SUBJECTIVE WELL-BEING AMONG VICTIMS OF BULLYING AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 17 PADANG: A GENDER PERSPECTIVE
PDF

Keywords

Subjective well-being
Bullying
Jenis Kelamin
Siswa SMA
Bimbingan dan Konseling

How to Cite

SUBJECTIVE WELL-BEING AMONG VICTIMS OF BULLYING AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 17 PADANG: A GENDER PERSPECTIVE. (2026). Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 19(2). https://journal.cib.institute/index.php/liberosis/article/view/5314

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bullying di kalangan siswa SMA yang kerap dikaitkan dengan menurunnya subjective well-being. Penelitian deskriptif mengenai subjective well-being pada siswa korban bullying di jenjang SMA, khususnya ditinjau dari jenis kelamin, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan subjective well-being siswa yang teridentifikasi sebagai korban bullying di SMA Negeri 17 Padang berdasarkan komponen kognitif (kepuasan hidup) dan komponen afektif (afek positif dan afek negatif), serta menguji perbedaannya berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan komparatif. Populasi penelitian berjumlah 274 siswa kelas XI dan XII. Sampel sebanyak 103 siswa (62 perempuan dan 41 laki-laki) yang teridentifikasi sebagai korban bullying melalui screening instrumen dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket subjective well-being yang disusun berdasarkan Satisfaction With Life Scale dan Positive Affect and Negative Affect Schedule yang dimodifikasi untuk korban bullying. Dari 60 item yang diuji, sebanyak 46 item dinyatakan valid dengan nilai r tabel sebesar 0,193, sedangkan koefisien reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,880. Data dianalisis menggunakan frekuensi dan persentase, serta uji Independent Samples t-Test untuk membandingkan siswa laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjective well-being siswa korban bullying secara umum berada pada kategori sedang, dengan 45 siswa (44%) berada dalam kategori tersebut. Jika dilihat dari komponennya, kepuasan hidup dan afek positif berada pada kategori sedang, sedangkan afek negatif berada pada kategori tinggi. Rata-rata skor siswa laki-laki (3,0683) sedikit lebih tinggi daripada siswa perempuan (2,9581), tetapi perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (t = 1,102; df = 101; p = 0,273). Temuan ini menunjukkan bahwa subjective well-being siswa korban bullying tidak berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin, sementara pengalaman emosi negatif tetap cukup menonjol. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling berupa layanan informasi, konseling individual, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok perlu diberikan kepada seluruh siswa korban bullying tanpa membedakan jenis kelamin.
PDF

References

Ayu Febrianti, E., & Panca Setyawati, S. (2022). Pemanfaatan Buku Panduan dalam Melaksanakan Konseling Kelompok. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara, 2, 1–6.

Borualogo, I. S., & Casas, F. (2021). Subjective Well-Being of Bullied Children in Indonesia. Applied Research in Quality of Life, 16(2), 753–773.

Diener, E. (1984). Subjective Well-Being. Psychological Bulletin, 95(3), 542.

Diener, E., Oishi, S., & Tay, L. (2018). Advances in subjective well-being research. Nature Human Behaviour, 2(4), 253–260.

Diener, E., Suh, E. M., Lucas, R. E., & Smith, H. L. (1999). Subjective Well-Being: Three Decades of Progress. Psychological Bulletin, 125(2), 276–302.

Han, Z. Y., Ye, Z. Y., & Zhong, B. L. (2025). School bullying and mental health among adolescents: a narrative review. Translational Pediatrics, 14(3), 463–472.

Hariko, R. (2016). Ilmu Bimbingan dan Konseling, Nilai dan Kesejahteraan Individu: Studi Literatur. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 4(2), 118–123.

Huang, L. (2021). Bullying victimization, self-efficacy, fear of failure, and adolescents' subjective well-being in China. Children and Youth Services Review, 127, 106084.

Inuhan, Y. Y., Aryani, E., & Hadi, A. (2024). Forgiveness and Subjective Well-Being in Victims of Bullying at a Vocational High School. Atlantis Press SARL.

Iskandar, I., & Salamah, U. (2025). Pengaruh Cyberbullying Melalui Media Sosial Terhadap. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2, 245–262.

Jauhari, M. H., & Syukur, Y. (2023). Keefektifan Pelaksanaan Layanan Konseling Individual ditinjau dari Diri Siswa di SMPN Penggerak Kota Padang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 24183–24192.

Katsantonis, I., Barrado, B., McLellan, R., & Gimenez, G. (2024). Subjective Well-Being and Bullying Victimisation: A Cross-National Study of Adolescents in 64 Countries and Economies. Child Indicators Research, 17(4), 1563–1585.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2026). Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak: Laporan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2024). Laporan Tahunan KPAI.

Li, X., Kuo, Y. L., & Huggins, T. J. (2024). Perceived feedback and school belonging: the mediating role of subjective well-being. Frontiers in Psychology, 15, 1–8.

Lismana, D., & Syukur, Y. (2023). Upaya personil sekolah dalam mengatasi perilaku bullying siswa di SMAN 1 Lubuk Sikaping. Counseling and Humanities Review, 3(2), 93–97.

Mamuaya, C. L. (2025). Building Better Behavior: How School Environments Shape Student Character. International Journal of Scientific Research and Management, 13(05), 4105–4112.

Maulidhah, C. R. P., & Fahmawati, Z. N. (2025). Optimism and Academic Resilience Correlate with Student Subjective Well-Being. Academia Open, 10.

Mei, S., Zheng, C., & Liang, L. (2025). The development trajectories and modifiable factors of adolescents' subjective well-being from late adolescence to early adulthood. Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health, 19.

Oksarnalia, P., Marsha, G. C., & Fitriah, A. (2025). Gambaran Kesejahteraan Psikologis Pada Siswa Korban Bullying di SMA X Kota Banjarmasin. Journal of Social Science Research, 5, 9877–9890.

Downloads

Download data is not yet available.