Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 11 No. 4 (2026): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi, ISSN 3025-1311

PENENTUAN KADAR BIOCHAR ECENG GONDOK OPTIMUM SEBAGAI SUBSTITUSI FILLER PADA CAMPURAN AC-BC

Submitted
September 9, 2026
Published
2026-09-09

Abstract

Peningkatan beban lalu lintas menuntut optimalisasi kinerja lapis perkerasan Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi bio-char eceng gondok sebagai filler terhadap karakteristik Marshall campuran AC-BC. Variasi kadar bio-char yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat filler, dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) ditetapkan sebesar 6,25%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa substitusi bio-char sebesar 5% memberikan kinerja struktural terbaik, dengan nilai stabilitas mencapai puncaknya pada 1245,57 kg dan Marshall Quotient (MQ) sebesar 497,43 kg/mm. Namun, penambahan kadar bio-char lebih lanjut (10%–15%) memicu penurunan stabilitas, MQ, VMA, dan VIM, disertai peningkatan nilai flow secara konsisten (2,235 mm hingga 2,79 mm) serta peningkatan VFA pada kadar 10%–15%. Secara ekonomi, rencana anggaran biaya untuk campuran dengan kadar bio-char 5% adalah sebesar Rp 1.853.912,03. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bio-char eceng gondok efektif digunakan sebagai filler substitusi pada kadar optimum 5% untuk meningkatkan kinerja campuran AC-BC sekaligus mengurangi limbah lingkungan.

References

  1. 1. Sukirman, S. (2013). Perkerasan lentur jalan raya. Bandung: Nova.
  2. 2. Hendarsin, S. L. (2017). Perencanaan teknik jalan raya. Bandung: Politeknik Negeri Bandung.
  3. 3. Lehmann, J. and Joseph, S. (2009) Taylor & Francis Not for distribution Taylor & Francis Not for distribution.
  4. 4. Gan, X. (2021) ‘Application of biochar from crop straw in asphalt modification’, pp. 1–7.
  5. 5. Riyanto, D. et al. (2019) ‘Aplikasi Biochar dan Pupuk Hayati Dalam Meningkatkan Kualitas Lahan Sawah Tadah Hujan Serta Produktivitas Padi di Gunungkidul. The Application of Biochar and Biofertilizer for Improving Rainfed Lowland and Rice Productivity on Gunungkidul Regency’, pp. 978–979.

Similar Articles

11-20 of 116

You may also start an advanced similarity search for this article.