Lingkungan Pertemanan sebagai Faktor Kriminogen dalam Fenomena Tawuran Pelajar: Perspektif Kriminologi

Authors
  • Johan Amanda Maliku

    Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang
    Author
  • Nirin Cristin Slavina Nadeak

    Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang
    Author
Keywords:
Lingkungan Pertemanan, Faktor Kriminogen, Tawuran Pelajar, Kriminalitas Remaja, Differential Association
Abstract
Tawuran pelajar merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja yang, dalam praktiknya, dapat berkembang menjadi tindak pidana yang serius, termasuk penganiayaan dan pembunuhan. Artikel ini mengkaji peran lingkungan pertemanan sebagai faktor kriminogen dalam fenomena tawuran pelajar dengan menggunakan kasus tawuran pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada September 2025 sebagai studi kasus. Peristiwa tersebut melibatkan puluhan pelajar dari tiga sekolah berbeda dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta empat orang mengalami luka-luka akibat penggunaan senjata tajam jenis celurit. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan kriminologis, serta menganalisis kasus tersebut melalui Differential Association Theory yang dikembangkan oleh Edwin H. Sutherland, artikel ini berargumen bahwa perilaku kekerasan dalam tawuran bukanlah tindakan spontan individual, melainkan perilaku yang dipelajari melalui interaksi intensif dalam kelompok pertemanan. Solidaritas kelompok, tekanan konformitas, dan normalisasi kekerasan yang berkembang dalam pergaulan sebaya membentuk sikap, nilai, dan pembenaran (rasionalisasi) terhadap tindakan tawuran. Kasus Cikarang memperlihatkan bahwa proses tersebut turut diperkuat oleh interaksi kelompok melalui media sosial, yang menjadi sarana saling menantang dan memobilisasi anggota kelompok sebelum bentrokan fisik terjadi. Artikel ini menyimpulkan bahwa penanganan tawuran pelajar tidak dapat dilakukan semata-mata melalui pendekatan hukum pidana terhadap pelaku, tetapi memerlukan penguatan pengawasan keluarga, sekolah, dan kelompok sebaya yang positif, tanpa mengabaikan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.
References

Sutherland, Edwin H., and Donald R. Cressey. Principles of Criminology. Philadelphia: J.B. Lippincott, edisi-edisi lanjutan.

Alfaridzi, Muhammad Ikhsan, dan Nadia Utami Larasati. “Agresivitas Remaja Kebayoran Lama Selatan dalam Tawuran Antar Geng melalui Perspektif Differential Association Theory.” Jurnal Anomie 5, no. 1 (2023): 52–63.

Alviani, S. R., dan Y. Osmawati. “Tinjauan Teori Kriminologi Kultural terhadap Pemaknaan Tawuran: Studi Kasus Tawuran di Wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.” Deviance: Jurnal Kriminologi (2021).

Basri, A. Said Hasan. “Fenomena Tawuran Antar Pelajar dan Intervensinya.” Hisbah: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam 12, no. 1 (2015): 1–25. https://doi.org/10.14421/hisbah.2015.121-06.

Ciciria, Deri. “Analisis Faktor-Faktor Pencegah Tawuran Pelajar di SMK 2 Mei Bandar Lampung.” Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah 3, no. 1 (2019): 130–142. https://doi.org/10.32332/tapis.v3i1.1582.

Hamdani, F., A. Setyawan, Z. Kurniawan, T. Toni, R. G. S. Wisnuhidayat, dan A. Anshori. “Analisis Fenomena Tawuran Antar Pelajar dengan Teori Differential Association.” IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora 8, no. 2 (2024): 235–245.

Haynie, Dana L. “Delinquent Peers Revisited: Does Network Structure Matter?” American Journal of Sociology 106, no. 4 (2001): 1013–1057.

Matsueda, Ross L. “Testing Control Theory and Differential Association: A Causal Modeling Approach.” American Sociological Review 47, no. 4 (1982): 489–504.

Patton, Desmond Upton, Robert D. Eschmann, dan Dirk A. Butler. “Internet Banging: New Trends in Social Media, Gang Violence, Masculinity and Hip Hop.” Computers in Human Behavior 29 (2013): A54–A59. https://doi.org/10.1016/j.chb.2012.12.035.

Pratt, Travis C., Francis T. Cullen, Christine S. Sellers, L. Thomas Winfree Jr., Tamara D. Madensen, Leah E. Daigle, Noelle E. Fearn, dan Jacinta M. Gau. “The Empirical Status of Social Learning Theory: A Meta-Analysis.” Justice Quarterly 27, no. 6 (2010): 765–802. https://doi.org/10.1080/07418820903379610.

Putra, M. D. R. E., dan N. C. Apsari. “Hubungan Proses Perkembangan Psikologis Remaja dengan Tawuran Antar Remaja.” Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik 3, no. 1 (2021): 14–24. https://doi.org/10.24198/jkrk.v3i1.31969.

Warr, Mark. “Age, Peers, and Delinquency.” Criminology 31, no. 1 (1993): 17–40.

Puspitasari, Devi. “56 Pelajar SMK Tawuran di Cikarang Bekasi, 2 Tewas dan 4 Alami Luka-luka.” detikNews, 27 September 2025. https://news.detik.com/berita/d-8133122/56-pelajar-smk-tawuran-di-cikarang-bekasi-2-tewas-dan-4-alami-luka-luka

detikNews. “Polisi Terus Buru 2 Tersangka Kasus Tawuran Maut di Cikarang.” 28 September 2025. https://news.detik.com/berita/d-8134592/polisi-terus-buru-2-tersangka-kasus-tawuran-maut-di-cikarang

Cover Image
Downloads
Published
2026-09-30
Section
Articles

How to Cite

Lingkungan Pertemanan sebagai Faktor Kriminogen dalam Fenomena Tawuran Pelajar: Perspektif Kriminologi. (2026). Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 16(11). https://journal.cib.institute/index.php/causa/article/view/4674

Similar Articles

11-20 of 78

You may also start an advanced similarity search for this article.