PLAGIARISM SCREENING
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah berkomitmen menjaga integritas akademik dan menjunjung tinggi etika publikasi ilmiah. Oleh karena itu, setiap naskah yang dikirimkan akan melalui proses Plagiarism Screening sebelum memasuki tahapan peer review.
Kebijakan Pemeriksaan Plagiarisme
Seluruh naskah diperiksa menggunakan perangkat lunak pendeteksi kesamaan (similarity checker) yang diakui secara akademik, seperti Turnitin, iThenticate, atau perangkat lunak sejenis.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya:
-
Plagiarisme secara keseluruhan (complete plagiarism);
-
Plagiarisme sebagian (partial plagiarism);
-
Self-plagiarism (duplikasi karya sendiri tanpa sitasi yang tepat);
-
Duplikasi publikasi (redundant publication);
-
Penggunaan sumber tanpa atribusi atau sitasi yang benar.
Standar Similarity
Dalam proses evaluasi, editor tidak hanya mempertimbangkan persentase similarity, tetapi juga menilai sumber kemiripan, konteks penggunaan kutipan, serta kepatuhan terhadap kaidah sitasi ilmiah.
Naskah dengan tingkat kemiripan yang masih berasal dari kutipan, daftar pustaka, istilah baku, atau metode penelitian yang umum digunakan akan dievaluasi secara proporsional.
Apabila ditemukan indikasi plagiarisme yang melanggar etika publikasi, editor berhak:
-
Mengembalikan naskah kepada penulis untuk diperbaiki;
-
Meminta klarifikasi atau revisi terhadap bagian yang memiliki kemiripan tinggi;
-
Menolak naskah apabila terbukti mengandung plagiarisme atau pelanggaran etika akademik.
Tanggung Jawab Penulis
Dengan mengirimkan naskah ke Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah, penulis menyatakan bahwa:
-
Naskah merupakan karya ilmiah asli dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
-
Seluruh kutipan, data, gambar, tabel, maupun pendapat pihak lain telah dicantumkan sumbernya secara benar.
-
Naskah tidak sedang diproses atau dikirimkan ke jurnal lain.
-
Tidak melakukan fabrikasi data, falsifikasi data, maupun bentuk pelanggaran etika publikasi lainnya.
Tindakan terhadap Pelanggaran
Apabila pelanggaran etika publikasi ditemukan sebelum atau sesudah artikel diterbitkan, dewan editor berhak mengambil tindakan sesuai tingkat pelanggaran, antara lain:
-
Meminta revisi naskah;
-
Menolak naskah;
-
Membatalkan proses penerbitan;
-
Menerbitkan koreksi (Correction) atau pencabutan artikel (Retraction) apabila artikel telah dipublikasikan.
Komitmen Jurnal
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah menerapkan proses penyaringan plagiarisme sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas publikasi ilmiah, integritas akademik, dan kepercayaan masyarakat terhadap hasil penelitian yang diterbitkan.
Seluruh proses pemeriksaan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip Committee on Publication Ethics (COPE) serta mengikuti standar praktik publikasi ilmiah yang baik (Best Practice in Scholarly Publishing).