EDUKASI PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA DAN PELEPAH KELAPA SAWIT MENJADI PUPUK KOMPOS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KEPENGHULUAN TELUK NILAP JAYA, KABUPATEN ROKAN HILIR
DOI:
https://doi.cibangsa.org/DOI-2026-5Keywords:
pupuk kompos, limbah organik, pelepah kelapa sawit, pemberdayaan masyarakat, SDGs DesaAbstract
Kepenghuluan Teluk Nilap Jaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki limbah organik rumah tangga dan limbah pelepah kelapa sawit dalam jumlah cukup besar, namun sebagian besar belum dikelola dengan baik sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan sekaligus potensi ekonomi yang belum termanfaatkan. Sebagian besar masyarakat masih membuang limbah dapur secara langsung dan bergantung pada pupuk kimia untuk kebutuhan pekarangan maupun lahan pertanian skala k ecil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Berdampak 2026 untuk mengedukasi masyarakat Teluk Nilap Jaya dalam mengolah limbah rumah tangga dan pelepah kelapa sawit menjadi pupuk kompos. Metode yang diterapkan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi langsung teknik pengomposan metode timbun dalam ember, serta evaluasi melalui sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup manfaat pupuk kompos organ ik, jenis bahan yang dapat digunakan, peran air cucian beras, larutan EM4, dan gula merah sebagai bahan pemercepat penguraian, serta tahapan pembuatan kompos. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif mengajukan pertanyaan mengenai bahan dan teknik pengomposan, serta memperoleh pemahaman praktis mengenai pengelolaan limbah organik secara mandiri. Kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, menekan pencemaran lingkungan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya tujuan kedua belas mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dan tujuan kelima belas mengenai pengelolaan ekosistem daratan yang berkelanjutan.References
Daryono, & Alkas, R. T. 2017. Pemanfaatan Limbah Pelepah dan Daun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) sebagai Pupuk Kompos. Jurnal Hutan Tropis. 5(3): 188–195.
Ekawandani, N., & Kusuma, A. A. 2018. Pengomposan Sampah Organik (Kubis dan Kulit Pisang) dengan Menggunakan EM4. TEDC. 12(1): 38–43.
Fabiani, V. A., Sari, F. I. P., Nurhadini, Adisyahputra, & Asriza, R. O. 2020. Peningkatan Kualitas Pupuk Kompos dari Limbah Rumah Tangga Menggunakan Stimulator EM4 pada Kelompok Swadaya Masyarakat Srimenanti Jaya Kabupaten Bangka. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan. 4(1): 504–509.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi [Kemendes PDTT]. 2021. SDGs Desa Nomor 12 dan 15: Konsumsi Produksi Desa Sadar Lingkungan dan Ekosistem Daratan Desa. Jakarta (ID): Kemendes PDTT.
Kuara, R. W. 2022. Pengaruh Penambahan Lindi Organik dan Air Cucian Beras terhadap Waktu Pengomposan Sampah Organik. Skripsi. UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Nur, T., Noor, A. R., & Elma, M. 2016. Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sampah Organik Rumah Tangga dengan Penambahan Bioa ktivator EM4 (Effective Microorganisms). Konversi. 5(2): 5–12.
Rini, W. N. E., Aswin, B., & Hidayati, F. 2021. Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Organik Rumah Tangga dengan Komposter Ember. Jurnal Karya Abdi. 5(3): 116–121.
Roidah, I. S. 2013. Manfaat Penggunaan Pupuk Organik untuk Kesuburan Tanah. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo. 1(1): 30–42.
Saragih, E. W., Santoso, B., & Purwaningsih, P. 2024. Pembuatan Pupuk Organik Berbahan Baku Limbah Kotoran Sapi dan Pelepah Kelapa Sawit. IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 5(4): 202–212.

