Abstract
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan salah satu jalur seleksi masuk perguruan tinggi yang mempertimbangkan prestasi akademik siswa selama menempuh pendidikan di sekolah. Tuntutan untuk mempertahankan stabilitas nilai rapor sebagai persiapan mengikuti SNBP dapat memunculkan academic anxiety, terutama pada siswa yang memiliki kecenderungan perfectionism. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh perfectionism terhadap academic anxiety, serta pengaruh dimensi high standards, order, dan discrepancy terhadap academic anxiety pada siswa kelas XI SMAN 2 Depok yang sedang mempersiapkan diri mengikuti SNBP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Partisipan penelitian berjumlah 179 siswa kelas XI SMAN 2 Depok yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Almost Perfect Scale-Revised (APS-R) yang dikembangkan oleh Slaney dkk. (2001) untuk mengukur perfectionism dan skala Academic Anxiety hasil adaptasi dari Parihar dkk. (2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perfectionism berpengaruh signifikan terhadap academic anxiety (p = 0,001), dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,713 dan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,508. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perfectionism memberikan pengaruh sebesar 50,8% terhadap variasi academic anxiety, sedangkan 49,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Pada analisis dimensi, order dan discrepancy berpengaruh signifikan terhadap academic anxiety, sedangkan high standards tidak berpengaruh signifikan. Dimensi discrepancy memberikan kontribusi paling besar dengan nilai standardized coefficient beta sebesar 0,671. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh perfectionism terhadap academic anxiety terutama tercermin pada kesenjangan antara standar yang diharapkan dengan pencapaian yang diperoleh.References
Agnes, L. A. S., & Muthupandi, P. (2024). Academic anxiety scale: Tool development and validation. International Education & Research Journal, 10(4), 169–173. DOI: 10.21276/IERJ24671240995766
Amalia, A. N., Suyono, S., & Arthur, R. (2021). Penyusunan instrumen penelitian. Nasywa Expanding Management.
Azwar, S. (2012). Validitas dan reliabilitas: Konsep dan implementasinya dalam penelitian psikologi. Buletin Psikologi, 20(2), 2–13. DOI: 10.22146/buletinpsikologi.13381
Azwar, S. (2016). Reliabilitas dan validitas aitem. Buletin Psikologi, 24(2), 43–56. DOI: 10.22146/bpsi.13381
Azwar, S. (2017). Penyusunan skala psikologi (Edisi Kedua). Pustaka Pelajar.
Dayo, Z., & Faradina, S. (2020). Perfectionisme pada penari di Aceh: Adaptif atau maladaptif? Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 6(1), 56–66. DOI: 10.22146/gamajop.55397
Farrasia, F., Safira, D., Hairul, S., Ramadhani, S. P., & Yulandari, Z. A. (2023). Tingkat academic anxiety pada siswa ditinjau dari perbedaan gender. Educate: Journal of Education and Learning, 1(2), 49–57. DOI: 10.61994/educate.v1i2.319
Frost, R. O., Marten, P., Lahart, C., & Rosenblate, R. (1990). The dimensions of perfectionism. Cognitive Therapy and Research, 14(5), 449–468.
Hewitt, P. L., & Flett, G. L. (1991). Perfectionism in the self and social contexts: Conceptualization, assessment, and association with psychopathology. Journal of Personality and Social Psychology, 60(3), 456–470. DOI: 10.1037/0022-3514.60.3.456
Hewitt, P. L., Flett, G. L., & Mikail, S. F. (2017). Perfectionism: A relational approach to conceptualization, assessment, and treatment. The Guilford Press.
Hidayahtillah, N., Taibe, P., & Gismin, S. S. (2022). Kecenderungan perfectionist, fear of failure, dan academic anxiety pada mahasiswa di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 2(2), 227–234. DOI: 10.56326/jpk.v2i2.1991
Hidayat, A., Supardin, L., Trisninawati, & Alhempi, R. R. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif. Anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI).
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Erlangga.
Idi, A. (2011). Sosiologi pendidikan. Rineka Cipta.
Jabbar, K., Razak, A., & Siswanti, D. N. (2022). Pengaruh perfectionisme terhadap kecemasan ujian siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kabupaten Takalar. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(5), 538–546.
Jones, A. T. (2021). Dyslexia in higher education: Anxiety and coping skills. Cambridge University Press.
Kemdiktisaintek. (2026). Hasil SNBP 2026 resmi diumumkan: Kemdiktisaintek perkuat jaminan KIP Kuliah. https://kemdiktisaintek.go.id/news/article/hasil-snbp-2026-resmi-diumumkan-kemdiktisaintek-perkuat-jaminan-kip-kuliah
Landsman, M., Escamilla, G., & Matyas, J. (2023). Test anxiety and perfectionism. Journal of Student Research, 12(3). DOI: 10.47611/jsrhs.v12i3.4839
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.
Lestari, W., & Wulandari, D. A. (2021). Hubungan antara dukungan sosial terhadap academic anxiety pada mahasiswa yang menyusun skripsi di masa pandemi COVID-19 semester genap tahun ajaran 2019/2020. PSIMPHONI, 1(2), 99–104. DOI: 10.30595/psimphoni.v1i2.8174