EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI PENERAPAN POLA MAKAN BERGIZI SEIMBANG PADA MASYARAKAT DESA TANDAM HULU I
Keywords:
Anemia, Edukasi, Gizi Seimbang, PencegahanAbstract
Anemia masih menjadi salah satu masalah gizi masyarakat yang cukup sering ditemukan di Indonesia, terutama pada kelompok remaja putri, ibu hamil, dan wanita usia subur. Data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi anemia nasional sebesar 16,2%, dengan angka pada perempuan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Anemia yang tidak ditangani dapat menurunkan konsentrasi belajar, produktivitas kerja, serta meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan. Salah satu penyebab anemia yang paling banyak dijumpai adalah kekurangan zat besi akibat pola makan yang belum memenuhi kebutuhan gizi harian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tandam Hulu I mengenai anemia dan upaya pencegahannya melalui penerapan pola makan bergizi seimbang. Materi edukasi yang disampaikan meliputi pengertian anemia, penyebab dan gejala, kelompok yang berisiko tinggi, hubungan pola makan dengan kejadian anemia, sumber pangan tinggi zat besi, prinsip gizi seimbang, serta pentingnya konsumsi tablet tambah darah pada kelompok berisiko. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali gejala anemia lebih dini dan menerapkan pola makan yang lebih sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia secara berkelanjutan.References
1. World Health Organization. Anaemia [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2025 [cited 2026 Aug 23]. Available from : https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/anaemia
2. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
3. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Anemia pada Remaja Putri: Tantangan Pencegahan melalui Konsumsi Tablet Tambah Darah [Internet]. 2026 [cited 2026 Aug 23]. Available from : https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/anemia-pada-remaja-putri-tantangan-pencegahan-melalui-konsumsi-tablet-tambah-darah/
4. Febrianti KD, Ayu WC, Anidha Y, Mahmudiono T. Effectiveness of nutrition education on knowledge of anemia and hemoglobin level in female adolescents aged 12-19 years: a systematic reviews and meta-analysis. Amerta Nutrition. 2023;7(3):478-486.
5. Siregar S, Johari A, Rusdi M, Syahrial. The impact of health education on knowledge, attitude, practice, and prevention of iron deficiency anemia among adolescent females: a systematic review. NSC Nursing. 2022;4(1):1-22.
6. Engidaw MT, Lee P, Fekadu G, Mondal P, Ahmed F. Effect of nutrition education during pregnancy on iron-folic acid supplementation compliance and anemia in low- and middle-income countries: a systematic review and meta -analysis. Nutrition Reviews. 2025;83(7):e1472-e1487.
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.
8. Wisnuwardani RW, Wulandari S, Kartika AD. Health education to prevent anemia among adolescents in Samarinda, Indonesia. Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang. 2023;8(2):288-296.

