AUTHORITY-CAPACITY MISMATCH DALAM PENANGANAN PELANGGARAN ALAT PERAGA KAMPANYE: STUDI ELECTORAL GOVERNANCE BAWASLU DAN SATPOL PP KOTA JAMBI
- Authors
-
-
Mario Mulatua Tinambunan
Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Universitas JambiAuthor -
Zakly Hanafi Ahmad
Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Universitas JambiAuthor -
Aditya Romadhon
Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Universitas JambiAuthor
-
- Keywords:
- electoral governance, authority-capacity mismatch, Bawaslu, Satpol PP, alat peraga kampanye, Kota Jambi
- Abstract
- Artikel ini menganalisis bagaimana ketidaksesuaian antara kewenangan formal, kapasitas kelembagaan, dan mekanisme koordinasi antaraktor memengaruhi penanganan pelanggaran alat peraga kampanye (APK) pada Pemilu Legislatif 2024 di Kota Jambi. Analisis difokuskan pada dua institusi yang terlibat dalam electoral governance penanganan APK, yaitu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jambi sebagai electoral authority dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi sebagai supporting institution dalam pelaksanaan penertiban. Dengan berpijak pada tiga dimensi electoral governance, artikel ini menempatkan dimensi electoral authorities sebagai fokus utama analisis dengan menelusuri ketidaksesuaian antara distribusi kewenangan formal dan distribusi sumber daya riil di antara lembaga yang terlibat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Kota Jambi, sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang menjatuhkan sanksi, memiliki anggaran penertiban yang hanya mencukupi operasional tiga hari kerja untuk menangani 5.476 titik temuan pelanggaran pemasangan APK. Sebaliknya, Satpol PP sebagai pelaksana teknis penertiban memiliki personel sebanyak 264 orang dari kebutuhan ideal 500 orang, dan menjalankan fungsi penertiban berdasarkan Peraturan Wali Kota tentang Reklame, bukan berdasarkan regulasi kepemiluan itu sendiri. Kondisi tersebut menunjukkan adanya authority-capacity mismatch, yaitu ketidaksesuaian antara mandat formal yang dimiliki suatu lembaga dan kapasitas administratif yang tersedia untuk menjalankannya secara efektif. Koordinasi lintas lembaga yang dilakukan menjelang masa tenang berfungsi sebagai mekanisme kompensasi sementara, tetapi tidak mengatasi persoalan struktural tersebut karena tidak berlangsung secara berkelanjutan sepanjang masa kampanye. Selain itu, pelanggaran APK terkonsentrasi secara spasial pada tiga kecamatan dan penertiban terbesar terkonsentrasi secara temporal menjelang masa tenang, sehingga penanganan bersifat reaktif dan belum menunjukkan indikasi kepatuhan berkelanjutan berdasarkan fenomena pemasangan ulang APK setelah penertiban.
- References
-
Andrizal, A., Asnawi, E., & Prayoga, T. (2025). Implementasi Penertiban Alat Peraga Kampanye Pilkada di Kecamatan Sail Kota Pekanbaru. Jurnal Gagasan Hukum, 7(1), 108–123.
Bawaslu Kota Jambi. (2024). Laporan Hasil Pengawasan dan Penertiban Alat Peraga Kampanye Pemilu Legislatif 2024. Jambi: Bawaslu Kota Jambi.
Bawaslu Kota Jambi. (2026). Surat Nomor 033/HM.02.00/K/JA-10/04/2026 tentang Penyampaian Data. Jambi: Bawaslu Kota Jambi.
Kurniawan, M., Khair, A., & Putera, M. L. S. (2025). Electoral Governance of Campaign Materials: The Role of Bawaslu in Regulating Campaign Materials (APK) During Pilkada 2024 in Barito Utara. Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 25(1), 252–264.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Norris, P. (2014). Why Electoral Integrity Matters. Cambridge: Cambridge University Press.
Rahmad, R., Asrinaldi, A., & Indraddin, I. (2020). Kendala Implementasi Kebijakan Fasilitasi Alat Peraga Kampanye Pemilu 2019 di Kota Bukittinggi. Jurnal Sosial Politik, 6(1), 55–69. https://doi.org/10.22219/sospol.v6i1.11028
Sari, P. N., Sinurat, O. K., Nicholas Stefano, A., Ananda Putra, R., Fachridho, M., & Akbar, S. (2024). Menggali Pelaksanaan Penegakan Hukum Aturan APK dalam Pemilu 2024: Studi Kasus Kecamatan Payakumbuh. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 5(3), 3217–3223. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v5i3.3037
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta.
- Downloads
- Published
- 2026-10-01
- Section
- Articles
How to Cite
Most read articles by the same author(s)
- Mehwa, Zakly Hanafi Ahmad, M. Wira Anshori, KONVERSI SUMBER DAYA AKTOR DALAM PENETAPAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA: RELASI KEWENANGAN FORMAL, MODAL SOSIAL, DAN ARENA MUSYAWARAH: Studi Kasus Desa Sumber Agung Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 12 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
Similar Articles
- Salwa Rahmah Asysyifa Prasad, Hudi Yusuf, TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEKUATAN PEMBUKTIAN CHAT WHATSAPP SEBAGAI ALAT BUKTI DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Farouk Amir Nahdi, Hudi Yusuf, TANTANGAN PENGGUNAAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DI ERA DIGITAL DALAM SISTEM PERADILAN INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Muhammad Ibnusyawal Al Musli, Iskandar Yusuf, KAJIAN ANALISIS ALAT BUKTI DNA, CCTV, VISUM TINDAK PIDANA ZINA PERSPEKTIF FIKIH ASY-SYAFI’I , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 10 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Zefanya Margareth Pangaribuan, Hudi Yusuf, ANALISIS YURIDIS ALAT BUKTI DALAM SISTEM HUKUM PEMBUKTIAN DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Adna Vika Aristiyani, Hudi Yusuf, KEDUDUKAN KETERANGAN SAKSI DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA MENURUT KUHAP , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Albet Maulana Rahmawan, Ahmad Lukman Nul Hakim, Fairuz Ramadhansyah, LEGITIMASI PEMBUKTIAN ALAT BUKTI HASIL AI GENERATIF DALAM HUKUM ACARA PERDATA DAN PIDANA DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 10 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Farhan Narawangsa Hanggara, KEDUDUKAN ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 10 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Noor Halina, Muhammad Nurcholis Alhadi, PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DALAM MALPRAKTIK ALGORITMA: ANALISIS YURIDIS AUTENTIKASI BUKTI DIGITAL BERBASIS KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE) MENURUT UU NO. 20 TAHUN 2025 , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Maharani Aura Ramadhania, Nazwa Safitri, Salshabila Talitha Putri, Tegar Muzaqi Ramadhany, Ahmad Septiansyah, Sawitri Yuli Hartati, KEKUATAN PEMBUKTIAN SCREENSHOT SEBAGAI ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA DI INDONESIA , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 8 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
- Joshua Serafim Tangka, Hudi Yusuf, PERANAN VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI SAH DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN , Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan: Vol. 16 No. 9 (2026): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, ISSN: 3031-0369
You may also start an advanced similarity search for this article.