HOSPITALITY MASYARAKAT PERDESAAN DALAM MEMBANGUN INKLUSIVITAS LINTAS BUDAYA: PENGALAMAN KKN MUHAMMADIYAH ‘ AISYIYAH KELOMPOK 99 DI DESA TAWANGSARI
Keywords:
hospitality masyarakat, modal sosial, bridging social capital, inklusivitas lintas budaya, KKN MAs, masyarakat perdesaanAbstract
Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Indonesia dengan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial dan budaya beragam. Kondisi tersebut menjadikan penerimaan masyarakat terhadap kelompok pendatang penting dalam membangun interaksi sosial yang inklusif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeskripsikan praktik hospitality masyarakat Dusun Gerih RT 03, Desa Tawangsari, Kabupaten Malang, dalam menerima dan berinteraksi dengan mahasiswa KKN MAs serta menganalisis kontribusinya terhadap inklusivitas lintas budaya. Pengabdian dilaksanakan pada 29 Juli–29 Agustus 2026 dengan melibatkan 15 mahasiswa dan sekitar 50 warga. Metode menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, keterlibatan dalam aktivitas masyarakat, dokumentasi, dan refleksi pengalaman. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa hospitality masyarakat diwujudkan melalui keterbukaan komunikasi, ajakan makan bersama, pemberian makanan dan susu sapi secara cuma-cuma, bantuan transportasi, perhatian ketika mahasiswa sakit, pemberian akses terhadap ruang domestik warga, serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatan RT dan keagamaan. Temuan tersebut menunjukkan praktik trust, reciprocity, dan perluasan social networks dalam perspektif modal sosial Putnam. Interaksi yang berlangsung secara berkelanjutan membentuk bridging social capital antara mahasiswa sebagai kelompok pendatang dan masyarakat lokal. Dengan demikian, hospitality masyarakat Dusun Gerih RT 03 tidak hanya mencerminkan keramahan sehari-hari, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya hubungan sosial yang terbuka dan inklusif lintas budaya.References
Ari, A. R., Wijayanti, B. N. E., & Khasanah, D. R. N. (2026). Trust-led social capital formation in rural livelihood transformation: Evidence from a post-extractive community in Indonesia. International Journal of Humanities Education and Social Sciences , 6(1). https://doi.org/10.55227/ijhess.v6i1.2477
Basir, N. I. S., Alamsyah, A. M. A., & Muslimin, F. (2020). Agricultural social capital: Study of trust and reciprocity in Tanah Towa Village, Bulukumba Regency. Journal La Lifesci, 1(2). https://doi.org/10.37899/journallalifesci.v1i2.101
Compare, C., Pieri, C., & Albanesi, C. (2022). Community--university partnership in service-learning: Voicing the community side. Journal of Higher Education Outreach and Engagement, 26(2), 79–102.
Delaine, D. A., Redick, S., Radhakrishnan, D., Shermadou, A., Smith, M. M., Kandakatla, R., Wang, L., Freitas, C., Dalton, C. L., Dostilio, L. D., & DeBoer, J. (2024). A systematic literature review of reciprocity in engineering service-learning/community engagement. Journal of Engineering Education, 113, 838–871. https://doi.org/10.1002/jee.20561
Herlian, G. T., & Nurpadilla, P. (2022). Peranan Kuliah Kerja Nyata dalam bidang pendidikan sebagai wujud pengabdian di Kampung Barangbang Hilir. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(58).
La Ola, T., Wianti, N. I., & Tadjuddah, M. (2020). Bridging and bounding social capital: Social interaction analysis of islets islanders in Wakatobi Marine National Park. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 8(1), 30–46.
Paulson, L. R., & Davis, C. (2024). Amplifying community partner voices in rural community service-learning partnerships. Journal of Higher Education Outreach and Engagement, 28(1).
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
Ramadhanty, D. F., Primastuti, M. R., Putri, M. S., Arsyi, N. S., Wirawan, I. N. A., Salma, S. D., Sani, U., Masrufah, U., & Himawanto, D. A. (2022). Peran Kuliah Kerja Nyata sebagai wujud pengabdian masyarakat pada kegiatan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kelurahan Gajahan, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(3), 927–936. https://doi.org/10.54082/jamsi.335
Rustanto, B., Irianti, D., Kartika, T., Yuliani, D., & Istyawan, A. (2026). Understanding how rural communities utilize social capital to strengthen livelihoods and institutions: Insights from Tasikmalaya Regency, Indonesia. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 10(2). https://doi.org/10.22437/jssh.v10i2.58826
UNESCO. (2023). UNESCO framework for enabling intercultural dialogue. UNESCO

