Abstract
Ayah yang kurang berperan dalam menunaikan tanggung jawabnya sebagai ayah atau kepala keluarga menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap anaknya, salah satunya rendahnya self esteem karena hilangnya peran father involvement. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat peran forgiveness dalam memoderasi pengaruh antara father involvement terhadap self esteem, pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan hierarchical regression dan moderated regression analysis (MRA). Sampel penelitian berjumlah 400 responden perempuan berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Indonesia dan memiliki pengalaman fatherless, yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling dengan metode voluntary response sampling. Penelitian ini menggunakan tiga instrumen yaitu Coopersmith Self esteem Inventory (CSEI), Father Involvement Scale (FIS), dan Heartland Forgiveness Scale (HFS). Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui kuesioner digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa father involvement tidak memiliki pengaruh yang secara langsung terhadap self esteem (p = .150), sehingga H1 tidak didukung oleh data. Namun demikian, forgiveness terbukti memoderasi secara signifikan pengaruh antara father involvement dan self esteem (p < .001), yang berarti H2 diterima. Selain itu, ditemukan pula bahwa forgiveness memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap self esteem (p < .001), sehingga forgiveness berperan ganda, yaitu sebagai prediktor langsung sekaligus sebagai moderator. Temuan ini mengindikasikan bahwa peran father involvement terhadap self esteem bergantung pada situasi dan baru menjadi nyata ketika mempertimbangkan kapasitas individu dalam memaafkan.References
Aki, M., Shibata, M., Fujita, Y., Spantios, M., Kobayashi, K., Ueno, T., Miyagi, T., Yoshimura, S., Oishi, N., Murai, T., & Fujiwara, H. (2025). Neural basis of self-esteem: social cognitive and emotional regulation insights. Frontiers in Neuroscience, 19. https://doi.org/10.3389/fnins.2025.1588567
Allen, S., & Daly, K. (2007). The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence. www.fira.uoguelph.ca.
Ardiansyah, Risnita, & Jailani M Syahran. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah . http://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/ihsan
Ariyanti, V., & Purwoko, B. (2023). Faktor – Faktor yang Memengaruhi Self-Esteem Remaja: Literature Review. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 6(3), 362–368. https://doi.org/10.26539/teraputik.631389
Ayu, Y. D., & Widyastuti. (2023). Dynamics of Self-Acceptance of Early Adult Women Who Experience Fatherlessness.
Castetter, C. (2020). The Developmental Effects on the Daughter of an Absent Father Throughout her Lifespan. https://scholarworks.merrimack.edu/honors_capstones
Diniz, E., Brandão, T., Monteiro, L., & Veríssimo, M. (2021). Father Involvement During Early Childhood: A Systematic Review of the Literature. Journal of Family Theory and Review, 13(1), 77–99. https://doi.org/10.1111/jftr.12410
Ekawardhani, N. P., Mar'at, S., & Sahrani, R. (2019). Peran Self-Esteem dan Self-Forgiveness sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Perempuan Dewasa Muda. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni , 3(1), 71. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v3i1.3538
Gençoğlu, C., Şahin, E., & Topkaya, N. (2018). General self-efficacy and forgiveness of self, others, and situations as predictors of depression, anxiety, and stress in university students. Kuram ve Uygulamada Egitim Bilimleri , 18(3), 605–626. https://doi.org/10.12738/estp.2018.3.0128
Iskandar, A. S., Prasetyo, E., & Mulya, H. C. (2023). Dinamika Self-Esteem pada Emerging Adulthood yang Fatherless. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, 11(2), 173–197. https://doi.org/10.33508/exp.v11i2.5122
Javeed, N., & Kumar Gautam, S. (2024). The Psychology of Forgiveness and Its Effects on Anxiety and Self-Esteem. The International Journal of Indian Psychology, 12(2). https://doi.org/10.25215/1202.179
Manullang, A. S., & Kusumiati, R. Y. E. (2025). Cinta Pertama Jadi Luka: Dinamika Pemaafan Pada Perempuan Dewasa Muda Yang Ayahnya Berselingkuh. Economics and Digital Business Review, 6(1), 768–780.
Nasution, E. S., Rahayu, A., & Cameliana, A. (2023). The Impact of Father's Absence on Psychological Conditions in Children from Commuter Marriage Families. Asian Journal of Social and Humanities, 1(12). https://ajosh.org/
Nihayah, U., Ade Putri, S., Hidayat, R., & Walisongo Semarang, U. (2021). Konsep Memaafkan dalam Psikologi Positif. Indonesian Journal of Counseling and Development, 3, 108–119. https://doi.org/10.32939/ijcd.v3i1.1031
Risnawati, E., Nuraqmarina, F., & Wardani, L. M. I. (2021). Peran Father Involvement terhadap Self Esteem Remaja. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 143–152. https://doi.org/10.15575/psy.v8i1.5652
Rokhmatika, N., & Muslikah. (2024). Pengembangan Instrumen Self-Esteem Coopersmith (Citra Diri). Jurnal Literasi Indonesia (JLI), 1(1).
Saenab, B. St., Hayati, S., & Nurhikmah, N. (2024). Pengaruh Father Involvement terhadap Self Esteem pada Remaja Akhir. Jurnal Psikologi Karakter, 4(2), 469–473. https://doi.org/10.56326/jpk.v4i2.3544
Salsabila, S., & Hakim, L. (2020). Pengaruh Peran Ayah Terhadap Self Esteem Mahasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa. Jurnal Psimawa , 3(1), 24–30. http://jurnal.uts.ac.id/index.php/PSIMAWA
Sari, M., Rachman, H., Juli Astuti, N., Win Afgani, M., & Abdullah Siroj, R. (2022). Explanatory Survey dalam Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 10–16. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1953
Sundari Arie Rihardini, & Herdajani Febi. (2013). Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Psikologis Anak. Prosiding Seminar Nasional Parenting, 260.