Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 5 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PENGARUH SUBSTITUSI ABU CANGKANG KELAPA SAWIT (ABU BOILER) TERHADAP KUAT TEKAN DAN WORKABILITY BETON FC 21 MPA

Submitted
October 20, 2026
Published
2026-10-20

Abstract

Peningkatan industri konstruksi yang pesat berdampak pada meningkatnya konsumsi semen Portland, yang merupakan salah satu penyumbang emisi gas karbondioksida terbesar. Di sisi lain, pabrik kelapa sawit menghasilkan limbah abu boiler dalam jumlah melimpah dari sisa pembakaran cangkang dan serat kelapa sawit di PT. Perdana Inti Sawit Perkasa (PISP-1), Rokan Hulu, Riau, yang belum terkelola optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi sebagian semen dengan abu boiler terhadap sifat fisik/kemudahan pengerjaan (workability/slump test) adukan beton segar serta nilai kuat tekan beton mutu rencana Fc 21 MPa (K-250) pada umur 14 dan 28 hari. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan variasi substitusi abu boiler sebesar 0% (beton normal), 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen. Benda uji berbentuk kubus berukuran 15×15×15 cm diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) mengacu pada SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi 5% abu boiler merupakan kadar optimum yang memberikan nilai kuat tekan terbaik sebesar 21,11 MPa (256,1 kg/cm²) pada umur 28 hari, setara dengan beton normal (21,11 MPa; 102,4% dari target rencana) dengan nilai slump 9–10 cm (workability sedang). Peningkatan substitusi menjadi 10%, 15%, dan 20% menyebabkan penurunan nilai slump berturut-turut menjadi 8–9 cm, 6–7 cm, dan 5–6 cm, serta penurunan kuat tekan 28 hari menjadi 20,17 MPa (244,7 kg/cm²), 21,67 MPa (221,0 kg/cm²), dan 18,67 MPa (190,3 kg/cm²). Dengan demikian, substitusi abu boiler sebesar 5% dari berat semen merupakan persentase optimum yang memenuhi syarat mutu struktural Fc 21 MPa dan memberikan solusi ramah lingkungan bagi limbah industri kelapa sawit.

References

  1. Awal, P., Kasar, A., & Halus, A. (2021). Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Teknik Sipil dan Perencanaan, 11(2), 77–88.
  2. Awalludin, A., & Hussin, M. W. (2011). Utilization of Palm Oil Fuel Ash (POFA) as a partial cement replacement in concrete. Journal of Civil Engineering, 15(1), 12–20.
  3. Berli, A. U. (2019). Penentuan kuat tekan beton ringan mutu K-225 dengan substitusi cangkang sawit memakai semen Portland tipe 1. Menara Ilmu, 13(4), 1–8.
  4. Dewi, S., & Kurniawan, D. (2023). Pengaruh penambahan cangkang sawit dan variasi bahan tambah terhadap karakteristik dan kuat tekan beton. Ensiklopedia Research and Community Service Review, 2(3), 45–52.
  5. Dewi, S., Yermadona, H., & Kurniawan, D. (2026). Pengaruh variasi kadar serat baja terhadap workability dan karakteristik mekanik beton f'c 30 MPa. Rang Teknik Journal, 9(1), 15–24.
  6. Fernandes, Y. G., & Ishak, I. (2022). Pengaruh campuran material tambahan limbah terhadap kuat tekan beton. Rang Teknik Journal, 5(1), 102–109.
  7. Gunawan, H. C., Mungok, C. D., & Lestyowati, Y. (2018). Pemanfaatan abu boiler cangkang kelapa sawit sebagai bahan tambah pada campuran beton. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 5(2), 1–9.
  8. Hanafiah, H., Saloma, S., & Victor, V. (2018). Kuat tekan beton dengan memanfaatkan limbah abu boiler pabrik kelapa sawit. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 6(2), 45–52.
  9. Masril, M. (2019). Analisa kekuatan agregat klas A material Kabupaten Solok. Rang Teknik Journal, 2(2), 287–292.
  10. Prasetyo, E., & Simanjuntak, R. (2020). Pengaruh penambahan abu boiler terhadap mutu beton K250. Jurnal Rekayasa Sipil, 8(1), 33–40.
  11. Satriani, S., Permatasari, S., & Agustina, S. (2022). Studi pemanfaatan limbah abu kerak boiler terhadap kualitas bata beton. TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi): Jurnal Program Studi Teknik Sipil, 12(1), 94–101.
  12. Septiani, V., Suryan, V., & Amalia, D. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi campuran beton: Rancangan beton, kekuatan beton, dan karakteristik beton. Journal of Engineering and Transportation, 1(4), 112–120.
  13. Sitorus, R. (2021). Analisis karakteristik sifat mekanik beton dengan substitusi abu boiler sebagai filler. Jurnal Material dan Konstruksi, 4(2), 55–62.
  14. SNI 03-1968-1990. (1990). Metode pengujian analisis saringan agregat halus dan kasar. Badan Standardisasi Nasional.
  15. SNI 03-1974-1990. (1990). Metode pengujian kuat tekan beton. Badan Standardisasi Nasional.
  16. SNI 03-2834-2000. (2000). Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Badan Standardisasi Nasional.
  17. SNI 1972-2008. (2008). Cara uji slump beton. Badan Standardisasi Nasional.
  18. SNI 7656:2012. (2012). Tata cara pemilihan proporsi campuran untuk beton normal, beton berat dan beton massa. Badan Standardisasi Nasional.
  19. Tuan, N. A., dkk. (2014). The effect of palm oil mill boiler ash on strength and durability of concrete. Construction and Building Materials, 65, 210–217.
  20. Wesli, W., Akbar, S. J., & Burhanuddin, B. (2021). Studi korelasi faktor air semen (water cement ratio) dengan kuat tekan beton struktural. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 1(1), 58–69.

Similar Articles

11-20 of 148

You may also start an advanced similarity search for this article.