PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KEPENGHULUAN RANTAU PANJANG KANAN KECAMATAN KUBU KABUPATEN ROKAN HILIR
DOI:
https://doi.org/10.2238/qhvz1441Keywords:
Pemberdayaan Masyarakat, Lahan Pekarangan, TOGA, Ketahanan Pangan, Kemandirian KeluargaAbstract
Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan rumah tangga. Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut adalah melalui pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan melalui budidaya TOGA serta mendukung kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan tanaman obat dan bahan pangan sederhana. Kegiatan dilaksanakan di Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, edukasi menggunakan media poster, demonstrasi, praktik penanaman, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi jahe, kunyit, lengkuas, kencur, serai, dan tanaman herbal lainnya yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi dan praktik langsung dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat serta teknik dasar budidaya TOGA. Pemanfaatan pekarangan juga memberikan peluang bagi keluarga untuk memenuhi sebagian kebutuhan bumbu dan tanaman herbal secara mandiri. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa program TOGA dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendorong kemandirian dalam pemeliharaan kesehatan keluarga. Oleh karena itu, optimalisasi lahan pekarangan berbasis TOGA dapat dikembangkan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan kemandirian rumah tangga.References
Azzahra, F. A., et al. (2025). Pemanfaatan tanaman obat keluarga melalui pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.
Fitriyani, I., et al. (2024). Pemanfaatan lahan pekarangan melalui tanaman obat keluarga sebagai upaya mendukung ketahanan kesehatan keluarga.
Has, D. H., & Lubis, B. D. A. (2026). Pemberdayaan masyarakat melalui edukasi tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kemandirian kesehatan keluarga.
Masitoh, N., et al. (2022). Edukasi tanaman obat keluarga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman herbal.
Nawan, N., et al. (2025). Edukasi dan pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya meningkatkan kesehatan mandiri masyarakat.
Permatasari, P., & Hardy, F. R. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Rofi'ah, S., et al. (2021). Pemanfaatan keanekaragaman hayati tanaman obat untuk mendukung kemandirian kesehatan masyarakat.
Sari, S. M., et al. (2019). Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga.
Siregar, E. S., et al. (2025). Optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

