EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI PANGAN BERGIZI DI DESA PETANI, KECAMATAN BUNUT, KABUPATEN PELALAWAN

Authors

  • Nursiani Lubis Fakultas Pertanian, Universitas Riau Author
  • Meizy Pricillia Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Soviani Ester Dawolo Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau Author
  • Maylanie Gadis Dwi Adinda Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau Author
  • Latifa Asmawati Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau Author
  • Al Risa Meidini Haydar Ritonga Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Elisabeth Caroline Simbolon Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau Author
  • Lastri Roberia Sinaga Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Suryani Damaiyanti Simare Mare Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau Author
  • Miranda Stevani Napitupulu Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau Author
  • Samuel Frans Raja Hutagaol Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau Author
  • Daffa Khottami Amri Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau Author
  • Eirene Kristine Pasaribu Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau Author

DOI:

https://doi.org/10.2238/6pk0ph56

Keywords:

Stunting, Daun Kelor, Pangan Bergizi, Edukasi Gizi, Posyandu

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu balita, mengenai pencegahan stunting dan pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan bergizi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, penggunaan maket 3D, pembagian pamflet, serta pengenalan puding daun kelor. Hasil observasi dan tanya jawab menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman mengenai pencegahan stunting, manfaat daun kelor, dan pengolahannya menjadi pangan bergizi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis pangan lokal dapat mendukung peningkatan pemahaman masyarakat dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Edukasi dan pendampingan lanjutan diperlukan agar penerapan pemanfaatan pangan lokal dapat dilakukan secara berkelanjutan.

References

Abidin, U. W., & Liliandriani, A. (2021). Moringa oleifera sebagai makanan pendamping ASI pada balita stunting. J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1).

Basri, H., Hadju, V., Zulkifli, A., Syam, A., & Indriasari, R. (2021). Effect of Moringa oleifera supplementation during pregnancy on the prevention of stunted growth in children between the ages of 36 to 42 months. Journal of Public Health Research, 10(1).

Fadilla, U. S., & Choiriyah, I. U. (2024). Enhancing maternal engagement for effective stunting prevention strategies: Meningkatkan keterlibatan ibu untuk strategi pencegahan stunting yang efektif. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 15(3).

Katmawanti, S., Supriyadi, & Mariroh, F. (2021). Is instant porridge with a high calcium content based on Moringa oleifera as an alternative baby food to prevent stunting in Indonesia? Journal of Public Health Research, 10(2), 2233.

Kusuma, E., Nastiti, A. D., Handayani, D., Puspitasari, R. H., & Rahmawati, I. (2025). Community-led health education and social mobilization for improving stunting prevention behavior. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 20(4), 323–332.

Kusumawardhani, R., Prihatin, W., & Hartono, A. (2025). Edukasi dan Pelatihan Puding Daun Kelor untuk Pencegahan Stunting di Dusun Kedungsogo, Kulon Progo. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 489-499.

Kusumawati, D.D. et al. (2023). Edukasi Pemanfaatan Pangan Lokal Yang Aman dan Bergizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Sidanegara, 5(2), hal. 172–180.

Pareek, A., Pant, M., Gupta, M. M., Kashania, P., Ratan, Y., Jain, V., & Chuturgoon, A. A. (2023). Moringa oleifera: an updated comprehensive review of its pharmacological activities, ethnomedicinal, phytopharmaceutical formulation, clinical, phytochemical, and toxicological aspects. International journal of molecular sciences, 24(3), 2098.

Ratu, E. M., Arlym, L. T., & Widowati, R. (2025). Potensi Daun Kelor dalam Pencegahan Anemia: Studi pada Ibu Hamil di Puskesmas Seba, Kabupaten Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 14(2), 174-185.

Sari, Y.E. dan Yustati, E. (2023). Pengaruh Perbedaan Metode Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Stunting Di Desa Tanjung Agung Kecamatan Tanjung Agung Tahun 2023. Jurnal Medika Nusantara, 1(4), hal. 410–424.

Suriawati, J., Rachmawati, S. R., & Latirah. (2025). Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Pangan Mie dalam Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Jati Padang, DKI Jakarta. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 5(3), 711–718.

Tutik et al. (2025). Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Bahan Makanan Pendamping Asi Dalam Mencegah Stunting Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati, 8(1), Hal. 31–41.

Utario, Y., Mulyadi, & Kartika, L. (2024). Mothers' experiences in caring for stunted toddlers: A qualitative study. Indonesian Journal of Nursing Practices, 8(2).

WHO. (2020). Reducing Stunting in Children: Equity Considerations and Guidance for Countries. Geneva: World Health Organization.

Wirakusuma, A., Hidayat, S., Wahyuningtyas, T., Afida, N., Zahroni, A., Pamungkas, G. T., Agustini, L., Sari, Y., & Pujiati, E. (2025). Upaya perbaikan gizi keluarga dengan memanfaatkan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai kudapan sehat di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Jurnal Abdimas (Journal Od Community Servoce), 7(3), 565–576.

Yuviska, I. A., & Yuliasari, D. (2024). Edukasi pada ibu balita tentang pemanfaatan daun kelor sebagai kudapan untuk pencegahan stunting di Posyandu Merdeka Lingkungan II Sumber Agung Kemiling. Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 234–240.

Downloads

Published

2026-08-15

How to Cite

EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI PANGAN BERGIZI DI DESA PETANI, KECAMATAN BUNUT, KABUPATEN PELALAWAN. (2026). Kreativitas Pada Pengabdian Masyarakat (Krepa), 7(12). https://doi.org/10.2238/6pk0ph56

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 197

You may also start an advanced similarity search for this article.