Pemberdayaan Masyarakat melalui Hilirisasi Kakao Berbasis Asset Based Community Development (ABCD) dalam Perspektif Ekoteologi di Desa Tangan Baru, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Authors

  • Azka Nadhiroh Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Author
  • Usama Khalil Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene Author
  • Aliyah Ibtihal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene Author
  • Zahrahtul Wahidah Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene Author
  • Khaeril Alam Syam Komunikasi dan Penyiaran Islam, Ushuluddin Adab dan Dakwah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene Author
  • Sulva Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene Author

Keywords:

Pemberdayaan Masyarakat, Hilirisasi Kakao, Asset Based Community Development, Ekoteologi, Bubuk Kakao

Abstract

Desa Tangan Baru, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar memiliki potensi komoditas kakao yang telah dibudidayakan dan dikelola masyarakat secara turun-temurun. Namun, pemanfaatan kakao masih dominan pada penjualan biji hasil panen kepada pengepul sehingga proses penciptaan nilai tambah belum banyak dilakukan di tingkat masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis proses mobilisasi aset masyarakat dalam pengembangan produk olahan kakao melalui pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dilandasi nilai ekoteologi. Pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi dan pemetaan aset, sosialisasi hilirisasi kakao, praktik pengolahan, pendampingan, serta evaluasi. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses pengolahan kakao menjadi bubuk, mulai dari pemilihan buah dan biji, fermentasi selama lima hari, pencucian dan penjemuran, penyangraian menggunakan peralatan sederhana, pemisahan kulit ari, penggilingan, hingga pengemasan dan pengenalan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mobilisasi aset kakao dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber daya alam, pengetahuan masyarakat, tenaga kelompok, serta peralatan lokal yang tersedia. Pendampingan berbasis praktik memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pengalaman dalam mengolah komoditas yang sebelumnya lebih banyak dijual sebagai bahan mentah. Namun, partisipasi masyarakat belum merata karena dipengaruhi oleh kesibukan, kebiasaan, dan perbedaan minat terhadap kegiatan pengolahan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa hilirisasi kakao dapat menjadi bentuk pemberdayaan berbasis aset yang menghubungkan dimensi ekonomi, sosial, dan ekologis. Dalam perspektif ekoteologi, pengembangan produk kakao menjadi bagian dari upaya memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana sebagai amanah yang perlu dikelola untuk kemaslahatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

References

Andyarini, E. N., Oktorina, S., & Rosidi, H. (2020). Strengthening Self Capacity of ex-Localization of Prostitution Community at Bangunsari Surabaya for Economic Independence through Asset Based Community-Driven Development (ABCD) Approach. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 04, 278–297.

Dayang Berliana, Analianasari, Fadila Marga Saty, Rima Maulini, Sutarni, Fitrian, & Kurnia Rimadhanti Ningtyas. (2025). Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Branding Produk Hilir Kakao di Suka Agung Bulok Tanggamus Lampung.

Eka Mulyo Yunus, Andika Pratama, Ahmad Yani, Muria Khusnun Nisa, & Hasyim Muhammad. (2021). Revitalisasi Tafsir Ekologi pada Kandungan Surat Al-A’raf [7] Ayat 56-58 dalam Rencana Penanaman Pohon Trembesi di Lingkungan UIN Walisongo Semarang. Jurnal Riset Agama, 1(3), 112–131. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15112

Hikmah, A. N., Dambe, J., & Dassir, M. (2022). Peranan Aset Nafkah Rumah Tangga Petani Kakao di Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Media Agribisnis, 6(2), 137–144. https://doi.org/10.35326/agribisnis.v6i2.2644

Irhamullah, Wahyu Hidayat, & Herlini Puspika Sari. (2025). Khilafah Lingkungan: Peran Manusia Sebagai Khalifah dalam Menjaga Bumi. QAZI : Journal of Islamic Studies, 2(2), 435–447. https://doi.org/10.61104/qz.v2i2.465

Jurnal Pangan Juni 2013. (n.d.).

Kretzman, J. P., & McKnight, J. (1993). Building Communities from the Inside Out. Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community’s Assets, 1–376. https://books.google.com/books/about/Building_Communities_from_the_Inside_Out.html?hl=id& id=TGFPAAAAMAAJ

Maulana, M., Sosial, D., & Sleman, K. (2019). ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT : Strategi Pengembangan Masyarakat di Desa Wisata Ledok Sambi Kaliurang. In EMPOWER : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam (Vol. 4, Number 2). http://syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/empower

NU Online. (n.d.). Surat Al-A’raf Ayat 58, Quran NU Online. Https://Quran.Nu.or.Id/al-Araf/58. Retrieved August 19, 2026, from https://quran.nu.or.id/al-araf/58

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Sugiyono 2022. https://id.scribd.com/document/691644831/Metode-Penelitian-2022-SUGIYONO

UIN Sunan Ampel Surabaya. (n.d.). Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya Asset Based Community-driven Development (ABCD).

Widiastuty, H., & Anwar, K. (2025). Ekoteologi Islam: Prinsip Konservasi Lingkungan dalam Al-Qur’an dan Hadits serta Implikasi Kebijakannya. 11(1). https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v11i1.2149

Wikipedia. (n.d.). Retrieved August 30, 2026, from https://id.wikipedia.org/wiki/Tangan_Baru,_Limboro,_Polewali_Mandar

Downloads

Published

2026-09-17

How to Cite

Pemberdayaan Masyarakat melalui Hilirisasi Kakao Berbasis Asset Based Community Development (ABCD) dalam Perspektif Ekoteologi di Desa Tangan Baru, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 8(1). https://journal.cib.institute/index.php/krepa/article/view/4237

Similar Articles

31-40 of 366

You may also start an advanced similarity search for this article.