaruh negosiasi identitas beralih dari eksternal yaitu kecemasan opini orang lain menjadi internal yaitu prinsip hidup, di mana proses penyesuaian diri ini berujung pada peningkatan kesadaran diri serta kematangan dalam mengontrol emosi. Riset ini memberikan kontribusi dalam bidang bimbingan konseling dengan memahami dinamika psikososial mahasiswa baru, sehingga dapat dirancang program pendampingan adaptasi yang lebih efektif dan tepat sasaran.References
Amelia, L., Amin, S. (2022). Analisis Self-Presenting Dalam Teori Dramaturgi Erving Goffman Pada Tampilan Instagram Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 173–187.
Anggana, W., & Pedhu, Y. (2021). Hubungan Antara Regulasi Diri dan Penyesuaian Akademik Mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Pendidikan dan Bahasa, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Jurnal Psiko-Edukasi, Jurnal Pendidikan, Psikologi, Dan Konseling, 19(1), 105–115.
Arum, A. R., & Khoirunnisa, R. N. (2021). Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Psikologi. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(8), 187–196.
Atiyah, K., Mughni, A., & Ainiyah, N. (2020). Hubungan Antara Regulasi Diri Dengan Penyesuaian Diri Remaja. Maddah : Jurnal Komunikasi Dan Konseling Islam, 2(2), 42–51. https://doi.org/10.35316/maddah.v2i2.844
Bata, S., & Huwae, A. (2023). Grit dan Regulasi Diri Dalam Belajar pada Mahasiswa Tahun Pertama. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 310–321.
Gunandar, M. S., & Utami, M. S. (2017). Hubungan antara Dukungan Sosial Orang Tua dengan Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru yang Merantau. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 3(2), 98–109. https://doi.org/10.22146/gamajop.43441
Gunawan, I. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Teori & Praktik. Bumi Aksara.
Hadawiah. (2019). Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia. Al-Munzir, 12(1), 149–164.
Haryoko, S. dkk. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif: Konsep, Teknik, & Prosedur Analisis. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afghani, M. W. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833.
Lathifah Nuryanto, I., & Setiowati, A. (2018). Status Identitas Diri Mahasiswa Tingkat Pertama Fkip Universitas Pgri Yogyakarta T.a. 2017/2018. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(1), 114–119. https://doi.org/10.31316/g.couns.v3i1.87
Maulina, B., & Sari, D. R. (2018). Derajat Stres Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Ditinjau Dari Tingkat Penyesuaian Diri Terhadap Tuntutan Akademik. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan Konseling, 4(1), 1–5. https://doi.org/10.26858/jpkk.v4i1.4753
Mokos, I, & S. (2025). Konstruksi Identitas Diri Remaja di Media Sosial: Analisis Konsep Dramaturgi Erving Goffman. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(3), 638–649. https://doi.org/10.54259/mukasi.v4i3.4690
Olivia, H., Sudarsono, A., Sarasati, F. (2024). Fenomena Culture Shock Mahasiswa Perantauan di Kabupaten Bekasi. Jurnal Pustaka Komunikasi, 7(1), 174–184. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i2.1874
Parawansah, K. I. (2026). Memahami Komunikasi Sosial : Front Stage dan Back Stage Menurut Teori Dramaturgi Goffman. 3(1), 125–139.
Rahayu Nurhajati, A., Nurmalia Putri, D., Yumna Rizq, A., Eka Putri, H., & Penelitian, A. (2025). Analisis Pengaruh Culture Shock Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Baru Di Perguruan Tinggi. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(12), 8121–8134. https://doi.org/10.56338/jks.v8i12.9594
Rena, S. (2024). Proposisi Spritualitas Dalam Regulasi Diri Belajar Sebagai Koping Stres Dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam. 14(1), 109–121.
Rohi, E. (2026). Pengaruh Penyesuaian Diri Mahasiswa Terhadap Culture Shock. Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(3), 11–18. https://doi.org/10.26539/teraputik.9/3/26.836
Safrudin, R., Zulfamanna, Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. Journal Of Social Science Research, 3(2), 1–15.
Sianturi, E., & Widodo, T. (2026). Adaptasi Mahasiswa Baru Dalam Menghadapi Culture Shock Dilingkungan Universitas Riau. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 12(5), 108–122.
Widihapsari & Susilawati. (2018). Peran Kecerdasan Emosional Dan Dukungan Sosial Terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Baru Universitas Udayana Yang Berasal Dari Luar Pulau Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 5(1), 48–62. https://erepo.unud.ac.id/id/eprint/24591/1/f2eddcc727c0632e2ff4e6cd6d3bd7b7.pdf
Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif Dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. QUANTA: Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.22460/q.v1i1p1-10.497