DISHARMONI KELUARGA DALAM ANTOLOGI CERKAK KALANG KINANTANG KARYA IMAN BUDHI SANTOSA: TINTINGAN SOSIOLOGI KELUARGA WILLIAM JAMES GOODE

Main Article Content

Amanda Ningtiyas
Darni

Abstract

Karya sastra, termasuk cerita pendek, kerap dijadikan media untuk merekam dan mengkritisi realitas sosial, salah satunya persoalan disharmoni dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan mengungkap wujud dan penyebab disharmoni keluarga yang tergambar dalam antologi cerkak Kalang Kinantang karya Iman Budhi Santosa dengan menggunakan perspektif sosiologi keluarga William James Goode, yang memusatkan perhatian pada empat konsep: kegagalan peran, kurangnya komunikasi, ketiadaan salah satu pasangan akibat kondisi yang tidak diinginkan, dan kegagalan menjalankan peran penting yang tidak dikehendaki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data primer berupa kata, kalimat, dan dialog dikumpulkan melalui teknik baca-catat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disharmoni keluarga dalam antologi ini disebabkan oleh tiga hal utama, yakni konflik peran antaranggota keluarga (khususnya antara suami dan istri, serta orang tua dan anak), lemahnya komunikasi yang menumbuhkan kecurigaan dan kesalahpahaman, serta perubahan struktur keluarga akibat kematian pasangan maupun kegagalan menjalankan peran penting yang tidak dikehendaki. Ketiga faktor tersebut saling berkelindan dan menegaskan relevansi teori sosiologi keluarga Goode untuk membaca fenomena sosial dalam karya sastra Jawa modern.
Kata Kunci: disharmoni keluarga, antologi cerkak Kalang Kinantang, sosiologi keluarga, William James Goode

Article Details

Section

Articles

How to Cite

DISHARMONI KELUARGA DALAM ANTOLOGI CERKAK KALANG KINANTANG KARYA IMAN BUDHI SANTOSA: TINTINGAN SOSIOLOGI KELUARGA WILLIAM JAMES GOODE. (2026). Argopuro: Jurnal Ilmu Bahasa, 13(3). https://doi.org/10.2238/8s0jhb62

References

Ainun, N. A., Rahayu, A., & Yasin, M. (2024). Peran Ekonomi Keluarga Dalam Membentuk Pendidikan Anak. Al-Amiyah: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(01), 13–22.

Darni, D. (2021). Sastra Jawa Modern. Surabaya: Unesa University Press.

Goode, W. J. (2004). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara.

Gunawan, G., & Sugiyanto, S. (2011). Kondisi sosial ekonomi keluarga pasca pemutusan hubungan kerja. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 16(1), 35–52.

Hadi, S., Putri, D. W. L., & Rosyada, A. (2020). Disharmoni keluarga dan solusinya perspektif family therapy (studi kasus di Desa Telagawaru Kecamatan Labuapi Lombok Barat). Tasamuh: Jurnal Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Islam, 18(1), 114–137.

Luthfi, M. (2017). Komunikasi interpersonal suami dan istri dalam mencegah perceraian di Ponorogo. Ettisal Journal of Communication, 2(1), 51–61.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Santosa, I. B. (2004). Kalang Kinantang: Antologi Cerkak. Yogyakarta: Interlude.

Suharyadi. (2014). Pengantar Ilmu Sastra. Malang: Universitas Negeri Malang.

Suraiya, R., Mahfudoh, S. A., Jauhari, N., & Salik, M. (2024). Disharmoni Keluarga Akibat Judi Online di Kabupaten Sidoarjo Perspektif Teori Sistem Keluarga Al-Qur’an. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 5(3), 544–561.

Yuniarto. (2018). Sastra Sebagai Objek Kajian Ilmiah. Jurnal Kajian Sastra.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.