Abstract
Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berperan penting dalam keberhasilan belajar, interaksi sosial, dan pengembangan potensi diri. Hasil observasi di SMA Negeri 2 Semarapura menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah, ditandai dengan kurang berani mengemukakan pendapat, enggan bertanya, dan kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model layanan bimbingan kelompok berbasis permainan edukatif "Kartu Percaya Diri" serta mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas produk yang dikembangkan dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli dan peserta didik SMA Negeri 2 Semarapura sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket respons peserta didik, serta angket kepercayaan diri. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan validitas Gregory, persentase kelayakan, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memiliki koefisien validitas Gregory sebesar 0,809 dengan kategori sangat tinggi. Respons peserta didik terhadap penggunaan produk memperoleh persentase 84,33% dengan kategori sangat layak. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,805 (80,48%) yang termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, model layanan bimbingan kelompok berbasis permainan edukatif "Kartu Percaya Diri" dinyatakan valid, sangat layak, dan efektif digunakan sebagai alternatif layanan Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.References
Depdiknas. (2008). Penataan pendidikan profesional konselor dan layanan bimbingan dan konseling dalam jalur pendidikan formal. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Hidayat, D. R. (2018). Bimbingan dan konseling di sekolah. Ghalia Indonesia.
Kemendikbud. (2022). Panduan operasional penyelenggaraan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Prayitno. (2017). Layanan bimbingan kelompok dan konseling kelompok. Ghalia Indonesia.
Riduwan. (2020). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2017). Metode penelitian pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.
Tohirin. (2016). Bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah (Berbasis integrasi). PT RajaGrafindo Persada.
Yusuf, S., & Nurihsan, A. J. (2019). Landasan bimbingan dan konseling. PT Remaja Rosdakarya.
Aeni, N., & Handayani, T. (2022). Pengembangan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 7(2), 110–118.
Hartono, H., & Wibowo, M. E. (2021). Efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(1), 56–64.
Nugraha, D., & Rahmawati, L. (2023). Pengembangan media permainan edukatif dalam layanan bimbingan kelompok. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 8(1), 35–45.
Prasetyo, A., & Sari, D. P. (2022). Penerapan model ADDIE dalam pengembangan media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(3), 415–425