Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-efficacy pegawai di Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadapi proses digitalisasi kearsipan yang tengah berlangsung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi terstruktur terhadap lima bidang kerja serta wawancara mendalam kepada empat orang pegawai yang dipilih secara purposif. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-efficacy pegawai secara umum berada pada tingkat yang cukup baik, dengan kekuatan utama pada dimensi strength dan generality, sementara dimensi magnitude, khususnya inisiatif mandiri untuk mencoba sistem digital baru tanpa arahan, masih tergolong rendah. Ditemukan pula variasi profil self-efficacy antar individu yang berkaitan dengan latar belakang pengalaman dan masa kerja, serta tidak ditemukan pola learned helplessness yang signifikan. Dukungan lingkungan kerja dan kepemimpinan terbukti berperan besar dalam membentuk keyakinan diri pegawai, meskipun potensi pembelajaran melalui pengamatan sosial belum dimanfaatkan secara optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis yang terencana, bertahap, dan disesuaikan dengan profil awal pegawai untuk mendukung keberhasilan transformasi digital di instansi pemerintahan daerah secara berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perancangan program pelatihan berbasis pengalaman keberhasilan bertahap serta penguatan mekanisme pembelajaran antar rekan kerja sebagai langkah strategis pengembangan sumber daya manusia di sektor kearsipan pemerintah.References
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. In Worth Publishers. https://books.google.co.id/books?id=eJ-PN9g_o-EC
Bandura, A. (2015). On Deconstructing Commentaries Regarding Alternative Theories of Self-Regulation. Journal of Management , 41, 1025 –1044. https://doi.org/10.1177/0149206315572826
Filippello, P., Buzzai, C., Costa, S., Orecchio, S., & Sorrenti, L. (2020). Teaching style and academic achievement: The mediating role of learned helplessness and mastery orientation. Psychology in the Schools, 57(1), 5–16. https://doi.org/10.1002/pits.22315
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (2022). Laporan Kompetensi Digital Aparatur Sipil Negara Indonesia. PANRB. https://menpan.go.id/site/
Luthans, F., & Youssef-Morgan, C. M. (2017). Psychological capital: An evidence-based positive approach. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational Behavior, 4, 339–366. https://doi.org/10.1146/annurev-orgpsych-032516-113324
Newman, A., Obschonka, M., Schwarz, S., Cohen, M., & Nielsen, I. (2019). Entrepreneurial self-efficacy: A systematic review of the literature on its theoretical foundations, measurement, antecedents, and outcomes, and an agenda for future research. Journal of Vocational Behavior, 110, 403–419. https://doi.org/10.1016/j.jvb.2018.05.012
Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan. (2016). Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Selatan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Selatan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/12381/perda-prov-sumatera-selatan-no-14-tahun-2016
Peraturan Gubernur Sumatera Selatan. (2016). Peraturan Gubernur (PERGUB) Provinsi Sumatera Selatan No. 51 Tahun 2016 Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan. 1 –17. http://peraturan.bpk.go.id/Details/35715/pergub-prov-sumatera-selatan-no-51-tahun-2016
Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2018). Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. 110. https://peraturan.bpk.go.id/Details/96913/perpres-no-95-tahun-2018
Scherer, R., Siddiq, F., & Teo, T. (2015). Becoming more specific: Measuring and modeling teachers’ perceived usefulness of ICT in the context of teaching and learning. Computers & Education, 88, 202–214. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2015.05.005
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (edisi kedua). Alfabeta.